57 Juta Warga Indonesia Masih Belum Bisa Mengakses Internet, RI Masuk 10 Besar Dunia

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- Pemerataan akses internet di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan layanan berbasis internet, puluhan juta penduduk ternyata belum menikmati koneksi internet.

Laporan terbaru Digital 2027 Global Overview Report yang dirilis We Are Social mencatat sebanyak 57.078.000 penduduk Indonesia belum terkoneksi internet. Jumlah tersebut setara dengan 19,8 persen dari total populasi nasional.

Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi kedelapan dalam daftar 10 negara dengan jumlah penduduk belum terhubung internet terbesar di dunia.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi digital di Tanah Air belum sepenuhnya berjalan seiring dengan pemerataan akses. Sebagian masyarakat sudah menikmati berbagai kemudahan layanan digital, sementara puluhan juta lainnya masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

Kondisi ini juga menjadi perhatian penting karena internet kini memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari mencari informasi, mengakses pendidikan, menjalankan usaha, hingga melakukan transaksi keuangan, semuanya semakin bergantung pada jaringan internet.

Indonesia Punya 231 Juta Pengguna Internet
Di balik besarnya jumlah penduduk yang belum terkoneksi, Indonesia sebenarnya memiliki basis pengguna internet yang sangat besar.

We Are Social mencatat jumlah masyarakat Indonesia yang sudah terhubung dengan internet mencapai 231.341.000 orang. Angka tersebut setara dengan 80,2 persen dari total populasi.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pengguna internet Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar 0,4 persen.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat dunia berdasarkan jumlah populasi yang sudah terkoneksi internet.

Indonesia hanya berada di bawah China yang memiliki sekitar 1,2 miliar pengguna internet, India dengan sekitar 1,03 miliar pengguna, serta Amerika Serikat dengan sekitar 330 juta pengguna.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang sangat besar. Namun, tingginya jumlah pengguna internet belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh masyarakat sudah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi.

Masih adanya 57 juta penduduk tanpa koneksi internet memperlihatkan pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan industri telekomunikasi.

Indonesia Peringkat Kedelapan Negara dengan Penduduk Offline Terbanyak

Dalam daftar negara dengan populasi terbesar yang belum menggunakan internet, Indonesia menempati posisi kedelapan.

Berikut daftar 10 negara dengan jumlah penduduk belum terkoneksi internet terbesar menurut laporan We Are Social:

  • India.
  • Nigeria.
  • China.
  • Pakistan.
  • Ethiopia.
  • Republik Demokratik Kongo.
  • Bangladesh.
  • Indonesia.
  • Tanzania.
  • Uganda.

India menempati posisi pertama dengan sekitar 443,9 juta penduduk yang belum terkoneksi internet. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di antara negara-negara dalam daftar.

Nigeria berada pada posisi kedua dengan 127,8 juta penduduk yang belum terhubung internet. Selanjutnya, China menempati urutan ketiga dengan sekitar 115,7 juta orang.

Sementara itu, Indonesia mencatat 57,078 juta penduduk yang belum online. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Tanzania yang memiliki sekitar 50,3 juta penduduk tanpa internet dan Uganda dengan sekitar 41,5 juta orang.

Posisi Indonesia ini cukup menarik. Sebab, Indonesia juga masuk dalam kelompok negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Baca Juga :  Alarm Bahaya! Kesehatan Mental Remaja Terancam Era Digital, Orang Tua Wajib Tahu Tanda-Tandanya

Artinya, perkembangan internet nasional memperlihatkan dua kondisi yang berjalan bersamaan, yakni besarnya jumlah masyarakat yang sudah terhubung dan masih banyaknya penduduk yang belum menikmati layanan digital.

Mengapa Pemerataan Internet Masih Menjadi Tantangan?

Persoalan konektivitas internet tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jaringan telekomunikasi.

Pemerataan akses juga membutuhkan dukungan infrastruktur, kemampuan ekonomi masyarakat, ketersediaan perangkat, serta pemahaman dalam menggunakan teknologi digital.

