KESEHATAN,JS-Sakit gigi akibat gigi berlubang tidak hanya menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan tubuh, rasa percaya diri, dan kualitas hidup seseorang.
Dampak Gigi Berlubang Lebih dari Sekadar Nyeri
Dr. Jeddy, dokter gigi sekaligus Founder JnJ Specialist Dental Care, menyebut gigi berlubang sebagai salah satu masalah paling sering ditemui di klinik. Menurutnya, gigi berlubang bisa menimbulkan kerusakan pada gigi lain, menyebabkan bau mulut, dan menurunkan kepercayaan diri. “Dampaknya bisa terasa di banyak aspek kehidupan, tidak hanya rasa sakit,” jelasnya.
Selain itu, jika kerusakan gigi sudah parah, gigi yang berlubang bisa dicabut. Hal ini otomatis mengurangi fungsi kunyah karena pasien kehilangan gigi untuk menggigit dan mengunyah makanan.
Gejala Sering Tidak Terlihat, Perlu Deteksi Dini
Banyak orang tidak menyadari giginya bermasalah karena gejala awal tidak selalu muncul. Dr. Jefrey D. Susanto dari JnJ Specialist Dental Care menjelaskan, gigi yang sehat tidak menimbulkan nyeri saat makan atau minum. “Jika gigi terasa ngilu ketika minum atau makan yang panas dan dingin, itu sudah menjadi tanda awal gigi berlubang,” ujarnya.
Sayangnya, sebagian besar pasien baru memeriksakan gigi ketika rasa sakit sudah muncul terus-menerus, bahkan saat gigi tidak digunakan. Pada kondisi ini, dokter biasanya harus melakukan perawatan saluran akar atau mencabut gigi yang rusak.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, Dr. Jeddy menekankan pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin, setidaknya enam bulan sekali. Dengan deteksi dini, pasien bisa menjaga kesehatan gigi sekaligus kualitas hidup secara keseluruhan.
“Menjaga kesehatan gigi tidak hanya soal menghindari nyeri. Gigi yang sehat mendukung fungsi makan, kepercayaan diri, dan bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tambahnya.(*)









