Kabar Baik Debitur! OJK Sebut Bunga Kredit Tak Lagi Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK

OJK

BISNIS,JS- Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) menegaskan bahwa suku bunga kredit perbankan terus menurun dan kini telah mendekati angka 8 persen. Kondisi ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa bunga kredit masih bertahan di level tinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan penurunan bunga kredit berlangsung cukup signifikan dalam setahun terakhir.

“Sekarang sudah turun dan mendekati 8 persen. Sebelumnya masih berada di atas 9 persen,” kata Dian usai menghadiri The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) di Jakarta, Kamis (26/2/2026), dikutip dari Antara.

Baca Juga :  OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Data Bank Indonesia Perkuat Klaim OJK

Sementara itu, data dari Bank Indonesia memperkuat pernyataan OJK. Bank sentral mencatat suku bunga kredit turun sekitar 40 basis poin (bps), dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026.

Penurunan tersebut menandai perbaikan kondisi pembiayaan di sektor perbankan nasional. Selain itu, tren ini memberi ruang lebih luas bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih kompetitif.

Likuiditas Meningkat Dorong Penurunan Bunga

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa peningkatan likuiditas menjadi faktor utama di balik turunnya suku bunga kredit. Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke sistem perbankan dan memperpanjang masa penempatan hingga September 2026.

“Dana itu langsung menambah likuiditas dan menekan biaya dana. Saat likuiditas melimpah, persaingan penghimpunan dana membuat bunga ikut turun,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menertibkan praktik pemberian suku bunga khusus atau special rate. Selama ini, praktik tersebut kerap muncul dalam kerja sama dengan lembaga pemerintah dan BUMN.

Baca Juga :  OJK Wanti-Wanti: Jual Beli Rekening Bisa Bawa Masalah Besar

Menurut Dian, kebijakan ini penting untuk membangun struktur suku bunga yang lebih sehat. Dengan menekan special rate, perbankan dapat menerapkan bunga kredit yang lebih adil dan berkelanjutan.

Kredit Berpeluang Tumbuh, Ekonomi Diharapkan Menggeliat

Akhirnya, OJK optimistis penurunan bunga kredit akan mendorong pertumbuhan permintaan pinjaman. Masyarakat diperkirakan lebih berani mengambil kredit, baik untuk konsumsi maupun pengembangan usaha.

“Ketika bunga kredit turun, minat pinjaman pasti meningkat. Aktivitas konsumsi dan usaha akan bergerak, sehingga perekonomian ikut menggeliat,” tutup Dian.(*)

Berita Terkait

Masih Bingung Soal Saham? Begini Cara Investor Mendapat Untung
Impor Ayam ke Saudi Dihentikan, Ini Daftar Negaranya
ATM Siaga, Bank Mandiri Kucurkan Rp44 Triliun Jelang Lebaran
IHSG Masih Kuat? Simak Level Kunci dan Saham Rekomendasi
Mendag Buka Sinyal Baru: Kopdes Merah Putih Gandeng Minimarket?
Harga Emas dan Perak Hari ini Bervariasi, Ini Daftar Lengkapnya
Antam Lebih Mahal, UBS Lebih Murah—Mana yang Lebih Untung?
Ekonom Ingatkan Risiko di Balik Debt Switch Rp173,4 T
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:30 WIB

Masih Bingung Soal Saham? Begini Cara Investor Mendapat Untung

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:00 WIB

Impor Ayam ke Saudi Dihentikan, Ini Daftar Negaranya

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:00 WIB

ATM Siaga, Bank Mandiri Kucurkan Rp44 Triliun Jelang Lebaran

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:30 WIB

Kabar Baik Debitur! OJK Sebut Bunga Kredit Tak Lagi Tinggi

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:00 WIB

IHSG Masih Kuat? Simak Level Kunci dan Saham Rekomendasi

Berita Terbaru

Arab Saudi setop impor ayam dan telur dari 40 negara

Bisnis

Impor Ayam ke Saudi Dihentikan, Ini Daftar Negaranya

Jumat, 27 Feb 2026 - 16:00 WIB

OJK

Bisnis

Kabar Baik Debitur! OJK Sebut Bunga Kredit Tak Lagi Tinggi

Jumat, 27 Feb 2026 - 13:30 WIB