TEKNOLOGI, JS – PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan langkah besar dalam transformasi digital. Perusahaan kini mengoperasikan 1.000 robot yang terintegrasi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat operasional, mengurangi kesalahan, dan membuka peluang kolaborasi dengan industri kurir lainnya.
Robot Ubah Cara Kerja dan Hemat Tenaga Kerja
Sejak 2023, Pos Indonesia mulai memanfaatkan teknologi robot. Director of Business Development & Portfolio Management, Prasabri Pesti, menyebutkan bahwa saat ini robot-robot tersebut telah tersebar di Surabaya, Jakarta Timur, dan Yogyakarta.
“Penggunaan robot memungkinkan pekerjaan yang berulang dan sederhana digantikan mesin. Dengan demikian, efisiensi tenaga kerja meningkat hingga 30%,” ujar Prasabri saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain menghemat tenaga kerja, robot juga meningkatkan akurasi operasional hingga lebih dari 99%.
Dua Jenis Robot Andalan Pos Indonesia
Pos Indonesia mengandalkan dua jenis robot untuk mendukung operasional:
- Robotic Sorting Machine – Robot ini menyortir paket dan menempatkannya ke kotak sesuai alamat pengiriman.
- Auto Labeling Robot – Robot ini menempelkan label pada paket, sehingga pekerjaan yang memakan banyak waktu dan tenaga kini selesai lebih cepat dan efisien.
Kedua robot beroperasi 24 jam sehari. Menariknya, operator kurir lain dapat menggunakan robot pada jam tertentu, sementara Pos Indonesia memanfaatkan robot pada sesi sore hingga malam. “Konsep ini kami siapkan untuk mendukung industri kurir secara keseluruhan, bukan hanya Pos Indonesia,” tambah Prasabri.
Investasi untuk satu lokasi robot mencapai sekitar Rp10 miliar.
Rencana AI untuk Masa Depan
Pos Indonesia juga menyiapkan beberapa inovasi berbasis AI untuk meningkatkan layanan. Salah satunya adalah geofencing, yang memastikan kurir tidak bisa memperbarui status paket sebagai “terkirim” sebelum berada dalam radius 100 meter dari alamat penerima.
Masalah pembaruan status palsu menjadi tantangan global di industri kurir. Dengan geofencing, sistem membatasi pembaruan hingga posisi kurir sesuai tujuan, sehingga meningkatkan akurasi dan kepercayaan pelanggan.
Selain itu, Pos Indonesia berencana menerapkan road optimization berbasis AI. Perusahaan memiliki sekitar 642 ribu rute aktif, termasuk rute panjang dari Aceh sampai Lombok. Teknologi AI menghitung dan menyesuaikan rute dengan lebih akurat, sehingga operasional menjadi lebih efektif dan hemat waktu.
Transformasi Digital yang Berkelanjutan
Dengan implementasi robot dan AI, Pos Indonesia membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar efisiensi, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi layanan. Ke depan, teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat kolaborasi di industri kurir Indonesia.(*)









