Tito Minta Maaf Atas Kekurangan Penanganan Bencana di Aceh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Aceh kibarkan bendera putih

Warga Aceh kibarkan bendera putih

ACEH,JS- Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pemerintah dalam menangani banjir dan longsor di Aceh.

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih

Karena kondisi darurat semakin parah, warga Aceh mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah akibat bantuan yang terbatas. Menanggapi hal ini, Tito mengatakan, “Pengibaran bendera putih menunjukkan aspirasi masyarakat menghadapi bencana. Pemerintah mendengar dan memahami berbagai kritik, masukan, serta sikap warga terhadap penanganan bencana di Sumatera,” ujarnya saat konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Banjir Aceh & Sumut Akibat Siklon Senyar, NASA Rilis Citra Satelit

Permintaan Maaf dan Penjelasan Kendala

Selain itu, Tito meminta maaf bila pemerintah masih kekurangan dalam merespons bencana. Ia menjelaskan, medan yang sulit menjadi kendala besar. Meski begitu, pemerintah tetap harus terus bekerja mengatasi berbagai kendala dan memperbaiki kinerja penanganan bencana.

Bantuan Masyarakat dan Upaya Pemerintah

Tito memastikan pemerintah terus memenuhi kebutuhan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar. “Masyarakat banyak memberikan bantuan yang mendukung tahap darurat di Sumatera. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dan gotong royong semua pihak. Kita harus terus bekerja sama dalam soliditas kebangsaan dan kemanusiaan untuk memulihkan kondisi warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo: Banjir Sumatera Masih Bisa Ditangani Sendiri

Kondisi Darurat di Aceh

Warga menampilkan bendera putih di sejumlah ruas jalan Aceh sebagai simbol kondisi darurat yang kian parah. Mereka mengaku lelah dan kehabisan daya, sehingga memilih menyerah karena bantuan masih terbatas. “Masyarakat sudah tidak sanggup lagi dan sangat membutuhkan pertolongan,” kata Bahtiar, warga Alue Nibong, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Sejak banjir melanda hampir tiga pekan lalu, warga menilai pemerintah lambat menangani bencana. Bendera putih memanjang di jalur nasional Banda Aceh–Medan hingga Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam kondisi terbatas, warga membangun dapur umum mandiri, namun stok bahan pangan menipis dan ancaman kelaparan mulai terasa.(AN)

Berita Terkait

Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemensos 2026 Resmi Diumumkan Hari Ini, Cek Nama Lolos Guru dan Tendik Sekolah Rakyat di SSCASN
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran dan Keunggulannya
Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026
Pengumuman Seleksi Administrasi Guru dan Tendik di Undur, Cek Tanggal Terbarunya
Tak Diangkat Jadi PPPK, Tenang! Guru Honorer Madrasah Dapat Insentif Hingga Rp1,5 Juta
Gaji PPPK 2027 Terancam? DPR Usul APBN Tanggung Penuh Usai Dana TKD Dipangkas Rp300 Triliun
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Diperpanjang!, Pendaftaran Dibuka Hingga 28 Juni 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:04 WIB

Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemensos 2026 Resmi Diumumkan Hari Ini, Cek Nama Lolos Guru dan Tendik Sekolah Rakyat di SSCASN

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran dan Keunggulannya

Senin, 29 Juni 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:01 WIB

Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengumuman Seleksi Administrasi Guru dan Tendik di Undur, Cek Tanggal Terbarunya

Berita Terbaru