Insentif Guru Honorer Naik Rp400 Ribu, DPR Nilai Belum Layak

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Insentif Guru Honorer

Ilustrasi Insentif Guru Honorer

JAKARTA,JS – Pemerintah resmi menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400.000 per bulan mulai tahun ini. Namun, kebijakan tersebut belum mampu menjawab persoalan kesejahteraan guru honorer secara menyeluruh.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan kenaikan insentif itu patut mendapat apresiasi. Meski begitu, ia menilai nominal tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup para pendidik.

Target Rp500 Ribu Gagal Tercapai

Baca Juga :  Mulai 2026, Dokter Spesialis di Daerah Terpencil Dapat Insentif

Fikri mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya menargetkan insentif guru honorer sebesar Rp500.000 per bulan. Pemerintah menyampaikan target tersebut dalam pidato kenegaraan Agustus 2024. Namun, realisasi kebijakan justru menetapkan angka Rp400.000.

“Biaya hidup di daerah pemilihan saya saja mencapai Rp800.000 per bulan. Data ini mengacu pada penerima KIP Kuliah. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding insentif guru honorer, yang banyak sudah berkeluarga,” ujar Fikri dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Kritik Publik Dinilai Masuk Akal

Baca Juga :  Cerita Sohari, Honorer yang Mengabdi 34 Tahun

Fikri menanggapi keluhan masyarakat yang menilai kenaikan insentif terlalu kecil. Ia menilai kritik tersebut masuk akal karena beban kerja guru honorer tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka terima.

Namun, ia menjelaskan bahwa sistem pengupahan guru berbeda dengan sektor swasta. Pemerintah harus menyesuaikan kebijakan penggajian dengan kemampuan anggaran negara. Selain itu, perbedaan status kepegawaian antara ASN, PPPK, dan honorer turut memperumit persoalan.

DPR Dorong Kebijakan Tanpa Diskriminasi

Di sisi lain, Fikri menegaskan DPR terus mendorong pemerintah menyusun kebijakan yang adil bagi seluruh guru. Ia menilai pemerintah harus menghapus diskriminasi dalam sistem kesejahteraan pendidik.

Menurutnya, guru memegang peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, negara harus menempatkan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama.

Guru Honorer Terpaksa Cari Penghasilan Tambahan

Baca Juga :  Insentif Guru Honorer Naik, Tenaga Administratif ?

Fikri juga menyoroti kondisi di lapangan. Banyak guru honorer mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, sebagian memilih bekerja sebagai pengemudi ojek daring di luar jam mengajar.

“Kondisi ini berpotensi mengganggu fokus dan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Fikri.

Kodifikasi Undang-Undang Jadi Solusi Jangka Panjang

Sebagai langkah jangka panjang, DPR RI tengah memformulasikan kodifikasi tiga undang-undang. DPR menggabungkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Pendidikan Tinggi dalam satu payung hukum.

Melalui regulasi tersebut, DPR berharap pemerintah dapat memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan.

Perjuangan Tidak Boleh Berhenti

Pada akhirnya, Fikri menegaskan perjuangan menaikkan insentif guru honorer tidak boleh berhenti pada angka Rp400.000 per bulan.

“Perjuangan ini harus terus berjalan agar martabat guru benar-benar terangkat,” pungkasnya.(AN)

Sumber Berita: ANTARA

Berita Terkait

Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII
Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81
PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Berita Terbaru