Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, Kapan Dibuka? Ini Progres Terbarunya

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

JAMBI,JS- Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Agustus 2026, progres konstruksi Tol Betung–Jambi Seksi 1A yang menghubungkan Betung dengan Tungkal Jaya telah mencapai 69 persen.

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus menggenjot pekerjaan konstruksi untuk mempercepat pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ruas ini memiliki posisi penting karena menghubungkan wilayah Sumatera Selatan dengan Jambi sekaligus mendukung kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan, pelaku usaha, sektor logistik, serta masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur darat untuk perjalanan antardaerah.

Tol Betung–Jambi juga membawa harapan terhadap perubahan pola perjalanan dan aktivitas ekonomi di koridor Sumatera bagian timur. Dengan konektivitas yang semakin baik, pelaku usaha dapat memperoleh pilihan jalur distribusi yang lebih efisien.

Progres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Capai 69 Persen

Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman menjelaskan bahwa pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 1A menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat konektivitas nasional.

Menurut Resnu, HKI tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan konstruksi. Perusahaan juga menempatkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan ruas tol tersebut.

“Pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 1A tidak hanya berfokus pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagaimana menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Resnu, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan konektivitas antarwilayah dapat mempercepat mobilitas masyarakat. Selain itu, jalur tol dapat mendukung kelancaran distribusi barang, membantu efisiensi biaya logistik, serta menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Bagi Jambi dan Sumatera Selatan, konektivitas tersebut memiliki arti penting karena kedua wilayah memiliki aktivitas perdagangan, perkebunan, pertanian, industri, dan jasa yang membutuhkan jaringan transportasi darat yang semakin efisien.

Dampak Tol Betung-Jambi terhadap Mobilitas Masyarakat

Selama ini, perjalanan antarkawasan di Sumatera membutuhkan waktu yang sangat bergantung pada kondisi lalu lintas jalan nasional dan jalan penghubung lainnya.

Kehadiran jaringan tol dapat memberikan alternatif perjalanan dengan karakteristik jalan bebas hambatan. Karena itu, pembangunan Tol Betung–Jambi menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.

Selain perjalanan masyarakat, sektor distribusi barang juga dapat memanfaatkan konektivitas baru tersebut.

Produk pertanian, perkebunan, kebutuhan pokok, barang industri, hingga berbagai komoditas lainnya membutuhkan jalur distribusi yang lancar. Semakin efisien perjalanan, semakin besar pula peluang pelaku usaha mengatur waktu dan biaya pengiriman secara lebih baik.

Namun, manfaat tersebut tentu mengikuti kesiapan seluruh jaringan dan pengoperasian ruas tol sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 24 September 2026 di Jambi, Cek Pertamax, Pertalite hingga Dexlite Terbaru

Tol Trans Sumatera Dorong Konektivitas Sumatra

Tol Betung–Jambi menjadi salah satu bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.

Jaringan JTTS memiliki tujuan besar untuk memperkuat hubungan antarwilayah di Pulau Sumatera. Karena itu, setiap ruas memiliki fungsi strategis dalam membentuk jaringan transportasi yang saling terhubung.

Dalam konteks Betung–Jambi, pembangunan jalan tol dapat memperkuat hubungan antara Sumatera Selatan dan Jambi.

Konektivitas tersebut juga dapat membuka akses yang lebih luas bagi pusat-pusat ekonomi di sepanjang koridor tol.

Selanjutnya, keberadaan jalan tol dapat mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar simpang, akses, maupun pusat pertumbuhan baru. Pelaku usaha juga dapat melihat peluang pengembangan pergudangan, distribusi, perdagangan, hingga jasa pendukung transportasi.

HKI Perketat Pengendalian Mutu Konstruksi

Di tengah percepatan pembangunan, HKI tetap menempatkan kualitas pekerjaan sebagai salah satu perhatian utama.

Perusahaan menggunakan standar pengendalian mutu yang mengacu pada spesifikasi umum untuk Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2020.

HKI menjalankan pemeriksaan pada setiap tahapan pekerjaan. Tim menggunakan sejumlah mekanisme pengawasan, antara lain Inspection Test Plan (ITP), Quality Patrol, Walk In Site, dan QHSSE Pass.

Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, tim dapat mengevaluasi kualitas pekerjaan sebelum melanjutkan proses konstruksi ke tahapan berikutnya.

Pengendalian mutu memiliki peran penting dalam pembangunan jalan tol. Infrastruktur dengan umur layanan panjang membutuhkan proses konstruksi yang konsisten sejak tahap awal.

Karena itu, percepatan pekerjaan tidak semestinya mengabaikan pemeriksaan teknis. HKI menyatakan bahwa perusahaan tetap menjaga standar kualitas selama proses pembangunan berlangsung.

Keselamatan Kerja Menjadi Perhatian

Selain kualitas konstruksi, aspek keselamatan juga mendapat perhatian dalam pelaksanaan proyek.

Pembangunan jalan tol melibatkan berbagai aktivitas konstruksi, alat berat, mobilisasi material, pekerjaan tanah, serta aktivitas pekerja di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan secara berkelanjutan agar kegiatan konstruksi berjalan sesuai prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

Resnu mengatakan HKI berkomitmen menjaga kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap pembangunan infrastruktur yang perusahaan kerjakan.

“HKI berkomitmen memastikan setiap pembangunan infrastruktur yang dikerjakan memenuhi aspek kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan. Penerapan sistem pengendalian mutu yang disiplin menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur yang kami bangun,” kata Resnu.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara target pembangunan dan kualitas hasil pekerjaan.

