4,2 Juta KPM Dicoret dari Bansos 2026! Ini Penyebabnya dan Siapa yang Berhak Gantikan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti

JAKARTA,JS- Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pembaruan besar dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Hasilnya, sebanyak 4,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan.

Program ini menjadi bagian penting dalam reformasi sistem perlindungan sosial di Indonesia.

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan terhadap total 18,7 juta KPM Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4.

“Sebanyak 16,8 juta sudah diverifikasi. Dari jumlah itu, 12,6 juta dinyatakan layak, 4,2 juta tidak layak, dan 1,9 juta masih dalam proses verifikasi,” ujarnya.

Seiring dengan perkembangan ekonomi masyarakat, sebagian penerima bansos mengalami peningkatan kesejahteraan. Hal ini menjadi faktor utama pencoretan dari daftar penerima.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa banyak KPM yang sebelumnya tergolong miskin kini telah mengalami perubahan kondisi ekonomi.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Melesat 2025: Kemiskinan Turun Drastis, Jutaan UMKM Dapat Akses Modal, Ini Rahasianya!

Beberapa alasan utama pencoretan antara lain:

  • Sudah memiliki pekerjaan tetap
  • Kondisi rumah lebih layak huni
  • Pendapatan meningkat signifikan
  • Tidak lagi masuk kategori desil 1–4
  • Data tidak sesuai atau tidak valid

Dengan kata lain, program bansos kini semakin selektif dan berbasis data terkini.

Pemerintah Alihkan Bansos ke Penerima Baru yang Lebih Membutuhkan

Setelah mencoret jutaan penerima, pemerintah tidak serta-merta menghentikan bantuan.

Kelompok prioritas penerima baru meliputi:

  • Keluarga dengan rumah tidak layak huni
  • Masyarakat miskin ekstrem
  • Lansia terlantar
  • Penyandang disabilitas
  • Warga tanpa penghasilan tetap

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program bantuan sosial agar tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan.

Strategi Baru Pemerintah: Data Akurat Jadi Kunci

Dalam upaya memperbaiki sistem, pemerintah kini mengandalkan integrasi data nasional.

Beberapa strategi utama yang diterapkan:

  • Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  • Sinkronisasi data dengan Dukcapil
  • Verifikasi lapangan secara berkala
  • Pelibatan pemerintah daerah

Baca Juga :  Rekrutmen PPIH 2025 Dibuka November! Peluang Emas Jadi Petugas Haji, Ini Syarat dan Tahap Seleksinya

Dampak Kebijakan Ini bagi Masyarakat

Kebijakan pencoretan ini memunculkan beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, langkah ini dianggap adil karena bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran terkait kesalahan data.

Meski begitu, pemerintah membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa berhak namun tidak terdaftar.

Masyarakat dapat:

  • Melapor melalui aplikasi resmi
  • Mengajukan verifikasi ulang ke desa/kelurahan
  • Mengikuti pendataan ulang oleh petugas

Peluang Bansos 2026: Siapa yang Berpotensi Mendapatkan?

Bagi masyarakat yang belum pernah menerima bansos, tahun 2026 membuka peluang baru. Dengan adanya pembaruan data, banyak kuota yang kini tersedia untuk penerima baru.

Namun, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi:

  1. Terdaftar dalam DTKS
  2. Termasuk kategori miskin atau rentan
  3. Tidak memiliki penghasilan tetap
  4. Memiliki kondisi tempat tinggal tidak layak

Jika memenuhi kriteria tersebut, peluang untuk mendapatkan bansos akan semakin besar.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Kenapa 4,2 juta KPM dicoret dari bansos?

Karena mereka dinilai sudah tidak memenuhi kriteria penerima, seperti kondisi ekonomi yang membaik atau data yang tidak valid.

2. Apakah bisa mengajukan kembali jika merasa layak?

Ya, masyarakat bisa mengajukan verifikasi ulang melalui pemerintah desa atau aplikasi resmi.

3. Siapa yang akan menggantikan penerima lama?

Penerima baru berasal dari kelompok masyarakat miskin yang belum terdaftar, terutama yang memiliki kondisi ekonomi sangat rendah.

4. Apa itu desil 1–4?

Desil adalah pembagian kelompok ekonomi masyarakat. Desil 1 adalah yang paling miskin, sedangkan desil 4 masih termasuk kategori rentan.

5. Bagaimana cara cek status bansos?

Masyarakat bisa mengecek melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi terkait dengan memasukkan NIK.

Kesimpulan

Pencoretan 4,2 juta KPM dari daftar bansos menjadi langkah tegas pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga meningkatkan keadilan distribusi bantuan.

Di sisi lain, langkah ini membuka peluang bagi masyarakat lain yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan.(*)

Berita Terkait

Pertalite Makin Dibatasi Berdasarkan Jenis Kendaraan? Ini Kriteria yang Sedang Dikaji Pemerintah
Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter, Cek Daftar Lengkapnya
PPPK Nakes dan Tenaga Teknis Kecewa, Merasa Dianaktirikan: Siap Turun Aksi
BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Cek Bansos Rp600 Ribu Pakai NIK KTP dari HP, Termasuk untuk KPM di Jambi
Pemerintah Buka Jalan Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Disiapkan
Tinggal 6 Hari Lagi, Promo Tambah Daya PLN 50 Persen Agustus 2026, Cek Syarat dan Cara Klaim Voucher Merdeka Daya hingga 7.700 VA
Jelang Demo Besar September, DPR dan Pemerintah Umumkan Nasib PPPK Paruh Waktu hingga CPNS 2027
Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Pertalite Makin Dibatasi Berdasarkan Jenis Kendaraan? Ini Kriteria yang Sedang Dikaji Pemerintah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter, Cek Daftar Lengkapnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:01 WIB

PPPK Nakes dan Tenaga Teknis Kecewa, Merasa Dianaktirikan: Siap Turun Aksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:01 WIB

BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Cek Bansos Rp600 Ribu Pakai NIK KTP dari HP, Termasuk untuk KPM di Jambi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Pemerintah Buka Jalan Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Disiapkan

Berita Terbaru