Wali Kota Alfin Resmi Sandang Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Simbol Komitmen Melestarikan Budaya Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Upaya menjaga warisan budaya lokal terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Sungai Penuh.

Mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Momentum tersebut semakin istimewa ketika Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh.

Prosesi Penganugerahan Gelar Adat Berlangsung Khidmat

Sejak pagi, kawasan Tanah Mendapo dipenuhi masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Mereka mengikuti setiap tahapan prosesi adat dengan penuh antusias.

Para pemangku adat memimpin jalannya upacara sesuai tata cara yang telah diwariskan oleh para leluhur. Seluruh rangkaian berlangsung tertib, sarat makna, dan mencerminkan tingginya penghormatan masyarakat terhadap adat istiadat.

Selain Wali Kota Alfin, sejumlah pejabat daerah juga menerima gelar kehormatan adat.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian memperoleh gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sedangkan Bupati Kerinci Monadi dianugerahi gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Penganugerahan tersebut mencerminkan penghargaan masyarakat adat kepada para pemimpin yang berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal.

Baca Juga :  APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Gelar Adat Menjadi Amanah Besar

Usai menerima gelar adat, Wali Kota Alfin mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku adat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Menurut Alfin, gelar tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan bagi pribadi saya, tetapi amanah untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus bersinergi dengan lembaga adat dalam membangun daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Alfin.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya agar identitas daerah tetap terjaga.

Adat Menjadi Fondasi Pembangunan Daerah

Alfin menilai adat memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai program yang memperkuat pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama lembaga adat dalam berbagai sektor pembangunan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memperkenalkan budaya Sungai Penuh kepada masyarakat nasional hingga dunia internasional.

Kenduri Sko Menjadi Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Kenduri Sko merupakan salah satu tradisi budaya paling penting di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan kepada para leluhur.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat menggelar berbagai prosesi adat yang penuh makna.

Selain prosesi pemberian gelar adat, kegiatan juga menghadirkan pertunjukan seni tradisional, tari daerah, musik tradisional, serta berbagai atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan warisan masyarakat Sungai Penuh.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga sore hari. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh semangat.

Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang sangat kuat di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.

Baca Juga :  Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Budaya Menjadi Potensi Pariwisata Daerah

Selain memperkuat identitas masyarakat, pelestarian budaya juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata.

Kenduri Sko memiliki daya tarik yang mampu mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Dengan promosi yang tepat, tradisi ini berpotensi menjadi agenda wisata budaya berskala nasional yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Peningkatan kunjungan wisata akan menggerakkan sektor UMKM, kuliner tradisional, kerajinan tangan, jasa transportasi, hingga penginapan di Kota Sungai Penuh.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong promosi budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Ribuan Masyarakat Hadiri Kenduri Sko

Kegiatan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran seluruh unsur tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga budaya sebagai perekat persatuan masyarakat.

Komitmen Bersama Menjaga Warisan Leluhur

Melalui penyelenggaraan Kenduri Sko 6 Luhah, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan adat dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Penganugerahan gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh kepada Wali Kota Alfin menjadi simbol kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus memperkuat pelestarian budaya.

Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan modal penting untuk membangun masa depan. Melalui komitmen bersama, tradisi Kenduri Sko akan terus hidup, menginspirasi generasi mendatang, sekaligus memperkuat posisi Sungai Penuh sebagai salah satu pusat kebudayaan di Provinsi Jambi dan Indonesia.(*)

Berita Terkait

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah
Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan
Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?
Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026
Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:30 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Sandang Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Simbol Komitmen Melestarikan Budaya Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:27 WIB

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:45 WIB

Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:12 WIB

Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?

Berita Terbaru