MERANGIN, JS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penculikan anak.
Surat edaran itu kini tersebar luas di media sosial, termasuk Facebook, dan menarik perhatian masyarakat.
Disdikbud Merangin meminta sekolah melakukan langkah pencegahan serius untuk menjaga keamanan peserta didik.
Beberapa poin penting antara lain:
-
Sekolah memastikan penjemput siswa adalah orang tua, wali, atau anggota keluarga yang dikenal.
-
Sekolah meminta konfirmasi langsung kepada orang tua jika penjemput bukan orang tua atau tidak dikenal.
3. Membatasi peserta didik keluar dari lingkungan sekolah tanpa izin yang jelas.
4. Mengaktifkan paguyuban sekolah, seperti grup WhatsApp orang tua murid, untuk memperkuat komunikasi dan pengawasan bersama.
5. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan, di wilayah masing-masing.
Pihak dinas juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta selalu melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah.
Eko salah seorang Kepala Sekolah SD Merangin membenarkan himbauan tersebut. Menurutnya himbauan dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadi perhatian pihak sekolah saat ini.
“Kita tidak ingin ada siswa kita jadi korban penculikan, kini aturan tentang sekolah lebih kita perketat,”sebutnya.(AN)









