KESEHATAN,JS– India kembali menghadapi ancaman penyakit menular berbahaya setelah virus Nipah dilaporkan menular dari manusia ke manusia.
Gejala Awal Sering Mirip Flu
Virus Nipah dikenal karena gejala awalnya yang mirip penyakit ringan, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lemas. Namun, gejala ini bisa berkembang dengan cepat menjadi kondisi serius. Virus dapat menyerang paru-paru dan otak, sehingga pasien berisiko mengalami:
- Gangguan pernapasan: batuk, sesak napas, hingga pneumonia berat yang bisa berujung pada gagal napas.
- Gangguan saraf: kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, dan dalam kasus parah, koma akibat ensefalitis atau meningitis.
“Jika penyakit sudah parah, tingkat kematian bisa mencapai 40 hingga 75 persen,” kata Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.
Pencegahan dan Penanganan Saat Ini
Hingga kini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang berada di sekitar pasien.
- Isolasi pasien: Mencegah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
- Karantina kontak erat: Memantau orang yang pernah berinteraksi dengan pasien untuk mendeteksi gejala sejak dini.
- Kebersihan pribadi: Sering mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari menyentuh wajah.
- Hati-hati dengan makanan: Hindari konsumsi makanan yang mungkin terkontaminasi kelelawar atau babi.
Prof. Tjandra menekankan pentingnya deteksi dini karena masa inkubasi virus ini bisa mencapai 4–21 hari, bahkan lebih lama pada beberapa kasus. Pemantauan ketat dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas.(TIM)









