BISNIS,JS– MSCI Tunda Perubahan Saham Indonesia, IHSG Jeblok 8%
Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global, menunda perubahan konstituen saham Indonesia pada Rabu (28/1/2026) pagi. Keputusan ini langsung menekan pasar domestik, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8% pada perdagangan hari ini.
Investor Asing Khawatir Transparansi Saham
Andrey Wijaya, analis RHB Sekuritas Indonesia, menilai pengumuman MSCI memperkuat kekhawatiran investor asing terkait transparansi kepemilikan saham. “Keputusan MSCI ini berpotensi menekan arus modal asing dan saham yang sebelumnya diproyeksikan naik kelas,” jelas Andrey.
Selain itu, penilaian ulang valuasi tertunda hingga pasar memperbaiki transparansi.
Meski tekanan cukup besar, Andrey optimistis BEI dan OJK akan merespons cepat. “Mereka kemungkinan akan meningkatkan transparansi data free-float secara bertahap,” katanya.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Pada sesi I perdagangan, IHSG berada di level 8.221,21 atau turun 7,34%, bergerak dalam rentang 8.269–8.596. 30 saham naik, 764 saham turun, dan 10 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.087 triliun.
BEI Terapkan Trading Halt
Tekanan berlanjut saat sesi II dibuka, IHSG bahkan turun hingga 8%. Untuk menahan gejolak, BEI menerapkan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara.
Kejadian ini menegaskan pentingnya transparansi dan reformasi tata kelola saham. Para pelaku pasar menyadari, langkah-langkah perbaikan akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor asing ke depan.(TIM)









