SUNGAIPENUH,JS– Dalam dua hari terakhir, Bank Jambi Cabang Kerinci dan Sungai Penuh dipadati nasabah. Kondisi ini muncul setelah layanan perbankan mengalami gangguan yang disertai kabar hilangnya dana tabungan milik sejumlah nasabah.
Sejak pagi hingga sore, antrean panjang terlihat di kantor cabang. Mayoritas nasabah yang datang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka memilih mengecek saldo sekaligus menarik uang secara langsung demi memastikan keamanan dana masing-masing.
Antrean Mengular di Tengah Tekanan Kebutuhan
Di sisi lain, situasi ini terasa semakin berat karena kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, banyak ASN rela menghabiskan waktu seharian di bank agar bisa memperoleh kepastian.
Tak hanya gangguan sistem, beredarnya informasi tentang dugaan hilangnya uang tabungan ikut memperbesar keresahan. Akibatnya, kekhawatiran meluas di kalangan ASN di Sungai Penuh dan Kerinci.
“Informasinya sistem memang gangguan. Tapi ada juga kabar nasabah kehilangan uang tabungan. Kondisi ini jelas bikin panik,” ujar seorang ASN Sungai Penuh saat mengantre.
Kekhawatiran Jelang Pencairan Gaji
Mereka khawatir gangguan serupa kembali muncul saat dana gaji masuk ke rekening.
“Katanya proses perbaikan bisa memakan waktu sampai 10 hari kerja. Kami takut nanti saat gaji cair, masalahnya belum selesai,” tambahnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Bagi ASN, gaji bulanan menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya, mulai dari kebutuhan pokok hingga persiapan Lebaran.
Nasabah Desak Percepatan Perbaikan Sistem
Oleh karena itu, para ASN dan nasabah lainnya mendesak Bank Jambi agar mempercepat perbaikan sistem. Mereka menilai langkah cepat dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami berharap Bank Jambi segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai kesalahan sistem justru merugikan nasabah dan memicu krisis kepercayaan,” tegasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak Bank Jambi belum menyampaikan keterangan resmi terkait kepastian waktu normalisasi layanan maupun klarifikasi atas dugaan hilangnya dana nasabah.(*)









