Internet Rumah 100 Mbps Bakal Dibanderol di Bawah Rp200 Ribu, Pemerintah Bidik Tarif Mulai Rp140 Ribu

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- Kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya berlangganan internet rumah. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mendorong perluasan layanan internet tetap atau fixed broadband dengan kecepatan mencapai 100 Mbps dan biaya bulanan di bawah Rp200 ribu.

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghadirkan akses internet cepat dengan harga lebih terjangkau bagi keluarga Indonesia. Bahkan, pemerintah membidik biaya berlangganan sekitar Rp140 ribu per bulan untuk menikmati koneksi internet berkecepatan tinggi tersebut.

Rencana ini tentu menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, kebutuhan internet rumah terus meningkat seiring perubahan pola aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital.

Mulai dari belajar daring, bekerja dari rumah, menjalankan usaha online, hingga menikmati hiburan melalui layanan streaming, semuanya membutuhkan koneksi internet yang stabil dan memiliki kapasitas memadai.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menjelaskan bahwa perluasan jaringan fiber optik menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk menekan biaya layanan internet sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas nasional.
Menurut Nezar, pemerintah ingin memperluas jangkauan fixed broadband agar masyarakat tidak hanya mengandalkan jaringan internet seluler.

Pemerintah Bidik Internet Rumah 100 Mbps dengan Tarif Rp140 Ribu

Target internet rumah berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp140 ribu menjadi salah satu poin penting dalam rencana pengembangan infrastruktur digital nasional.
Nezar Patria menjelaskan bahwa perluasan jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga dapat membantu menurunkan biaya langganan internet.

Dengan infrastruktur yang semakin luas, penyedia layanan internet memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kondisi tersebut juga dapat mendorong persaingan usaha dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pilihan paket internet dengan harga lebih kompetitif.
Pemerintah ingin menghadirkan layanan internet yang tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Selama ini, sebagian keluarga harus mengeluarkan biaya cukup besar setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan internet rumah.

Apalagi, keluarga dengan beberapa anggota membutuhkan koneksi yang mampu mendukung aktivitas secara bersamaan.
Karena itu, kehadiran paket internet 100 Mbps dengan tarif di bawah Rp200 ribu berpotensi memberikan pilihan baru bagi pelanggan.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa angka Rp140 ribu masih merupakan target biaya yang pemerintah dorong. Pemerintah belum mengumumkan secara lengkap daftar paket komersial, operator penyedia, maupun jadwal peluncuran layanan secara nasional.

Mengapa Pemerintah Memperluas Jaringan Fiber Optik?

Salah satu persoalan utama dalam pengembangan internet Indonesia terletak pada ketersediaan infrastruktur jaringan.
Jaringan fiber optik memiliki peran penting dalam menghadirkan koneksi internet berkecepatan tinggi. Teknologi ini menggunakan kabel serat optik untuk mengirimkan data dengan kapasitas besar dan mendukung kebutuhan konektivitas rumah tangga.

Melalui perluasan jaringan tersebut, pemerintah ingin memperkuat layanan fixed broadband agar masyarakat memperoleh alternatif selain internet seluler.

Selama ini, banyak pengguna mengandalkan paket data telepon genggam untuk berbagai aktivitas. Padahal, penggunaan internet secara intensif di rumah dapat membutuhkan kapasitas data yang jauh lebih besar.
Sebagai contoh, satu keluarga mungkin menggunakan internet untuk beberapa kebutuhan sekaligus.

Anak-anak mengikuti pembelajaran online, orang tua menjalankan pekerjaan dari rumah, sementara anggota keluarga lainnya menonton video atau mengakses media sosial.
Jika seluruh aktivitas tersebut berlangsung bersamaan, kualitas jaringan menjadi faktor penting.

Koneksi 100 Mbps berpotensi memberikan ruang yang lebih leluasa bagi keluarga untuk menjalankan berbagai kegiatan digital secara bersamaan, selama perangkat, jaringan internal, dan layanan penyedia mendukung kecepatan tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan perluasan fiber optik sebagai bagian penting dari pembangunan infrastruktur digital.

