Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lampaui Ekspektasi

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peningkatan Ekonomi Indonesia berdasarkan data BPS

Ilustrasi peningkatan Ekonomi Indonesia berdasarkan data BPS

JAKARTA,JS– Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/YoY). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 yang sebesar 5,03 persen YoY dan melampaui sebagian besar perkiraan ekonom.

Realisasi PDB Capai Rp23.821 Triliun

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp13.580,5 triliun.

“Ekonomi Indonesia tumbuh 5,51 persen secara kumulatif sepanjang 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Industri Pengolahan Dominasi Pertumbuhan

Dari sisi produksi, industri pengolahan memimpin pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025. Selain itu, sektor perdagangan, pertanian, dan informasi serta komunikasi (infokom) juga memberikan kontribusi besar.

Baca Juga :  Pajak Mobil Tinggi, Gaikindo: Pasar Otomotif Terhambat

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama berasal dari konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tetap kuat sepanjang tahun.

Jawa dan Sulawesi Tumbuh Lebih Cepat

BPS mencatat Pulau Jawa dan Sulawesi tumbuh lebih cepat dibanding rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis di kedua wilayah sepanjang 2025.

Melampaui Perkiraan Awal

Mayoritas ekonom dan analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 hanya berada di kisaran 5,1 persen YoY, masih di bawah target APBN sebesar 5,2 persen. Berdasarkan estimasi median Bloomberg, mereka memproyeksikan pertumbuhan tepat 5,1 persen.

Namun, angka 5,11 persen menunjukkan ekonomi nasional tumbuh lebih baik dari perkiraan awal.

Proyeksi Tertinggi hingga Terendah

Helmi Arman dari Citigroup Securities Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen. Beberapa ekonom lain memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,2 persen, sesuai target pemerintah. Mereka antara lain Juniman (Bank Maybank Indonesia), Josua Pardede (Bank Permata), Suryaputra Wijaksana (UOB Kay Hian Securities), Rully Arya Wisnubroto (Mirae Asset Sekuritas Indonesia), dan David Sumual (Bank Central Asia).

Baca Juga :  Danantara Mulai Groundbreaking 6 Proyek Industri Strategis

Proyeksi 5,1 persen disampaikan oleh Euben Paracuelles (Nomura Singapore), Radhika Rao (DBS Bank), Pranjul Bhandari (HSBC), Fikri C Permana (KB Valbury Sekuritas), Brian Tan (Barclays), Hosianna Evalita Situmorang (Bank Danamon), dan Krystal Tan (ANZ).

Prediksi konservatif datang dari Enrico Tanuwidjaja (Bank UOB Indonesia) sebesar 4,7 persen, Jaemin Bang (Moody’s Analytics Singapore) sebesar 4,8 persen, serta Lavanya Venkateswaran (OCBC), CIMB, dan Jin Tik Ngai (JP Morgan) di kisaran 4,9 persen.

Bank BUMN Memiliki Pandangan Berbeda

Dua bank BUMN memproyeksikan pertumbuhan yang berbeda. Bank Mandiri (BMRI) memprediksi ekonomi 2025 tumbuh 5,23 persen, sedangkan Bank Rakyat Indonesia (BRI/BBRI) memprediksi 5,17 persen.

Dengan capaian ini, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global dan tekanan ekonomi internasional.(*)

Berita Terkait

Investasi Makin Mudah dari HP, Investor Pasar Modal Tembus 30,43 Juta: Ini Risiko yang Wajib Dipahami
NPL Kredit Konsumer Bank Besar Naik, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Investor
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar Lengkap Semua Kadar Karat
Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya
Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Investasi Makin Mudah dari HP, Investor Pasar Modal Tembus 30,43 Juta: Ini Risiko yang Wajib Dipahami

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:01 WIB

NPL Kredit Konsumer Bank Besar Naik, Ini Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar Lengkap Semua Kadar Karat

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Berita Terbaru