Motor dan HP Ditemukan di Tepi Sungai, Seorang Pemancing Dikabarkan Hilang di Sungai Batanghari

Tim SAR Lakukan Pencarian

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pencarian orang yang dikabarkan tenggelam terus dilakukan tim SAR

Upaya pencarian orang yang dikabarkan tenggelam terus dilakukan tim SAR

JAMBIS,JS- Sebuah peristiwa yang mengundang perhatian masyarakat terjadi di aliran Sungai Batanghari, Kota Jambi. Seorang pria bernama Indra, warga Pematang Sulur, dilaporkan hilang saat memancing dan diduga tenggelam di sungai terbesar di Pulau Sumatera tersebut.

Hingga Jumat (5/6/2026) sore, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban di kawasan Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Petugas menyisir sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

Peristiwa ini menambah daftar insiden yang terjadi di Sungai Batanghari dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi jalur transportasi dan sumber mata pencaharian masyarakat, sungai ini juga memiliki arus yang cukup kuat pada beberapa titik sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi bagi para nelayan maupun pemancing.

Kronologi Pemancing Hilang di Sungai Batanghari

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Indra berangkat memancing pada Kamis malam (4/6/2026) sekitar pukul 22.10 WIB. Saat itu, korban menuju kawasan tepian Sungai Batanghari yang biasa digunakan warga untuk mencari ikan.

Namun hingga Jumat pagi, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga merasa khawatir dan mulai berupaya mencari keberadaan korban.

Selanjutnya, keluarga bersama warga sekitar mendatangi lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing. Saat melakukan pencarian awal, mereka menemukan sejumlah barang milik korban berada di tepi sungai.

Temuan tersebut meliputi satu unit sepeda motor, sepasang sandal, serta telepon genggam milik korban. Keberadaan barang-barang pribadi itu menguatkan dugaan bahwa korban mengalami insiden saat berada di sekitar tepian Sungai Batanghari.

Setelah menemukan barang-barang tersebut, warga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak terkait untuk mendapatkan bantuan pencarian.

Baca Juga :  Parkir QRIS Jadi Solusi Modern, Bisakah Sistem Ini Diterapkan di Jambi?

BPBD Kota Jambi Laporkan Kejadian ke Kantor SAR

Informasi mengenai hilangnya korban pertama kali diterima oleh Kantor SAR Jambi dari BPBD Kota Jambi pada Jumat sekitar pukul 13.20 WIB.

Begitu menerima laporan, Kantor SAR Jambi langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan BPBD, aparat setempat, serta masyarakat untuk menentukan langkah pencarian yang paling efektif.

Proses pencarian berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai, cuaca, serta informasi dari saksi yang berada di sekitar lokasi.

Selain itu, petugas juga mengumpulkan berbagai keterangan yang dapat membantu mempersempit area pencarian.

Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Batanghari

Tim SAR gabungan segera bergerak melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batanghari setelah menerima laporan dari BPBD Kota Jambi.

Petugas menggunakan perahu karet dan perlengkapan pencarian air untuk menjangkau sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.

Di sisi lain, masyarakat sekitar turut membantu memberikan informasi terkait aktivitas terakhir korban sebelum dinyatakan hilang.

Upaya pencarian tidak hanya terfokus pada lokasi ditemukannya barang-barang korban. Tim juga memperluas area penyisiran mengikuti karakteristik arus sungai yang memungkinkan korban terbawa ke lokasi lain.

Hingga berita ini ditulis, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sungai Batanghari dan Risiko Aktivitas Memancing Malam Hari

Sungai Batanghari dikenal sebagai sungai terpanjang di Sumatera dan memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat di Provinsi Jambi.

Setiap hari, masyarakat memanfaatkan sungai tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari transportasi, perikanan, hingga kegiatan rekreasi seperti memancing.

Meski demikian, aktivitas memancing pada malam hari memiliki sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan. Minimnya pencahayaan, kondisi tepian sungai yang licin, serta arus yang berubah sewaktu-waktu dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

Karena itu, para pemancing dianjurkan menggunakan perlengkapan keselamatan dan menghindari memancing sendirian, terutama di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Warga Berharap Korban Segera Ditemukan

Kabar hilangnya Indra dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Banyak warga yang datang ke sekitar lokasi untuk memantau perkembangan proses pencarian.

Keluarga korban juga terus menunggu informasi terbaru dari tim SAR gabungan yang bekerja di lapangan.

Harapan besar muncul agar korban segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai kondisi yang sebenarnya.

Sementara itu, petugas mengimbau masyarakat agar tidak mengganggu proses pencarian dan tetap memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk menjalankan tugasnya secara maksimal.

Baca Juga :  Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain

Proses Pencarian Masih Berlangsung

Hingga Jumat sore, operasi pencarian terhadap pemancing yang hilang di Sungai Batanghari masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia guna menemukan korban secepat mungkin.

Petugas juga terus mengevaluasi hasil penyisiran lapangan untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.

Perkembangan terbaru terkait operasi pencarian ini akan terus diperbarui sesuai informasi resmi dari tim SAR dan instansi terkait.

Masyarakat diharapkan mengikuti informasi dari sumber resmi serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi mengenai kejadian tersebut.(*)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Ubah Jam Kerja ASN, Kini Aktivitas Bersama Anak dan Keluarga Masuk Penilaian E-Kinerja
Pimpin Pemusnahan KTP Rusak, Walikota Sungai Penuh juga Serahkan KTP Elektronik ke Pelajar dan Korban Kebakaran
Harga Sawit Juni 2026 Menguat, Simak Daftar Lengkap TBS Jambi Hari Ini
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Wali Kota Alfin Ajak ASN Pilah Sampah
Air PDAM Sungai Penuh Mati Besok! Pelanggan Diminta Tampung Air
Harga Cabai Merah Tembus Rp45.000 per Kg, Berikut Harga Pangan Sungai Penuh di Pasar Tanjung Bajure
Ramai Hoaks Seleksi CPNS di Medsos, BKPSDM Sungai Penuh Minta Masyarakat Waspada
Puluhan Hektare Lahan Tidur di Kerinci Terbengkalai, Warga Gunung Raya Harapkan Program Cetak Sawah Baru
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:01 WIB

Pemkot Jambi Ubah Jam Kerja ASN, Kini Aktivitas Bersama Anak dan Keluarga Masuk Penilaian E-Kinerja

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:31 WIB

Motor dan HP Ditemukan di Tepi Sungai, Seorang Pemancing Dikabarkan Hilang di Sungai Batanghari

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pimpin Pemusnahan KTP Rusak, Walikota Sungai Penuh juga Serahkan KTP Elektronik ke Pelajar dan Korban Kebakaran

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Harga Sawit Juni 2026 Menguat, Simak Daftar Lengkap TBS Jambi Hari Ini

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:31 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Wali Kota Alfin Ajak ASN Pilah Sampah

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Naik lagi, Update Nilai Tukar Ringgit Terhadap Rupiah Hari ini

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:01 WIB