Baca Juga :  Tarif Internet Rumah Turun 22%, Saham Telekomunikasi Punya Peluang Bangkit? Ini Faktor Penentunya

Internet Murah Bisa Membantu Ekonomi Keluarga

Penurunan biaya internet bukan sekadar persoalan pengeluaran bulanan. Konektivitas yang terjangkau juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Salah satu sektor yang berpotensi memperoleh manfaat besar ialah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Saat ini, banyak pelaku usaha memanfaatkan internet untuk memasarkan produk, menerima pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga mengelola transaksi digital.

Dengan koneksi internet rumah yang stabil, pelaku UMKM dapat menjalankan kegiatan usaha secara lebih efisien tanpa harus selalu mengandalkan jaringan seluler.

Selain itu, masyarakat yang bekerja dari rumah juga membutuhkan koneksi berkualitas untuk mengikuti rapat virtual, mengirim dokumen berukuran besar, serta mengakses berbagai platform pekerjaan.

Di sektor pendidikan, internet cepat membantu siswa dan mahasiswa mencari referensi, mengikuti kelas online, serta mengakses materi pembelajaran digital.

Dengan demikian, tarif internet yang lebih terjangkau berpotensi memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan di rumah.

Keluarga juga memiliki peluang mengalokasikan sebagian penghematan biaya internet untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan, kesehatan, maupun pengembangan usaha.

Pemerintah Juga Mengejar Perluasan Jaringan 5G

Selain memperkuat fixed broadband, Kemkomdigi turut mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi jaringan seluler generasi kelima atau 5G.

Nezar Patria menyampaikan bahwa tingkat adopsi 5G di Indonesia saat ini masih berada di bawah 10 persen.

Pemerintah kemudian membidik peningkatan adopsi teknologi tersebut hingga mendekati 30 sampai 40 persen dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Target ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengembangkan dua jalur konektivitas sekaligus.

Pertama, memperluas jaringan fiber optik untuk memenuhi kebutuhan internet tetap di rumah, kantor, dan berbagai fasilitas lainnya.

Kedua, meningkatkan pemanfaatan jaringan 5G untuk mendukung kebutuhan konektivitas seluler dengan kapasitas dan kecepatan yang lebih tinggi.

Kedua teknologi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Fixed broadband memberikan pilihan koneksi internet melalui jaringan tetap, sedangkan 5G mendukung mobilitas pengguna yang membutuhkan akses internet ketika berada di luar rumah.

Melalui pengembangan keduanya, pemerintah ingin memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.

Apakah Internet 100 Mbps Rp140 Ribu Bisa Dinikmati Seluruh Daerah?

Pertanyaan mengenai jangkauan layanan tentu menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.
Sebab, harga murah dan kecepatan tinggi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila jaringan belum menjangkau wilayah tempat tinggal pelanggan.

Pembangunan fiber optik membutuhkan infrastruktur yang memadai, mulai dari jaringan utama, distribusi kabel, hingga sambungan menuju rumah pelanggan.

Kondisi geografis Indonesia juga menghadirkan tantangan tersendiri. Wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki karakter pembangunan jaringan yang berbeda dibandingkan kawasan pedesaan, pegunungan, maupun daerah terpencil.

Karena itu, perluasan jaringan membutuhkan investasi dan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah serta perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Masyarakat juga perlu memperhatikan bahwa target harga di bawah Rp200 ribu belum otomatis menjamin seluruh daerah memperoleh tarif dan kecepatan yang sama.

Ketersediaan jaringan, kebijakan operator, biaya instalasi, perangkat pendukung, serta ketentuan paket langganan dapat memengaruhi biaya akhir yang pelanggan keluarkan.

Dengan demikian, pemerataan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan penting agar masyarakat di berbagai daerah memperoleh kesempatan menikmati internet berkualitas.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Paket Internet Rumah

Rencana internet rumah 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp140 ribu tentu menarik. Namun, calon pelanggan sebaiknya tidak hanya melihat angka kecepatan dan harga bulanan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih layanan internet rumah.