Baca Juga :  Perburuan Harta Karun di Sungai Batanghari Muaro Jambi Dibubarkan Polisi, Puluhan Perahu Bikin Warga Resah

HKI Jalankan Program Re-Planting Disposal Area

Pembangunan jalan tol juga berkaitan dengan pengelolaan area kerja dan lingkungan.

Karena itu, HKI menjalankan program Re-Planting Disposal Area pada area disposal yang sudah tidak lagi digunakan.

Program tersebut mencakup penataan kembali lahan, penanaman vegetasi, serta pemeliharaan dan monitoring secara berkala.

Langkah tersebut bertujuan mengembalikan tutupan vegetasi pada area yang telah selesai digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Selain itu, penanaman vegetasi dapat membantu mengurangi risiko erosi dan menjaga kestabilan area pekerjaan.

Program penghijauan kembali juga menunjukkan perhatian terhadap pengelolaan lingkungan selama pembangunan infrastruktur berlangsung.

Dalam proyek jalan tol berskala besar, pengelolaan lahan menjadi bagian penting karena pekerjaan konstruksi dapat mencakup area yang luas.

Mengapa Tol Betung-Jambi Penting bagi Jambi?

Bagi Jambi, pembangunan jalan tol memiliki arti lebih luas daripada sekadar pembangunan jalan baru.

Konektivitas yang semakin baik dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan provinsi tetangga.

Jambi memiliki berbagai sektor ekonomi yang membutuhkan jaringan transportasi. Perkebunan, pertanian, perdagangan, industri, jasa, hingga distribusi kebutuhan masyarakat membutuhkan akses jalan yang efisien.

Karena itu, pembangunan Tol Betung–Jambi dapat memberikan peluang baru bagi pergerakan barang dan orang setelah jaringan tersebut beroperasi sesuai tahapan pembangunan dan ketentuan pemerintah.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa manfaat ekonomi jalan tol biasanya berkembang secara bertahap. Kehadiran jalan baru dapat menjadi salah satu faktor pendukung, sementara perkembangan kawasan tetap bergantung pada investasi, aktivitas usaha, tata ruang, serta kebijakan pemerintah daerah dan pusat.

Peluang Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan konektivitas sering berjalan beriringan dengan munculnya peluang ekonomi baru.

Ketika akses transportasi membaik, pelaku usaha dapat mempertimbangkan lokasi yang sebelumnya kurang menarik karena persoalan jarak dan waktu tempuh.

Kawasan di sekitar jaringan tol berpotensi berkembang sebagai lokasi kegiatan ekonomi. Misalnya, pusat distribusi, pergudangan, usaha jasa transportasi, kawasan komersial, maupun aktivitas perdagangan.

Meski demikian, pembangunan kawasan tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu memperhatikan tata ruang, akses menuju pintu tol, ketersediaan utilitas, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan demikian, manfaat pembangunan tol tidak hanya berhenti pada jalur utama, tetapi juga dapat memberikan efek lanjutan bagi wilayah di sekitarnya.

Kapan Tol Betung-Jambi Dibuka?

Pertanyaan mengenai kapan Tol Betung–Jambi dapat digunakan masyarakat menjadi salah satu hal yang banyak mendapat perhatian.

Namun, progres konstruksi sebesar 69 persen hingga Agustus 2026 belum secara otomatis berarti seluruh ruas sudah siap beroperasi.

Sebelum jalan tol dapat digunakan secara umum, pengembang masih harus menyelesaikan pekerjaan konstruksi dan memenuhi berbagai persyaratan teknis serta operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, masyarakat sebaiknya merujuk pada pengumuman resmi pemerintah, Hutama Karya, maupun pihak berwenang untuk mengetahui informasi terbaru mengenai tahapan penyelesaian dan rencana pengoperasian ruas tersebut.(*)

Berita Terkait

Kasus ISPA di Jambi Turun Jadi 7.236 Kasus, Warga Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Usulan Penambahan OPD oleh Pemkab Kerinci, Kebutuhan Atau Desakan?
Di Tengah Efisiensi Anggaran! Bimtek BPD Sungai Penuh Dinilai Pemborosan
Heboh! Banyak ASN Sungai Penuh Ajukan Rekomendasi Perceraian, BKPSDM Tak Terima Alasan yang Mengada-ada
Kualitas Udara Kota Jambi Membaik, PM2.5 Turun ke 45,2 µg/m³: Warga Tetap Waspada
Harga BBM Pertamina 24 September 2026 di Jambi, Cek Pertamax, Pertalite hingga Dexlite Terbaru
Milad ke-45 BKMT di Jakarta, Sri Kartini Alfin Dorong Majelis Taklim Makin Aktif di Masyarakat
Pemkot Sungai Penuh dan Kemenkum Jambi Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Produk Lokal Makin Bernilai
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:10 WIB

Kasus ISPA di Jambi Turun Jadi 7.236 Kasus, Warga Diminta Tetap Jaga Kesehatan

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Usulan Penambahan OPD oleh Pemkab Kerinci, Kebutuhan Atau Desakan?

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, Kapan Dibuka? Ini Progres Terbarunya

Jumat, 25 September 2026 - 08:01 WIB

Heboh! Banyak ASN Sungai Penuh Ajukan Rekomendasi Perceraian, BKPSDM Tak Terima Alasan yang Mengada-ada

Jumat, 25 September 2026 - 07:31 WIB

Kualitas Udara Kota Jambi Membaik, PM2.5 Turun ke 45,2 µg/m³: Warga Tetap Waspada

Berita Terbaru