JAMBI,JS- Wagub Abdullah Sani Tekankan Peran Konselor Adaptif di BK Festival UNJA
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, membuka BK Festival 2026 yang digelar Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP Universitas Jambi. Panitia mengangkat tema “Metamorf: Dua Era Menuju Warna Baru” dan menggelar kegiatan ini di Gedung Teater Taman Budaya Kota Jambi, Jumat (13/2/2026).
Pembukaan Berlangsung Semarak
Rektor UNJA, Ketua Program Studi BK FKIP, Pembina dan Ketua HIMABIKONS, serta sejumlah akademisi menghadiri pembukaan festival. Mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan layanan bimbingan dan konseling.
Panitia menata rangkaian acara dengan penampilan seni mahasiswa. Suasana pun terasa semarak sejak awal kegiatan.
Wagub Tekankan Peran Strategis Konselor
Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan peran strategis bimbingan dan konseling. Ia menyebut bidang ini sebagai ilmu sekaligus profesi yang membentuk karakter generasi muda.
Ia mendorong konselor agar membimbing peserta didik secara optimal. Konselor harus membantu siswa mengenali potensi diri dan membangun kepribadian yang matang.
Menurutnya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menuntut konselor bersikap adaptif. Konselor juga harus menjaga nilai budaya bangsa saat mendampingi generasi muda.
“Generasi muda membutuhkan pendamping yang profesional, tangguh, dan berintegritas,” tegasnya.
Selaras dengan Visi Jambi 2029
Selain itu, Abdullah Sani mengapresiasi inisiatif Program Studi BK UNJA yang menggelar festival ini. Ia menilai kegiatan tersebut mendorong kreativitas mahasiswa sekaligus meningkatkan literasi publik tentang layanan konseling.
Pemerintah Provinsi Jambi terus mendukung kegiatan kemahasiswaan yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dukungan itu sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu terwujudnya Jambi MANTAP Berdaya Saing dan Berkelanjutan 2029.
Ia berharap festival ini melahirkan pendidik dan konselor yang berperan sebagai agen perubahan. Ia juga mendorong kolaborasi antara kampus dan pemerintah agar inovasi layanan konseling terus berkembang.
Akademisi Sambut Positif
Akademisi UNJA, Syamsul Rizal, menyambut positif pelaksanaan BK Festival 2026. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah maju bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling.
Menurutnya, festival ini mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. Kegiatan ini juga memperkaya seni budaya di Provinsi Jambi. Ia berharap panitia terus melanjutkan festival pada tahun-tahun mendatang.
Makna Tema dan Semangat Transformasi
Ketua Pelaksana, Nabila Zahrani, menjelaskan makna tema “Metamorf: Dua Era Menuju Warna Baru”. Ia menggambarkan mahasiswa BK sebagai generasi yang siap bertransformasi.
Mahasiswa harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, mereka tetap harus menjaga nilai tradisional. Mereka juga perlu berani berinovasi dan menghadirkan gagasan baru.
Ragam Lomba dan Partisipasi Luas
Panitia menggelar BK Festival 2026 selama dua hari, 13–14 Februari. Mereka menyelenggarakan lomba vokal solo, tari kreasi, stand UMKM, serta pemilihan Bujang dan Gadis BK 2026.
Pelajar SLTA sederajat, mahasiswa se-Kota Jambi dan Muaro Jambi, serta civitas akademika UNJA mengikuti kegiatan ini. Melalui festival ini, panitia mendorong masyarakat memahami pentingnya peran bimbingan dan konseling dalam membangun generasi yang sehat secara mental, emosional, dan sosial.(*)









