7 Kebiasaan Menyimpan Makanan di Dapur yang Diam-Diam Picu Risiko Kanker, Nomor 1 Masih Sering Dilakukan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kesalahan menyimpan makanan

Ilustrasi kesalahan menyimpan makanan

KESEHATAN,JS- Dapur merupakan pusat aktivitas dalam setiap rumah. Di tempat inilah keluarga menyiapkan, menyimpan, dan mengonsumsi makanan setiap hari. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa beberapa kebiasaan sederhana saat menyimpan makanan ternyata dapat membawa dampak serius bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Risiko tersebut bukan hanya berasal dari makanan cepat saji atau bahan makanan yang tidak sehat. Cara menyimpan makanan yang keliru juga dapat memicu terbentuknya berbagai zat berbahaya yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.

1. Memanaskan Makanan Menggunakan Wadah Plastik

Banyak orang memilih cara praktis dengan langsung memanaskan makanan sisa menggunakan wadah plastik di microwave.

Ketika plastik terkena suhu tinggi, berbagai senyawa kimia berpotensi berpindah ke dalam makanan. Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah Bisphenol A (BPA), zat yang sering ditemukan pada beberapa jenis plastik.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa proses pemanasan dalam wadah plastik dapat menghasilkan pelepasan partikel mikroplastik dan nanoplastik dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode penyimpanan lainnya.

Sebagai alternatif, gunakan wadah berbahan kaca tahan panas atau keramik saat memanaskan makanan.

2. Menyimpan Makanan Panas Langsung ke Dalam Plastik

Kesalahan berikutnya sering terjadi setelah proses memasak selesai. Banyak orang langsung memasukkan makanan yang masih panas ke dalam wadah plastik agar lebih praktis.

Padahal, suhu tinggi mempercepat pelepasan senyawa kimia dari plastik ke dalam makanan.

Selain mengurangi kualitas makanan, kebiasaan ini juga meningkatkan potensi paparan zat berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Sebaiknya tunggu makanan hingga suhunya menurun sebelum dipindahkan ke wadah penyimpanan.

3. Membuang Bagian Berjamur Lalu Mengonsumsi Sisanya

Banyak orang menganggap makanan masih aman selama bagian yang berjamur sudah dibuang. Faktanya, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Jamur menghasilkan racun bernama aflatoksin yang dikenal sebagai salah satu zat karsinogen paling berbahaya. Racun ini memiliki hubungan erat dengan peningkatan risiko kanker hati.

Masalahnya, akar dan spora jamur sering kali telah menyebar ke seluruh bagian makanan meskipun hanya sebagian kecil yang terlihat berjamur.

Roti, kacang-kacangan, jagung, dan beberapa jenis buah menjadi makanan yang paling rentan terhadap kontaminasi aflatoksin.

Baca Juga :  Waspada! 10 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Karena itu, segera buang seluruh makanan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan jamur.

4. Menyimpan Daging Olahan Terlalu Lama di Dalam Kulkas

Sosis, ham, bacon, nugget, dan kornet memang praktis untuk disajikan. Namun, produk-produk tersebut mengandung nitrit dan nitrat sebagai bahan pengawet.

Semakin lama produk olahan tersebut tersimpan, semakin besar peluang terbentuknya senyawa N-nitroso yang bersifat karsinogenik.

Badan penelitian kanker dunia telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1 karena bukti ilmiah menunjukkan kaitan kuat antara konsumsi rutin daging olahan dan peningkatan risiko kanker kolorektal.

Untuk mengurangi risiko, konsumsi daging olahan secukupnya dan perhatikan masa simpan yang tertera pada kemasan.

5. Membiarkan Suhu Kulkas Terlalu Hangat

Tidak sedikit rumah tangga yang jarang memeriksa suhu kulkas. Padahal, suhu penyimpanan berperan penting dalam menjaga kualitas makanan.

Kulkas yang terlalu hangat memungkinkan bakteri dan jamur berkembang lebih cepat. Kondisi tersebut mempercepat kerusakan makanan sekaligus meningkatkan kemungkinan terbentuknya zat berbahaya.

Para ahli merekomendasikan suhu kulkas berada pada angka 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Dengan suhu tersebut, pertumbuhan mikroorganisme dapat ditekan secara maksimal.

Selain itu, pastikan pintu kulkas tidak terlalu sering terbuka dalam waktu lama karena kondisi tersebut membuat suhu di dalam kulkas menjadi tidak stabil.

6. Tetap Menggunakan Wadah Plastik Lama dan Rusak

Wadah plastik yang tergores, retak, kusam, atau berubah warna menandakan materialnya mulai mengalami kerusakan.

Ketika kondisi tersebut terjadi, plastik akan lebih mudah melepaskan zat kimia ke dalam makanan. Beberapa jenis plastik, termasuk styrofoam, mengandung bahan kimia tertentu yang mendapat perhatian dari para peneliti karena potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Mengganti wadah lama dengan wadah kaca, stainless steel, atau plastik food grade berkualitas tinggi menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi keluarga.