Di sejumlah wilayah, terutama kawasan yang jauh dari pusat perkotaan, pembangunan jaringan internet membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau turut menghadirkan tantangan tersendiri. Operator telekomunikasi perlu membangun infrastruktur agar jaringan dapat menjangkau kawasan yang memiliki jumlah penduduk relatif sedikit atau akses transportasi terbatas.

Selain itu, keberadaan jaringan belum tentu menjamin seluruh masyarakat mampu memanfaatkan internet.

Harga perangkat seperti smartphone dan komputer, biaya paket data, serta kemampuan menggunakan layanan digital juga menentukan tingkat pemanfaatan internet.

Survei APJII 2026 yang dikutip Bisnis.com memberikan gambaran mengenai persoalan tersebut. Sebanyak 34 persen responden yang belum menggunakan internet mengaku tidak memiliki perangkat yang mendukung koneksi internet.

Kemudian, 31,5 persen responden menyebut tidak mengetahui cara menggunakan perangkat yang dapat terhubung ke internet.

Sementara itu, 17,2 persen responden menilai harga paket internet terlalu mahal. Ada pula 12,9 persen yang merasa belum membutuhkan internet dalam aktivitas sehari-hari.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pemerataan internet membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar membangun menara telekomunikasi.

Pemerintah juga perlu memperhatikan keterjangkauan layanan, kepemilikan perangkat, dan peningkatan literasi digital masyarakat.

Dampak Besar Jika Puluhan Juta Warga Belum Terkoneksi Internet

Keterbatasan akses internet dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, internet memberikan kesempatan kepada pelajar untuk memperoleh bahan pembelajaran, mengikuti kelas daring, dan mengakses berbagai sumber pengetahuan.

Namun, pelajar yang tinggal di kawasan tanpa jaringan memadai tentu menghadapi keterbatasan dibandingkan mereka yang memiliki akses internet setiap hari.

Situasi serupa juga terjadi dalam sektor ekonomi. Saat ini, banyak pelaku usaha memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan meningkatkan penjualan.

Tanpa koneksi internet, pelaku usaha kecil di daerah berpotensi kehilangan kesempatan untuk memasarkan produk ke pasar yang lebih luas.

Padahal, perdagangan digital dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen di luar daerah, bahkan hingga pasar internasional.

Di sektor pelayanan publik, konektivitas juga semakin penting. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai informasi administrasi, layanan pemerintahan, dan fasilitas publik melalui platform digital.

Ketika sebagian penduduk belum memiliki akses internet, mereka berpotensi menghadapi kesulitan untuk memanfaatkan layanan tersebut.

Oleh karena itu, pemerataan konektivitas bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, informasi, dan peluang ekonomi.

Jumlah Pengguna Internet Dunia Terus Bertambah

Persoalan akses internet juga menjadi tantangan di tingkat global. We Are Social mencatat populasi dunia mencapai sekitar 8,32 miliar jiwa. Laporan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan internet terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

Baca Juga :  GRADE+ Resmi Hadir di Kota Jambi, Internet Unlimited 100 Mbps Mulai Rp210 Ribu, Gratis Instalasi

Analisis dalam laporan itu menyebut jumlah pengguna internet global mencapai 6,15 miliar pada awal Oktober 2026.

Angka tersebut mencerminkan penetrasi internet sebesar 73,9 persen. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah pengguna internet dunia bertambah sekitar 54 juta atau tumbuh 0,9 persen.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa internet semakin melekat dalam aktivitas masyarakat modern.

Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antara negara yang memiliki infrastruktur digital kuat dan negara yang menghadapi keterbatasan konektivitas.

Indonesia menjadi salah satu negara yang perlu mempercepat pemerataan akses agar pertumbuhan pengguna internet tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Pemerintah Perlu Mempercepat Pemerataan Infrastruktur Digital

Besarnya jumlah penduduk yang belum terkoneksi internet menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital.

