KESEHATAN, JS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap obat palsu yang masih beredar di pasaran.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa temuan ini berasal dari pengawasan lapangan serta laporan masyarakat. “Kami akan terus memperbarui data obat palsu berdasarkan temuan terbaru. Masyarakat dapat memantaunya secara berkala melalui kanal khusus di website BPOM,” ujarnya, dikutip Kompas.com, Selasa (30/12/2025).
Taruna menegaskan bahwa peredaran obat palsu dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Delapan Obat Palsu yang Masih Beredar
BPOM mencatat delapan jenis obat yang rawan dipalsukan, yaitu:
-
Trihexyphenidyl Hydrochloride
-
Produsen: Holi Pharma
-
Kandungan: Trihexyphenidyl hydrochloride 2 mg
-
Nomor Izin Edar (NIE): GKL9817104710A1
-
-
Hexymer
-
Produsen: Mersifarma Tirmaku Mercusana
-
Kandungan: Trihexyphenidyl hydrochloride 2 mg
-
NIE: DKL9933301710A1
-
-
Tramadol Hydrochloride
-
Produsen: Holi Pharma
-
Kandungan: Trihexyphenidyl hydrochloride 2 mg
-
NIE: GKL9917108010A1
-
-
Ponstan
-
Produsen: Pfizer Indonesia
-
Kandungan: Asam mefenamat 500 mg
-
NIE: DKL8519807117A1
-
-
Dermovate Salep & Krim
-
Produsen: Sterling Products Indonesia
-
Kandungan: Clobetasol propionate 0,05%
-
NIE Salep: DKL9232000330A1
-
NIE Krim: DKL9232000429A1 (5 g & 10 g)
-
-
Ventolin Inhaler
-
Produsen: Glaxo Wellcome S.A
-
Kandungan: Salbutamol 0,1 mg
-
NIE: DKL1832005939A1
-
-
Cialis
-
Produsen: Lilly Del Caribe, Inc.
-
Kandungan: Tadalafil 5 mg, 10 mg, 20 mg
-
NIE: DKI1973401817B1 (5 mg), DKI1973401817C1 (10 mg), DKI1973401817D1 (20 mg)
-
Risiko Kesehatan Akibat Obat Palsu
Obat palsu sering mengandung komposisi bahan yang salah. Bahkan, beberapa obat palsu menyelundupkan zat berbahaya lain yang bisa merusak kesehatan.
Akibatnya, masyarakat yang mengonsumsi obat palsu secara berulang kali bisa mengalami:
-
Keracunan dan kegagalan pengobatan
-
Resistensi terhadap obat
-
Ketergantungan serta perilaku penggunaan obat yang tidak aman
-
Risiko kematian
Selain itu, peredaran obat palsu juga meningkatkan biaya pengobatan, menurunkan produktivitas kerja, dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Cara Menghindari Obat Palsu
Untuk melindungi diri, BPOM menyarankan masyarakat memeriksa nomor izin edar dan hanya membeli obat dari apotek resmi atau penyedia terpercaya. Dengan langkah sederhana ini, masyarakat dapat secara signifikan mengurangi risiko mengonsumsi obat palsu yang berbahaya.(AN)









