Waspada! Vitamin Palsu Masih Marak di E-Commerce

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vitamin Palsu

Ilustrasi Vitamin Palsu

KESEHATAN,JS– Penjualan vitamin palsu di berbagai marketplace kembali menjadi perhatian publik. Pengguna X, @Racu**********, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli vitamin secara daring.

Dalam unggahannya pada Minggu (25/1/2026), ia menyebut beberapa merek vitamin yang dicurigai palsu dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti Mulittea, Kirkland, Bbeeaauu, dan Imatchme. Ia menyarankan agar masyarakat memilih merek yang sudah dikenal atau lokal, misalnya IPI.

BPOM Siap Tindak Produk Ilegal

Baca Juga :  Waspadai 8 Obat Palsu yang Masih Beredar, Ini Daftarnya

Humas BPOM, Eka Rosmalasari, menegaskan bahwa produk-produk tersebut tidak tercatat di database resmi BPOM. “Masyarakat jangan membeli atau mengonsumsi produk yang tidak terdaftar karena berisiko bagi kesehatan,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

BPOM langsung bekerja sama dengan marketplace dan Komisi Digital Indonesia (Komdigi) untuk menindak tautan penjualan produk ilegal. Selain itu, BPOM secara rutin mengawasi sarana produksi dan distribusi, termasuk melalui patroli siber.

Eka juga menekankan perbedaan obat dan suplemen. Obat bertujuan mengobati penyakit, sedangkan suplemen membantu menjaga kesehatan dan menambah stamina.

Cek Legalitas Produk Sebelum Membeli

Baca Juga :  Konsumsi Obat Hipertensi Setiap Hari, Ini Alasannya

BPOM menyediakan kanal informasi obat dan vitamin ilegal di https://www.pom.go.id/hot-issue/obat-palsu dan akun media sosial resmi mereka.

Selain itu, masyarakat bisa mengecek legalitas produk melalui laman cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Fitur Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) membantu pembeli memastikan keamanan produk sebelum dibeli.

Bahaya Mengonsumsi Vitamin Palsu

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, memperingatkan risiko kesehatan dari vitamin palsu. Dalam jangka pendek, produk palsu bisa tidak memberikan manfaat sama sekali karena kandungan zat aktifnya tidak sesuai label. Beberapa vitamin bahkan bisa mengandung mikroba, logam berat, atau bahan kimia berbahaya yang memicu mual, diare, alergi, hingga keracunan.

Konsumsi jangka panjang dapat merusak hati dan ginjal akibat paparan zat toksik, serta menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi. Risiko lain muncul ketika pasien menunda penanganan penyakit karena merasa sudah mengonsumsi vitamin, padahal produk itu tidak efektif.

Cara Membedakan Vitamin Asli dan Palsu

Baca Juga :  Obati Rindu, Prompt Gemini AI Foto Kenangan Mendiang Keluarga

Zullies memberikan beberapa tips sederhana:

  1. Pastikan vitamin memiliki nomor izin edar BPOM dan verifikasi melalui situs atau aplikasi resmi.
  2. Periksa informasi produsen, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa yang tercetak rapi.
  3. Amati kualitas kemasan, label, dan konsistensi tampilan dengan situs resmi produsen.
  4. Waspadai harga terlalu murah atau penjualan melalui toko tidak resmi.
  5. Untuk lebih aman, beli vitamin di apotek atau official store dan konsultasikan dengan apoteker.

“Langkah ini memastikan produk yang dikonsumsi aman, bermutu, dan benar-benar bermanfaat bagi kesehatan,” tegas Zullies.(TIM)

Berita Terkait

Kenapa Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Alasannya
Tidur Nyaman, Bangun Kesakitan? Waspadai Bantal Terlalu Tinggi
Bupati Lantik Direktur RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci
Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya
BPJS PBI Direaktivasi, Pemerintah Gelar Pengecekan Lapangan
Hati-hati! BPOM; 41 Obat Herbal Mengandung Zat Berbahaya
Pemerintah Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3
Cegah Racun Arsenik, Begini Cara Memasak Nasi yang Benar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:30 WIB

Kenapa Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Alasannya

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:30 WIB

Tidur Nyaman, Bangun Kesakitan? Waspadai Bantal Terlalu Tinggi

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bupati Lantik Direktur RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:30 WIB

Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:00 WIB

BPJS PBI Direaktivasi, Pemerintah Gelar Pengecekan Lapangan

Berita Terbaru

Ilustrasi lupa akun Google

Teknologi

Lupa Akun Google? Begini Cara Pulihkannya dalam 5 Menit!

Minggu, 15 Feb 2026 - 12:00 WIB

Penampakan HUAWEI Mate X7

Teknologi

HP Lipat Terbaru Huawei Bisa Bikin Kamera Flagship Tersipu

Minggu, 15 Feb 2026 - 09:00 WIB