Viral Video Guru Dikeroyok Siswa di Tanjabtim, Ini Kata Korban

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potongan video viral pengeroyokan Guru di Tanjabtim

Potongan video viral pengeroyokan Guru di Tanjabtim

TANJABTIM,JS– Video yang memperlihatkan pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur viral di media sosial. Guru tersebut bernama Agus Saputra (AS). Setelah kejadian, Agus Saputra melaporkan insiden itu ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Ucapan Tidak Sopan Picu Ketegangan

Baca Juga :  Pelaku Penipuan Haji di Tanjabtim Ternyata Seorang ASN

Agus Saputra menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika ia melintas di depan salah satu ruang kelas. Seorang siswa menegurnya dengan kata-kata kasar dan tidak sopan.

“Saat saya lewat, ada siswa menegur saya dengan ucapan tidak pantas,” ujar Agus Saputra.

Guru Masuk Kelas dan Menegur Siswa

Baca Juga :  Kapolres Baru Tanjabtim: Polisi Jadi Mitra Masyarakat

Merasa dilecehkan secara verbal, Agus Saputra langsung masuk ke ruang kelas. Ia menanyakan identitas siswa yang mengucapkan kata-kata tersebut. Siswa itu justru mengakui perbuatannya dengan nada menantang.

“Saya tanya siapa yang memanggil saya, dan dia menjawab, ‘saya’,” katanya.

Agus Saputra Akui Menampar Satu Kali

Baca Juga :  Dua Nelayan Tanjabtim Selamat Usai Terombang-ambing di Laut

Agus Saputra mengakui bahwa ia menampar wajah siswa tersebut satu kali. Ia menyebut tindakan itu sebagai refleks spontan dan bukan bentuk penganiayaan.

“Itu refleks, hanya satu kali tamparan,” ujarnya.

Ketegangan Berlangsung Hingga Jam Istirahat

Setelah kejadian awal, ketegangan terus berlanjut. Siswa yang sama kembali menantang Agus Saputra hingga memasuki jam istirahat sekolah.

Situasi memanas hingga sekitar pukul 14.00–16.00 WIB.

Sekolah Lakukan Mediasi di Kantor

Pihak sekolah kemudian menggelar mediasi. Agus Saputra memilih tetap berada di kantor sekolah yang memiliki kamera CCTV sebagai langkah kehati-hatian.

“Saya tetap di kantor karena ada CCTV,” jelasnya.

Agus Saputra Tawarkan Dua Pilihan

Dalam proses mediasi, sejumlah pihak meminta Agus Saputra menyampaikan permintaan maaf. Ia lalu menawarkan dua pilihan kepada para siswa.

“Saya sampaikan, kalau mereka tidak ingin saya mengajar lagi, silakan buat petisi. Atau mereka memperbaiki sikap,” katanya.

Siswa Lakukan Pengeroyokan

Situasi justru memuncak. Sejumlah siswa kemudian mengeroyok Agus Saputra. Rekaman video kejadian itu menyebar luas di media sosial.

“Di situlah pengeroyokan terjadi,” ujarnya.

Klarifikasi Terkait Alat yang Dipegang

Agus Saputra juga menanggapi video lain yang memperlihatkan dirinya memegang benda menyerupai senjata tajam. Ia menegaskan bahwa benda itu merupakan peralatan pertanian milik sekolah.

“Ini SMK pertanian. Alat itu memang tersedia di kantor. Saya mengambilnya hanya untuk membuat mereka bubar,” tegasnya.

Siswa Lempari Batu dan Benda Keras

Agus Saputra mengungkapkan bahwa sejumlah siswa melemparinya dengan batu, bata, dan benda keras lainnya. Ia mengaku hanya menangkis serangan dan tidak melakukan perlawanan.

“Saya hanya membela diri. Itu terlihat di video,” katanya.

Agus Saputra Pertimbangkan Langkah Hukum

Meski mengalami pengeroyokan, Agus Saputra masih mempertimbangkan langkah hukum. Ia menilai para pelaku masih berstatus sebagai anak didiknya dan membutuhkan pembinaan.

“Mereka masih sekolah dan butuh bimbingan,” ujarnya.

Bantah Tuduhan Menghina dan Memaksa Siswa

Agus Saputra membantah tudingan bahwa ia menghina siswa dengan sebutan “miskin”. Ia menegaskan pernyataan tersebut muncul dalam konteks motivasi umum.

“Itu bukan penghinaan,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan pemaksaan dalam pemberian tugas kepada siswa.

Harap Insiden Jadi Pembelajaran

Agus Saputra berharap semua pihak menilai kejadian ini secara objektif. Ia juga berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran agar kekerasan tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.(AN)

Berita Terkait

Provinsi Jambi Dilanda Kekeringan, BMKG Prediksi Musim Hujan Jambi Mulai Akhir Oktober 2026
Pelayanan ATM hingga Mobile Banking Dikeluhkan, ASN Sungai Penuh Makin Ngotot Tinggalkan Bank Jambi
Diserahkan Secara Kolektif, Berikut Bahan Usulan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu Kerinci
PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya
Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026
Apo Kabar Wo Haris!, Kapan Berkunjung ke Kerinci dan Sungai Penuh lagi
UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa
Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Provinsi Jambi Dilanda Kekeringan, BMKG Prediksi Musim Hujan Jambi Mulai Akhir Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Pelayanan ATM hingga Mobile Banking Dikeluhkan, ASN Sungai Penuh Makin Ngotot Tinggalkan Bank Jambi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Diserahkan Secara Kolektif, Berikut Bahan Usulan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu Kerinci

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026

Berita Terbaru