UNS Terapkan Pompa Air Cerdas Tenaga Surya Berbasis IoT

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat Mahasiswa UNS saat menguji Pompa Tenaga SUrya berbasis ioT.

Terlihat Mahasiswa UNS saat menguji Pompa Tenaga SUrya berbasis ioT.

JAWA TENGAH, JS – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan inovasi pompa air tenaga surya berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Sistem ini memungkinkan petani memantau operasi pompa, konsumsi energi, dan debit air secara real-time melalui perangkat digital.

“Pompa air tenaga surya cerdas ini lebih unggul dari proyek sebelumnya karena teknologi IoT memudahkan pengelolaan irigasi secara efisien,” ujar Chico Hermanu Brillianto Apribowo, dosen pendamping tim mahasiswa.

Baca Juga :  Siap Digitalisasi! Telkom Ajak Mahasiswa Magang di Digistar 2026

Sebelumnya, tim UNS mengembangkan pompa darat berkapasitas 1.500 Watt dengan panel surya 2.000 Watt. Sistem terbaru kini menggunakan PLTS 6,6 kW yang menggerakkan pompa submersible 5,1 kW untuk memenuhi kebutuhan air lebih besar.

Tim mahasiswa UNS juga menyelenggarakan pelatihan bagi petani untuk mengoperasikan sistem, mengatur jadwal irigasi, dan merawat perangkat energi surya agar pengelolaan air lebih optimal.

Selain itu, mereka melibatkan Karang Taruna Desa Kepyar dalam pelatihan digitalisasi organisasi kepemudaan.

Baca Juga :  Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat

Dengan hadirnya pompa air cerdas tenaga surya berbasis IoT, Desa Kepyar menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan untuk ketahanan pangan dan energi.

Program bertajuk “Optimalisasi Teknologi Pompa Air Cerdas Tenaga Surya Portabel Berbasis IoT untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Energi Ramah Lingkungan” mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(AN)

Berita Terkait

Transaksi Emas Digital Meledak: Rp 31 Triliun Hanya Sebulan
Emas atau Perak? Ini Jawaban Soal Investasi Paling Cuan di 2026!
Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti
Universitas Indonesia Buka Prodi S1 Kecerdasan Buatan, Siap Cetak Talenta AI Masa Depan
Teknologi AI Masuk Logistik: Ini Strategi Pos dan Indosat
Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing
Nokia N8 Revival: Ponsel Legendaris Kembali dengan Wajah Modern
Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:01 WIB

Transaksi Emas Digital Meledak: Rp 31 Triliun Hanya Sebulan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:35 WIB

Emas atau Perak? Ini Jawaban Soal Investasi Paling Cuan di 2026!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:00 WIB

Universitas Indonesia Buka Prodi S1 Kecerdasan Buatan, Siap Cetak Talenta AI Masa Depan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:00 WIB

Teknologi AI Masuk Logistik: Ini Strategi Pos dan Indosat

Berita Terbaru

Ilustrasi transaksi emas digital.

Bisnis

Transaksi Emas Digital Meledak: Rp 31 Triliun Hanya Sebulan

Minggu, 15 Feb 2026 - 00:01 WIB

Cara mencuci beras yang benar

Kesehatan

Kenapa Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Alasannya

Sabtu, 14 Feb 2026 - 23:30 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Sumber/Google)

Nasional

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah

Sabtu, 14 Feb 2026 - 23:00 WIB

Suasana Kota jambi di malam hari.

Jambi

Pemkot Jambi Imbau Tempat Hiburan Tutup Selama Ramadan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 22:30 WIB