Indonesia–Selandia Baru Perkuat Kerja Sama MBM, Peluang Besar Sektor Peternakan dan Pakan Ternak Nasional

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Direktorat Peternakan dan kesehatan hewan, Nuryani Zainuddin saat menggelar pertemuan dengan Vice Ambassador of New Sealand terkait kerjsama peternakan dan pakan ternak

Sekretaris Direktorat Peternakan dan kesehatan hewan, Nuryani Zainuddin saat menggelar pertemuan dengan Vice Ambassador of New Sealand terkait kerjsama peternakan dan pakan ternak

JAKARTA,JS- Indonesia terus membuka peluang strategis di sektor peternakan dengan menggandeng Selandia Baru sebagai mitra utama dalam pengembangan pakan ternak berbasis Meat and Bone Meal (MBM). Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mempercepat modernisasi industri peternakan dalam negeri.

Kerja sama ini menjadi sorotan karena menyentuh sektor krusial, yakni penyediaan bahan baku pakan berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan oleh peternak di Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka akses teknologi, standar keamanan, serta praktik terbaik dari industri peternakan global.

MBM Jadi Kunci Penguatan Pakan Ternak

Wakil Duta Besar Selandia Baru, Giselle Larcombe, menegaskan bahwa pihaknya ingin memperluas kerja sama MBM secara berkelanjutan. Ia menilai Indonesia sebagai pasar strategis dengan kebutuhan pakan ternak yang terus meningkat.

Menurutnya, pemahaman terhadap sistem regulasi Indonesia menjadi langkah penting agar kerja sama ini berjalan lancar dan saling menguntungkan. Oleh karena itu, Selandia Baru berkomitmen menyesuaikan standar ekspor dengan kebijakan yang berlaku di Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia membutuhkan pasokan MBM sebagai sumber protein hewani dalam pakan ternak. Ketersediaan bahan ini berperan penting dalam meningkatkan produktivitas peternakan, khususnya unggas dan sapi.

Regulasi Ketat Indonesia Jadi Penentu Keberlanjutan

Indonesia menerapkan regulasi ketat terhadap impor produk peternakan. Pemerintah berfokus menjaga keamanan hayati dan mencegah masuknya penyakit hewan menular dari luar negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa setiap kerja sama harus memenuhi standar biosekuriti yang tinggi. Pemerintah tidak memberikan kompromi terhadap aspek kesehatan hewan.

Namun demikian, Indonesia tetap membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya terbatas pada MBM, pemerintah juga mendorong kolaborasi di bidang:

  • Kesehatan hewan
  • Teknologi peternakan
  • Pengiriman ternak hidup
  • Pengembangan sistem produksi berkelanjutan

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga ingin berkembang sebagai pemain global dalam industri peternakan.

Baca Juga :  4,2 Juta KPM Dicoret dari Bansos 2026! Ini Penyebabnya dan Siapa yang Berhak Gantikan

Peluang Relaksasi Regulasi Ekspor Ternak

Selandia Baru saat ini hanya mengizinkan ekspor ternak melalui jalur udara. Kebijakan ini membatasi volume pengiriman dan meningkatkan biaya logistik.

Namun, pemerintah Selandia Baru sedang mengkaji kemungkinan perubahan regulasi tersebut. Rencana ini akan diajukan ke parlemen untuk memungkinkan jalur distribusi yang lebih fleksibel, termasuk melalui laut.

Jika kebijakan ini disetujui, maka biaya impor ternak ke Indonesia berpotensi turun secara signifikan. Dampaknya akan terasa langsung pada harga pakan dan produk peternakan di dalam negeri.

Dampak Ekonomi: Dorong Investasi dan Pertumbuhan Agribisnis

Kerja sama ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor agribisnis di Indonesia. Industri pakan ternak merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat, seiring meningkatnya konsumsi protein hewani masyarakat.

Dengan pasokan MBM yang stabil dan berkualitas, pelaku usaha dapat:

  • Menekan biaya produksi
  • Meningkatkan efisiensi pakan
  • Memperluas skala usaha peternakan
  • Meningkatkan daya saing produk lokal

Selain itu, kerja sama ini juga berpotensi menarik investasi asing ke sektor peternakan Indonesia. Investor global melihat Indonesia sebagai pasar besar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Strategi Jangka Panjang: Menuju Peternakan Modern dan Berkelanjutan

Indonesia tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga transformasi menuju sistem peternakan modern. Kerja sama dengan Selandia Baru memberikan akses terhadap:

  • Teknologi pengolahan pakan
  • Sistem manajemen peternakan berbasis data
  • Praktik keberlanjutan (sustainable farming)
  • Standar internasional keamanan pangan

Dengan pendekatan ini, Indonesia dapat meningkatkan kualitas produk peternakan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Melesat 2025: Kemiskinan Turun Drastis, Jutaan UMKM Dapat Akses Modal, Ini Rahasianya!

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meskipun peluang terbuka lebar, sejumlah tantangan tetap harus dihadapi, antara lain:

  • Perbedaan standar regulasi antar negara
  • Fluktuasi harga global bahan pakan
  • Ketergantungan impor bahan baku
  • Kesiapan infrastruktur distribusi

Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri harus memperkuat koordinasi serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Kesimpulan: Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Peternakan

Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru dalam sektor MBM menandai langkah penting dalam penguatan industri peternakan nasional. Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan pakan, tetapi juga membuka peluang transformasi menuju sistem agribisnis yang modern dan berdaya saing global.

Dengan regulasi yang tepat, investasi yang berkelanjutan, serta dukungan teknologi, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama di sektor peternakan dunia.(*)

Berita Terkait

PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Presiden Prabowo Disebut Siapkan Kebijakan Penting
ASN Bisa Kerja Dekat Rumah? BKN Uji Skema Baru, Kabar Baik untuk PNS dan PPPK, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
Lowongan Kerja LPDB Koperasi 2026 Resmi Dibuka, Gaji Menarik untuk Lulusan S1, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya
B50 Segera Berlaku, Harga Sawit Berpeluang Naik! Ini Dampaknya bagi Petani Jambi dan Pengguna Solar
Batas Usia Pensiun PNS Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Cek Jabatan Anda Sekarang agar Hak Taspen Tidak Terlambat Diurus
PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Usai OTT KPK, Jabatan Ketua DPW NTB Langsung Diambil Alih DPP
Gaji PPPK 2027 Dibayar Pemerintah Pusat? DPR Ungkap Skema Baru yang Bisa Mengubah Nasib Jutaan ASN
Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:01 WIB

PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Presiden Prabowo Disebut Siapkan Kebijakan Penting

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

ASN Bisa Kerja Dekat Rumah? BKN Uji Skema Baru, Kabar Baik untuk PNS dan PPPK, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:01 WIB

Lowongan Kerja LPDB Koperasi 2026 Resmi Dibuka, Gaji Menarik untuk Lulusan S1, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:01 WIB

B50 Segera Berlaku, Harga Sawit Berpeluang Naik! Ini Dampaknya bagi Petani Jambi dan Pengguna Solar

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:01 WIB

Batas Usia Pensiun PNS Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Cek Jabatan Anda Sekarang agar Hak Taspen Tidak Terlambat Diurus

Berita Terbaru