TEKNOLOGI,JS- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mulai menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik wajah sekaligus memperluas layanan eSIM bagi pelanggan di Indonesia. Melalui teknologi ini, pelanggan dapat mengaktifkan kartu dengan proses yang lebih cepat, praktis, dan aman.
Sebelumnya, perusahaan lebih dulu menjalankan program percontohan sejak September 2025 melalui gerai fisik serta kanal digital. Setelah melewati tahap uji coba tersebut, XLSMART kini menghadirkan sistem registrasi biometrik secara lebih luas bagi pelanggan.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan bahwa perusahaan mengembangkan teknologi pengenalan wajah untuk memperkuat perlindungan data pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
“XLSMART mengutamakan keamanan dan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi operator yang paling dicintai pelanggan,” ujar Merza dalam keterangan resminya.
Teknologi Biometrik Kurangi Risiko Penipuan
Selain meningkatkan keamanan, teknologi biometrik juga membantu operator menekan berbagai potensi penyalahgunaan identitas.
Berdasarkan studi GSMA, sistem verifikasi biometrik mampu mengurangi penggunaan identitas ganda hingga lebih dari 80 persen. Di sisi lain, teknologi tersebut juga meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan atau fraud management sekitar 20–30 persen.
Sementara itu, data dari National Institute of Standards and Technology (NIST) menunjukkan bahwa akurasi sistem pengenalan wajah modern telah mencapai 95 hingga 99 persen. Teknologi ini juga menggunakan fitur liveness detection untuk memastikan proses verifikasi berasal dari wajah asli, bukan dari foto atau rekaman.
Registrasi Kini Jauh Lebih Cepat
Selanjutnya, XLSMART menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih efisien bagi pelanggan. Jika sebelumnya proses aktivasi kartu memerlukan waktu sekitar lima hingga tujuh menit, kini pelanggan dapat menyelesaikan registrasi dalam waktu kurang dari satu menit.
Sistem otomatis tersebut juga mendukung proses Know Your Customer (KYC) secara lebih cepat. Dengan begitu, pelanggan dapat segera menggunakan layanan telekomunikasi setelah registrasi selesai.
Dalam hal perlindungan data, XLSMART menerapkan prinsip security by design dan data minimization. Perusahaan tidak menyimpan data biometrik pelanggan. Sebaliknya, sistem langsung mengirimkan data tersebut ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk proses validasi, lalu menghapusnya setelah verifikasi selesai.
Selain itu, sistem keamanan XLSMART telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk ISO 27001 dan ISO 27701. Perusahaan juga lulus pengujian Presentation Attack Detection (ISO 30107-3). Tingkat kecocokan data dengan Dukcapil bahkan mencapai lebih dari 95 persen dengan tingkat keluhan pelanggan yang sangat rendah.
Menurut Merza, langkah ini menunjukkan komitmen XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang aman dan terpercaya sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.
Pengguna eSIM Terus Bertambah
Di sisi lain, penggunaan eSIM di jaringan XLSMART terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah pengguna eSIM telah melampaui 1,6 juta pelanggan.
Ke depan, perusahaan memperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya perangkat yang mendukung eSIM serta kemudahan aktivasi yang ditawarkan.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, XLSMART juga mengintegrasikan sistem registrasi biometrik dengan layanan eSIM. Integrasi ini membantu mengurangi hambatan teknis saat aktivasi sekaligus memberikan tingkat keamanan yang sama antara pengguna kartu fisik dan eSIM.
Tersedia di 143 Titik Layanan
Saat ini, layanan registrasi biometrik tersedia di 143 titik layanan XLSMART di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut mencakup 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren.
Perusahaan memprioritaskan layanan ini di wilayah dengan kepadatan pelanggan tinggi, seperti Jabodetabek, Jawa Timur, serta sejumlah kota di Sumatra.
Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi secara mandiri melalui kanal digital. Pelanggan dapat mengakses situs resmi XL, AXIS, dan Smartfren atau menggunakan aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF.
Dengan berbagai kanal tersebut, pelanggan kini dapat melakukan registrasi kartu SIM kapan saja dan dari mana saja dengan proses yang lebih praktis.
Cara Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik Wajah di XLSMART
1. Registrasi melalui Website XL dan AXIS
- Buka situs registrasi di https://registrasi.xl.co.id/ atau https://registrasi.axis.co.id/
- Pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK
- Masukkan nomor kartu perdana yang akan diaktifkan serta NIK
- Lakukan swafoto (selfie) dengan wajah berada di dalam area lingkaran. Hindari penggunaan masker, kacamata hitam, atau aksesori lain yang menutupi wajah
- Pastikan berada di ruangan dengan pencahayaan cukup dan latar belakang sederhana
- Sistem akan memverifikasi data biometrik dengan database Dukcapil. Jika cocok, kartu langsung aktif
2. Registrasi melalui Aplikasi myXL atau AXISNET
- Buka aplikasi myXL atau AXISNET
- Masukkan nomor kartu perdana yang akan didaftarkan
- Pilih menu Registrasi dengan Biometrik dan tentukan metode OTP atau PUK
- Masukkan NIK lalu lakukan swafoto sesuai petunjuk
- Setelah sistem memverifikasi data dengan Dukcapil, kartu akan aktif apabila data dinyatakan cocok
3. Registrasi melalui Website Smartfren dan Aplikasi MySF
- Buka laman http://smartfren.com/Activation/
- Masukkan nomor kartu perdana yang ingin didaftarkan
- Masukkan kode OTP yang diterima kemudian kode PUK
- Input NIK dan lakukan swafoto
- Pilih menu Start Video Check lalu ikuti petunjuk yang tersedia
- Sistem akan memverifikasi data dengan Dukcapil. Jika sesuai, notifikasi Aktivasi Berhasil akan muncul dan kartu siap digunakan.(*)