Pemerataan jaringan perlu menyentuh kawasan pedesaan, daerah terpencil, serta wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan layanan telekomunikasi.
Selain membangun infrastruktur jaringan, pemerintah juga perlu mendorong kolaborasi dengan operator seluler dan penyedia layanan internet.

Langkah tersebut penting agar pembangunan jaringan dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang membutuhkan investasi besar.

Program peningkatan literasi digital juga tidak kalah penting. Masyarakat perlu memahami cara menggunakan internet untuk kegiatan produktif, seperti pendidikan, perdagangan, layanan keuangan, dan pengembangan usaha.
Dengan demikian, akses internet tidak hanya tersedia secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya juga pernah menyoroti persoalan tersebut. Pada Oktober 2025, pemerintah menyebut sekitar 60 juta warga Indonesia belum terkoneksi internet dan mendorong percepatan pembangunan konektivitas hingga ke desa-desa.

Upaya tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam memperluas jangkauan jaringan.

Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Sangat Besar

Di sisi lain, masih banyaknya masyarakat yang belum terkoneksi internet juga memperlihatkan besarnya ruang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas penggunaan layanan digital dalam berbagai sektor.

Ketika akses internet semakin merata, masyarakat di daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha, menjual produk secara online, dan memperoleh informasi pasar.

Sektor perbankan digital, perdagangan elektronik, pendidikan daring, hingga layanan berbasis aplikasi juga berpeluang menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh teknologi.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan koneksi yang stabil dan biaya layanan yang terjangkau.

Pemerataan akses juga perlu berjalan bersama peningkatan keamanan digital agar masyarakat dapat menggunakan internet secara bijak dan terhindar dari penipuan online.

Pada akhirnya, angka 57 juta penduduk Indonesia yang belum terkoneksi internet menjadi pengingat bahwa transformasi digital belum selesai.

Indonesia memang sudah menempati posisi keempat dunia berdasarkan jumlah pengguna internet. Akan tetapi, posisi kedelapan dalam daftar negara dengan penduduk offline terbanyak menunjukkan bahwa pemerataan konektivitas masih membutuhkan perhatian serius.

Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah pengguna internet, melainkan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati manfaat perkembangan teknologi digital.(*)

Berita Terkait

Promo realme 11.11 November 2026, Diskon HP hingga 30 Persen! P4x Baterai 8.000 mAh Mulai Rp2,2 Jutaan
Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Alasan Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat
Samsung Galaxy W27 Bikin Geger! HP Lipat Rp55 Jutaan Ini Punya Kamera 200 MP dan RAM 16 GB
Internet Rumah 100 Mbps Bakal Dibanderol di Bawah Rp200 Ribu, Pemerintah Bidik Tarif Mulai Rp140 Ribu
Daftar Harga HP Infinix, Itel, dan Tecno Terbaru 30 Oktober 2026, Mulai Rp999 Ribu
TECNO POVA Curve 5G Punya Layar 144Hz dan Baterai 5.500 mAh, Ini Spesifikasi Lengkapnya
WhatsApp Uji Fitur Pesan Terjadwal di iPhone, Bisa Kirim Chat Otomatis hingga 2 Minggu
Harga Tecno Megabook K15S Rp8,59 Juta, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh dan 9 Port
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:01 WIB

57 Juta Warga Indonesia Masih Belum Bisa Mengakses Internet, RI Masuk 10 Besar Dunia

Selasa, 3 November 2026 - 15:40 WIB

Promo realme 11.11 November 2026, Diskon HP hingga 30 Persen! P4x Baterai 8.000 mAh Mulai Rp2,2 Jutaan

Senin, 2 November 2026 - 15:31 WIB

Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Alasan Pemerintah dan Dampaknya bagi Masyarakat

Minggu, 1 November 2026 - 21:01 WIB

Samsung Galaxy W27 Bikin Geger! HP Lipat Rp55 Jutaan Ini Punya Kamera 200 MP dan RAM 16 GB

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Internet Rumah 100 Mbps Bakal Dibanderol di Bawah Rp200 Ribu, Pemerintah Bidik Tarif Mulai Rp140 Ribu

Berita Terbaru