OTOMOTIF,JS- SUV ladder frame tetap menjadi salah satu model paling diminati di Indonesia. Sejumlah merek Jepang hingga Amerika terus menempatkan SUV bersasis tangga sebagai produk andalan mereka. Daya tahan, tampilan gagah, serta fleksibilitas penggunaan membuat segmen ini sulit tergeser.
Menariknya, dari berbagai SUV ladder frame yang hadir dengan pilihan penggerak 4×4 dan 4×2, konsumen justru lebih sering memilih versi 4×2. Tren ini sudah berlangsung lama dan terus berulang di banyak merek.
GWM Masuk dan Langsung Dapat Respons Positif
Di tengah peta pasar tersebut, GWM langsung tancap gas saat masuk ke Indonesia. Pabrikan asal China ini menawarkan SUV ladder frame dengan opsi penggerak lengkap, baik 4×2 maupun 4×4.
Tank 300 Diesel menjadi model pembuka yang lebih dulu hadir. Selanjutnya, GWM memperkuat lini produknya dengan meluncurkan Tank 500 Diesel pada ajang Indonesia International Motor Show 2026.
Meski keduanya masih tergolong pendatang baru, pasar langsung memberi respons cepat.
Hampir 350 SPK Selama IIMS 2026
Selama pameran berlangsung, Inchcape GWM Indonesia membukukan hampir 350 surat pemesanan kendaraan (SPK). Angka ini menunjukkan awal yang solid bagi GWM di segmen SUV ladder frame.
Lebih jauh, lebih dari 70 persen total pemesanan berasal dari Tank 300 Diesel dan Tank 500 Diesel. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa konsumen Indonesia mulai melirik merek baru, selama produk yang ditawarkan sesuai kebutuhan.
Peta Persaingan 4×4 dan 4×2 Mulai Terlihat
Jika ditelisik lebih dalam, Tank 500 Diesel tampil sebagai kontributor terbesar. Model ini menyumbang 42 persen dari total pemesanan selama pameran.
Dari angka tersebut, varian 4×2 mencatat porsi 22 persen. Sementara itu, versi 4×4 menyusul dengan kontribusi 20 persen. Artinya, konsumen Tank 500 masih sedikit lebih condong memilih penggerak dua roda.
Namun, cerita berbeda muncul dari Tank 300 Diesel.
Tank 300 Diesel Justru Unggul di 4×4
Untuk Tank 300 Diesel, konsumen lebih agresif memilih varian 4×4. Versi ini menyerap 22 persen dari total pemesanan. Sebaliknya, varian 4×2 hanya mencatatkan 11 persen.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa karakter konsumen di masing-masing model tidak sepenuhnya sama. Tank 300 lebih banyak menarik minat pengguna yang menginginkan kemampuan off-road maksimal, sementara Tank 500 lebih dilihat sebagai SUV besar serbaguna.
Strategi Diesel Jadi Senjata Utama GWM
Saat ini, GWM menjadi satu-satunya pabrikan asal China yang serius menghadirkan mesin diesel di segmen mobil penumpang Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi global perusahaan dalam menyesuaikan produk dengan karakter tiap pasar.
“Capaian ini membuktikan penerimaan positif terhadap filosofi global All Scenarios, All Powertrains, All Users. Kami menghadirkan kendaraan yang relevan untuk mobilitas perkotaan, sekaligus siap digunakan di berbagai kondisi perjalanan Indonesia,” ujar Bagus Susanto.
Platform Sama, Performa Tetap Konsisten
Baik Tank 300 Diesel maupun Tank 500 Diesel berdiri di atas platform yang sama. Keduanya menggunakan sasis ladder frame dan sistem suspensi serupa, sehingga tetap mengedepankan kekuatan dan kenyamanan.
Selain itu, GWM membekali kedua model ini dengan mesin diesel 4-silinder 2.400 cc turbo berkode GW4D24. Mesin common rail tersebut menghasilkan tenaga 184 PS dan torsi puncak 480 Nm.
Dengan kombinasi mesin diesel bertenaga, pilihan penggerak lengkap, serta pendekatan produk yang fleksibel, GWM berpeluang besar mengikuti—bahkan menantang—tren lama SUV ladder frame di Indonesia.(*)