7. Menyimpan Makanan Asap dan Makanan Awetan Terlalu Lama

Ikan asap, daging asap, ikan asin, serta berbagai makanan awetan memiliki cita rasa khas yang disukai banyak orang. Namun, makanan tersebut juga mengandung senyawa yang perlu diperhatikan.

Proses pengasapan dapat menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan heterocyclic amines yang dikenal memiliki sifat karsinogenik.

Jika penyimpanan berlangsung terlalu lama atau tidak sesuai standar, kualitas makanan akan terus menurun dan potensi risiko kesehatan ikut meningkat.

Karena itu, konsumsi makanan asap dan makanan awetan dalam jumlah wajar serta simpan sesuai petunjuk keamanan pangan.

Cara Aman Menyimpan Makanan untuk Mengurangi Risiko Kanker

Agar keluarga terhindar dari paparan zat berbahaya, terapkan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Gunakan wadah kaca atau stainless steel untuk makanan panas.
  • Hindari memanaskan makanan menggunakan wadah plastik.
  • Atur suhu kulkas pada 4°C atau lebih rendah.
  • Segera buang makanan yang berjamur.
  • Batasi konsumsi daging olahan dan makanan awetan.
  • Periksa kondisi wadah penyimpanan secara berkala.
  • Simpan makanan sesuai masa kedaluwarsa yang dianjurkan.
  • Pisahkan bahan mentah dan makanan matang di dalam kulkas.
Baca Juga :  7 Makanan Favorit yang Ternyata Memicu Gagal Ginjal, Nomor 5 Jadi Andalan Anak Kos

FAQ

Apakah semua wadah plastik berbahaya?

Tidak. Namun, wadah kaca tetap menjadi pilihan terbaik untuk makanan panas.

Apakah makanan berjamur selalu harus dibuang?

Ya. Pada sebagian besar kasus, jamur dan racunnya sudah menyebar ke bagian lain makanan meskipun belum terlihat secara kasat mata.

Berapa suhu kulkas yang ideal?

Suhu kulkas ideal berada pada 4°C atau lebih rendah. Sementara suhu freezer sebaiknya berada di sekitar -18°C.

Apakah daging olahan langsung menyebabkan kanker?

Tidak secara langsung. Namun, konsumsi berlebihan dan berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal.

Apakah makanan asap harus dihindari sepenuhnya?

Tidak perlu. Konsumsilah dalam jumlah wajar dan jangan menjadikannya menu harian.

Kesimpulan

Risiko kanker tidak hanya berasal dari faktor genetik, rokok, atau polusi udara. Kebiasaan sederhana di dapur juga dapat berkontribusi terhadap paparan zat karsinogen jika dilakukan terus-menerus selama bertahun-tahun.

Dengan menerapkan cara penyimpanan makanan yang lebih aman, Anda tidak hanya menjaga kualitas makanan tetapi juga melindungi kesehatan keluarga dalam jangka panjang.

Mulailah dari perubahan kecil hari ini karena dapur yang sehat merupakan fondasi penting bagi kehidupan yang lebih sehat di masa depan.(*)

Berita Terkait

Waspada! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Membuat Kolesterol Jahat Terus Naik
KRIS Segera Berlaku, Ini Nasib Peserta BPJS Kelas 1, 2, dan 3
Krim Pencerah Wajah Aman di Apotek 2026: Kandungan Terbaik yang Direkomendasikan Dokter Kulit
Jangan Sampai Salah, Begini Membedakan Nyeri Punggung Biasa dengan Nyeri Tanda Sakit Ginjal
Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN? Usulan DPR Ini Bisa Ubah Nasib Guru dan Tenaga Kesehatan di Daerah
Masuk Usia 50? Hindari Sarapan Sembarangan, Ini 6 Menu yang Bisa Turunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi
Jangan Anggap Sepele! Mengantuk Berlebihan Bisa Jadi Gejala Gangguan Kesehatan
Bahaya Minuman Manis Berlebihan: Batas Aman Konsumsi Gula Harian dan Risiko Diabetes yang Jarang Disadari
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:02 WIB

7 Kebiasaan Menyimpan Makanan di Dapur yang Diam-Diam Picu Risiko Kanker, Nomor 1 Masih Sering Dilakukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:31 WIB

Waspada! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Membuat Kolesterol Jahat Terus Naik

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:04 WIB

KRIS Segera Berlaku, Ini Nasib Peserta BPJS Kelas 1, 2, dan 3

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:02 WIB

Krim Pencerah Wajah Aman di Apotek 2026: Kandungan Terbaik yang Direkomendasikan Dokter Kulit

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:31 WIB

Jangan Sampai Salah, Begini Membedakan Nyeri Punggung Biasa dengan Nyeri Tanda Sakit Ginjal

Berita Terbaru

Jose Mourinho kembali ke Real Madrid

Sport

Resmi! Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:01 WIB