Pertama, pastikan penyedia layanan sudah menjangkau alamat rumah. Setiap operator memiliki cakupan jaringan yang berbeda sehingga calon pelanggan perlu mengecek ketersediaan layanan terlebih dahulu.

Kedua, periksa biaya pemasangan dan perangkat. Sebagian penyedia internet menawarkan harga promosi bulanan, tetapi pelanggan mungkin tetap perlu membayar biaya instalasi atau perangkat tertentu.

Ketiga, perhatikan ketentuan penggunaan layanan. Pelanggan perlu mengetahui masa kontrak, kebijakan penghentian langganan, serta kemungkinan biaya tambahan.

Keempat, periksa kualitas jaringan, bukan hanya kecepatan yang tercantum dalam iklan. Stabilitas koneksi dan kualitas layanan pelanggan juga menentukan kenyamanan penggunaan internet sehari-hari.

Kelima, bandingkan beberapa penyedia layanan sebelum mengambil keputusan. Langkah ini membantu keluarga memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Informasi tersebut penting karena tarif yang terlihat murah belum tentu memberikan nilai terbaik apabila pelanggan menghadapi gangguan jaringan atau biaya tambahan yang tidak mereka perhitungkan.

Internet Cepat dan Terjangkau Jadi Tantangan Transformasi Digital

Rencana pemerintah menghadirkan internet rumah 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu menunjukkan bahwa keterjangkauan konektivitas mulai mendapat perhatian lebih besar.

Namun, pemerintah masih perlu memperkuat pembangunan jaringan agar target tersebut tidak hanya menjadi pilihan bagi masyarakat di kota-kota besar.

Pemerataan infrastruktur, persaingan sehat antarpenyedia layanan, serta peningkatan kualitas jaringan akan menentukan keberhasilan program tersebut.

Jika pemerintah dan industri telekomunikasi mampu memperluas jaringan fiber optik secara konsisten, masyarakat berpeluang memperoleh lebih banyak pilihan layanan internet dengan harga kompetitif.

Pada akhirnya, internet cepat bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan. Konektivitas telah menjadi bagian penting dari pendidikan, pekerjaan, komunikasi, dan aktivitas ekonomi keluarga.

Kini, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan target internet 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp140 ribu per bulan.

Apabila target tersebut berhasil diterapkan dengan jangkauan yang luas, layanan internet rumah berpotensi menjadi semakin terjangkau bagi keluarga Indonesia.(*)

Berita Terkait

Daftar Harga HP Infinix, Itel, dan Tecno Terbaru 30 Oktober 2026, Mulai Rp999 Ribu
TECNO POVA Curve 5G Punya Layar 144Hz dan Baterai 5.500 mAh, Ini Spesifikasi Lengkapnya
WhatsApp Uji Fitur Pesan Terjadwal di iPhone, Bisa Kirim Chat Otomatis hingga 2 Minggu
Harga Tecno Megabook K15S Rp8,59 Juta, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh dan 9 Port
Harga Emas Digital Hari Ini 25 Oktober 2026: Cek Treasury, Lakuemas, dan IndoGold
Tarif Internet Rumah Turun 22%, Saham Telekomunikasi Punya Peluang Bangkit? Ini Faktor Penentunya
Tips Menggunakan Kartu Kredit agar Tidak Terjebak Utang, Pahami Bunga, Limit, dan Biayanya
Bank Besar AS Waspadai Agen AI, Bisa Akses Rekening dan Picu Risiko Transfer Uang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Internet Rumah 100 Mbps Bakal Dibanderol di Bawah Rp200 Ribu, Pemerintah Bidik Tarif Mulai Rp140 Ribu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Daftar Harga HP Infinix, Itel, dan Tecno Terbaru 30 Oktober 2026, Mulai Rp999 Ribu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:31 WIB

TECNO POVA Curve 5G Punya Layar 144Hz dan Baterai 5.500 mAh, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:01 WIB

WhatsApp Uji Fitur Pesan Terjadwal di iPhone, Bisa Kirim Chat Otomatis hingga 2 Minggu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Harga Tecno Megabook K15S Rp8,59 Juta, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh dan 9 Port

Berita Terbaru