BISNIS,JS- Harga logam industri mencatat kenaikan pada perdagangan Rabu, dengan tembaga naik stabil, sementara aluminium dan seng menembus level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Di London Metal Exchange (LME), tembaga kontrak tiga bulan menguat 0,6% menjadi US$ 13.087 per metrik ton. Aluminium melonjak 1,7% ke US$ 3.261 per ton, mencapai level tertinggi sejak April 2022, sedangkan seng naik 1,2% menjadi US$ 3.392 per ton, level tertinggi sejak Januari 2023.
Pelemahan dolar AS menjadi katalis utama. Indeks dolar jatuh ke posisi terendah sejak Februari 2022 setelah Presiden AS Donald Trump menyebut nilai dolar terlalu kuat. Dolar yang lemah membuat harga logam berbasis dolar lebih terjangkau bagi investor luar negeri, sehingga mendorong permintaan.
Investor Spekulatif Masuk Pasar Logam
Robert Montefusco, analis Sucden Financial, menyatakan, “Fenomena yang sebelumnya terjadi pada emas dan perak kini muncul pada logam dasar. Investor spekulatif ramai-ramai masuk pasar.” Arus modal spekulatif ini turut memperkuat reli harga logam di LME.
Pasokan Tembaga Jangka Pendek Tetap Longgar
Meski harga naik, kontrak tembaga tunai di LME diperdagangkan dengan diskon sekitar US$ 90 per ton dibanding kontrak tiga bulan. Hal ini menandakan kebutuhan pasokan jangka pendek masih rendah. Di sisi lain, premi Yangshan, indikator permintaan impor tembaga China, turun menjadi US$ 20 per ton, terendah dalam 18 bulan.
Daria Efanova, Kepala Riset Sucden, menjelaskan produsen China cenderung melepas tembaga ke pasar LME untuk mengurangi risiko menjelang libur Tahun Baru Imlek, periode yang biasanya diwarnai volatilitas tinggi.
Aluminium Didukung Prospek Positif dan Permintaan Kuat
Harga aluminium melonjak seiring revisi proyeksi Goldman Sachs. Bank investasi itu menaikkan perkiraan harga rata-rata semester pertama menjadi US$ 3.150 per ton, dari sebelumnya US$ 2.575. Faktor utama adalah rendahnya stok global, ketidakpastian pasokan listrik untuk smelter baru di Indonesia, serta pertumbuhan permintaan dari produsen kendaraan listrik dan jaringan listrik global.
Logam Lainnya Menguat Moderat
Di pasar logam lainnya, timbal naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.022 per ton. Nikel menguat 1,3% menjadi US$ 18.400 per ton. Timah melonjak 2,5% menjadi US$ 56.250 per ton, setelah sempat mencetak rekor US$ 58.340 per ton pada perdagangan Selasa.(TIM)









