Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. (Sumber/Google)

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Selasa pagi (10/2/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak awal sesi, mata uang Garuda memanfaatkan tekanan yang masih menekan dolar di pasar global.

Data Refinitiv mencatat rupiah dibuka di level Rp16.770 per dolar AS atau naik 0,15 persen. Rupiah melanjutkan kinerja positif setelah pada perdagangan sebelumnya menutup sesi dengan penguatan 0,39 persen di posisi Rp16.795 per dolar AS.

Baca Juga :  Moody’s Turunkan Outlook, IHSG dan Rupiah Tertekan

Selanjutnya, Rupiah Lanjutkan Tren Positif

Penguatan rupiah mencerminkan sentimen pasar yang membaik. Pelaku pasar merespons pelemahan dolar dengan memindahkan sebagian dana ke mata uang negara berkembang.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi rupiah untuk bergerak naik. Namun, volatilitas global tetap membatasi laju penguatan.

Sementara Itu, Indeks Dolar Bergerak Tipis

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,10 persen ke level 96,964 pada pukul 09.00 WIB. Meski demikian, pergerakan ini belum mampu menutup pelemahan tajam pada sesi sebelumnya.

Sehari sebelumnya, indeks dolar terkoreksi hingga 0,83 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih mencari arah.

Di Sisi Lain, Tekanan Dolar Datang dari China

Tekanan terhadap dolar meningkat setelah laporan dari China mencuat. Regulator di negara tersebut meminta lembaga keuangan menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS.

Baca Juga :  Jangan Salah? Ini 5 Kesalahan Trader Crypto yang Wajib Dihindari

Isu ini memicu kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan permintaan asing terhadap aset berdenominasi dolar. Pelaku pasar pun mengurangi eksposur terhadap greenback.

Selain Itu, Data Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian

Faktor domestik AS turut menekan dolar. Direktur National Economic Council, Kevin Hassett, menyampaikan bahwa pasar perlu bersiap menghadapi angka ketenagakerjaan yang lebih rendah.

Ia menilai perlambatan pertumbuhan populasi dan peningkatan produktivitas akan menekan penciptaan lapangan kerja. Pernyataan ini memperkuat sentimen negatif terhadap dolar AS.

Pada Saat Bersamaan, Pasar Cermati Arah Kebijakan The Fed

Pelaku pasar terus menimbang peluang pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) sepanjang tahun ini. Arah kebijakan The Fed tetap menjadi fokus utama pasar global.

Spekulasi meningkat setelah munculnya nominasi Kevin Warsh sebagai calon pengganti Jerome Powell. Isu tersebut menambah ketidakpastian kebijakan moneter AS.

CME Group FedWatch Tool menunjukkan kontrak Fed funds futures mencerminkan peluang 17,8 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed yang berakhir 18 Maret.

Akhirnya, Rupiah Diuntungkan Sikap Tunggu Pasar

Ketidakpastian global mendorong pelaku pasar mengambil sikap wait and see terhadap dolar AS. Situasi ini memberi peluang bagi mata uang lain untuk menguat.

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang memanfaatkan kondisi tersebut. Ke depan, pergerakan rupiah masih bergantung pada rilis data ekonomi AS dan sinyal kebijakan lanjutan dari The Fed.(*)

Berita Terkait

Emas atau Perak? Ini Jawaban Soal Investasi Paling Cuan di 2026!
Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti
Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing
Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara
BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:35 WIB

Emas atau Perak? Ini Jawaban Soal Investasi Paling Cuan di 2026!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:30 WIB

Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026

Berita Terbaru

Wakil walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah cek harga dan stok sembako jelang Bulan Ramadhan

Daerah

Jelang Ramadhan, Wawako Sungai Penuh Sidak Pasar!

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:00 WIB