KESEHATAN,JS– Penjualan vitamin palsu di berbagai marketplace kembali menjadi perhatian publik. Pengguna X, @Racu**********, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli vitamin secara daring.
Dalam unggahannya pada Minggu (25/1/2026), ia menyebut beberapa merek vitamin yang dicurigai palsu dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti Mulittea, Kirkland, Bbeeaauu, dan Imatchme. Ia menyarankan agar masyarakat memilih merek yang sudah dikenal atau lokal, misalnya IPI.
BPOM Siap Tindak Produk Ilegal
Humas BPOM, Eka Rosmalasari, menegaskan bahwa produk-produk tersebut tidak tercatat di database resmi BPOM. “Masyarakat jangan membeli atau mengonsumsi produk yang tidak terdaftar karena berisiko bagi kesehatan,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
BPOM langsung bekerja sama dengan marketplace dan Komisi Digital Indonesia (Komdigi) untuk menindak tautan penjualan produk ilegal. Selain itu, BPOM secara rutin mengawasi sarana produksi dan distribusi, termasuk melalui patroli siber.
Eka juga menekankan perbedaan obat dan suplemen. Obat bertujuan mengobati penyakit, sedangkan suplemen membantu menjaga kesehatan dan menambah stamina.
Cek Legalitas Produk Sebelum Membeli
BPOM menyediakan kanal informasi obat dan vitamin ilegal di https://www.pom.go.id/hot-issue/obat-palsu dan akun media sosial resmi mereka.
Selain itu, masyarakat bisa mengecek legalitas produk melalui laman cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Fitur Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) membantu pembeli memastikan keamanan produk sebelum dibeli.
Bahaya Mengonsumsi Vitamin Palsu
Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, memperingatkan risiko kesehatan dari vitamin palsu. Dalam jangka pendek, produk palsu bisa tidak memberikan manfaat sama sekali karena kandungan zat aktifnya tidak sesuai label. Beberapa vitamin bahkan bisa mengandung mikroba, logam berat, atau bahan kimia berbahaya yang memicu mual, diare, alergi, hingga keracunan.
Konsumsi jangka panjang dapat merusak hati dan ginjal akibat paparan zat toksik, serta menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi. Risiko lain muncul ketika pasien menunda penanganan penyakit karena merasa sudah mengonsumsi vitamin, padahal produk itu tidak efektif.
Cara Membedakan Vitamin Asli dan Palsu
Zullies memberikan beberapa tips sederhana:
- Pastikan vitamin memiliki nomor izin edar BPOM dan verifikasi melalui situs atau aplikasi resmi.
- Periksa informasi produsen, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa yang tercetak rapi.
- Amati kualitas kemasan, label, dan konsistensi tampilan dengan situs resmi produsen.
- Waspadai harga terlalu murah atau penjualan melalui toko tidak resmi.
- Untuk lebih aman, beli vitamin di apotek atau official store dan konsultasikan dengan apoteker.
“Langkah ini memastikan produk yang dikonsumsi aman, bermutu, dan benar-benar bermanfaat bagi kesehatan,” tegas Zullies.(TIM)









