Warga Betung Berdarah Bangun Bendungan Secara Swadaya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya warga memperbaiki dam

Upaya warga memperbaiki dam

TEBO,JS – Kerusakan bendungan irigasi memaksa warga Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, membangun dam penahan air darurat secara swadaya, Jumat (30/1/2026). Warga melakukan langkah tersebut agar aliran air tetap mengalir ke area persawahan.

Bendungan Rusak, Warga Bergerak Gotong Royong

Baca Juga :  Pemkab Tebo Siapkan Regulasi Hukuman Kerja Sosial

Pasokan air ke persawahan terus menyusut. Kondisi ini mendorong warga bergerak cepat dan bergotong royong membangun dam darurat. Mereka berharap air tetap tertahan dan sawah masih bisa digarap.

Warga memanfaatkan bambu, terpal, serta timbunan tanah. Mereka mengerjakan pembangunan dam secara bersama-sama demi menyelamatkan musim tanam padi tahun 2026.

Dam Darurat Dibangun dari Material Sederhana

Baca Juga :  Listrik Lemah, Warga di Tebo Desak PLN Tambah Trafo

Sekretaris Desa Betung Bedarah Timur, Aldul Gafur, membenarkan pembangunan dam darurat tersebut. Ia menilai kondisi bendungan sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami swadaya. Kami mengambil bambu dari hutan, mencangkul tanah sendiri, dan membeli terpal dari uang iuran perangkat desa serta BPD,” ujar Aldul Gafur, Jumat (30/1/2026).

Dam Bersifat Sementara dan Rentan Rusak

Aldul Gafur menegaskan dam darurat itu hanya berfungsi sementara. Material sederhana membuat bangunan tersebut mudah rusak, terutama saat debit air meningkat.

Karena itu, ia menilai pemerintah harus segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas pertanian kembali normal.

Warga Mendesak Pemerintah Bertindak Cepat

Lebih lanjut, Aldul Gafur menyampaikan harapan warga kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret. Keterlambatan perbaikan akan berdampak langsung pada petani dan ekonomi desa.

“Kalau pemerintah tidak segera memperbaiki dam, petani tidak bisa menanam padi. Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi warga,” katanya.

Kebocoran Terjadi di Sejumlah Titik

Baca Juga :  Tak Ada Dispensasi, Truk Batu Bara Jambi Dilarang Lewat Sumsel

Aldul Gafur mengungkapkan kebocoran bendungan terjadi di beberapa titik. Air terus mengalir keluar dan sulit tertahan meski warga sudah berupaya menutupnya.

“Waktu gotong royong kemarin, kebocorannya besar. Air menyusut sangat cepat,” ungkapnya.

Pemerintah Sudah Beberapa Kali Meninjau Lokasi

Aldul Gafur juga menyebut Pemerintah Kabupaten Tebo sudah beberapa kali turun langsung meninjau kondisi bendungan. Namun hingga kini, pemerintah belum merealisasikan perbaikan.

“Sepanjang tahun 2025, pemerintah sudah tiga kali mengecek lokasi. Sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya.

533 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Sebelumnya, para petani Desa Betung Bedarah Timur menyampaikan kekhawatiran serupa. Kerusakan bendungan membuat air tidak tertampung secara optimal, terutama menjelang musim kemarau.

Akibat kondisi tersebut, sekitar 533 hektare lahan persawahan terancam kekeringan dan tidak dapat digarap.

Petani Terancam Gagal Tanam 2026

Perwakilan masyarakat, Ali Amin, menegaskan kerusakan bendungan berdampak langsung pada rencana tanam padi tahun 2026.

“Petani tidak bisa menanam padi tahun ini. Kebocoran bendungan terlalu besar dan tidak bisa kami tangani sendiri,” ujar Ali Amin, Senin (26/1/2026).

Upaya Swadaya Belum Mampu Mengatasi Kerusakan

Ali Amin menjelaskan masyarakat sudah berusaha memperbaiki bendungan secara swadaya. Namun keterbatasan biaya dan kemampuan teknis membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

“Petani sudah berusaha, tetapi bantuan belum turun. Musim tanam sudah dekat,” katanya.

Ancaman Kerugian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Jika pemerintah tidak segera memperbaiki bendungan, petani berpotensi mengalami kerugian ekonomi besar. Kondisi ini juga mengancam ketahanan pangan di tingkat desa.

Oleh karena itu, warga berharap pemerintah segera memperbaiki bendungan agar musim tanam padi 2026 tetap berjalan dan perekonomian desa tetap terjaga.(*)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Berita Terbaru