Wabup Bungo Tegur Camat yang Absen Saat Pembahasan APBD

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Bungo Tri Wahyu Hidayat saat hadiri rapat APBD 2026.

Wabup Bungo Tri Wahyu Hidayat saat hadiri rapat APBD 2026.

BUNGO,JS – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bungo mendadak memanas setelah Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, menegur sejumlah camat yang tidak mengirim utusan dalam pembahasan APBD 2026.

Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Bungo, Pardinan, juga dihadiri Ketua DPRD dan para anggota dewan. Agenda ini merupakan tahap awal penyampaian nota pengantar Ranperda APBD 2026.

Ketegangan muncul ketika terungkap beberapa camat lebih memilih mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Provinsi Jambi dan tidak menugaskan perwakilan ke paripurna.

Baca Juga :  Akun SNPMB 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Dalam forum tersebut, Tri Wahyu menegaskan pentingnya disiplin perangkat kecamatan.

“Agenda paripurna sangat krusial. Ketidakhadiran tanpa koordinasi yang jelas menjadi catatan bagi kami,” tegasnya.

Ia menilai kehadiran camat atau utusan sangat penting agar setiap kecamatan memahami arah kebijakan anggaran.

“Kalau ada kegiatan, camat harus izin dan tetap mengirim utusan. Hari ini hanya delapan kecamatan yang hadir dari total 17,” ujarnya.

Menurutnya, pembahasan APBD menyangkut masa depan pembangunan Bungo, sehingga perangkat kecamatan tidak boleh menganggap enteng agenda ini.

Baca Juga :  Andre Taulany Resmi Cerai? Fakta Sidang Terbaru Ungkap Perpisahan Damai Tanpa Drama

Setelah teguran tersebut, rapat kembali berjalan. DPRD kemudian menelaah isi nota pengantar APBD 2026 yang mencakup prioritas pembangunan dan strategi keuangan daerah.

Beberapa anggota dewan menilai kejadian ini sebagai peringatan bagi perangkat kecamatan untuk meningkatkan kedisiplinan dan koordinasi.

Tahap penyampaian nota pengantar ini menjadi pintu masuk proses pembahasan APBD 2026 sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

Berita Terkait

Kabut Asap Kerinci Cukup Pekat, Jarak Pandang Terganggu, ASN dan Warga Diminta Pakai Masker
Kualitas Udara Jambi Memburuk, Sekolah SMA-SMK dan SLB di 4 Daerah Beralih ke Pembelajaran Daring
Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh
Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA
Sekda Alpian Tegas Ingatkan ASN Sungai Penuh, Disiplin dan Integritas Tak Boleh Sekadar Formalitas
Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan
Lubuk Larangan Durian Rambun Resmi Dibuka, Bupati M. Syukur Siapkan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Tegaskan Larangan PETI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Kabut Asap Kerinci Cukup Pekat, Jarak Pandang Terganggu, ASN dan Warga Diminta Pakai Masker

Selasa, 8 September 2026 - 07:22 WIB

Kualitas Udara Jambi Memburuk, Sekolah SMA-SMK dan SLB di 4 Daerah Beralih ke Pembelajaran Daring

Senin, 7 September 2026 - 14:31 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh

Senin, 7 September 2026 - 14:01 WIB

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 13:01 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA

Berita Terbaru