BUNGO,JS- Gubernur Jambi Al Haris memprioritaskan pembangunan Jembatan Empelu di Kabupaten Bungo sebagai langkah strategis membuka keterisolasian antar desa. Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
Melalui pembangunan jembatan ini, pemerintah menargetkan konektivitas wilayah meningkat sekaligus mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Jembatan 120 Meter Melintasi Sungai Batang Tebo
Jembatan Empelu akan membentang sepanjang 120 meter dan melintasi Sungai Batang Tebo. Infrastruktur ini akan menjadi jalur utama penghubung antar desa yang selama ini bergantung pada akses terbatas dan jalur memutar.
Keberadaan jembatan tersebut diyakini mampu memangkas waktu tempuh warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru.
Instruksi Langsung Saat Safari Ramadhan
Komitmen pembangunan jembatan itu muncul saat Al Haris menghadiri Safari Ramadhan di Masjid Al Falah, Dusun Empelu, Minggu malam (1/3/2026). Dalam forum tersebut, ia langsung menginstruksikan jajaran teknis untuk bergerak cepat.
Al Haris memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Bungo mulai Senin guna menghitung kebutuhan teknis dan anggaran secara rinci.
“Ini kebutuhan masyarakat. Besok tim PU Provinsi turun bersama PU Bungo untuk menghitung detailnya. Kita lihat apakah pembangunan bisa berjalan bertahap tahun ini atau berlanjut tahun depan,” tegas Al Haris di hadapan jamaah.
Jembatan Jadi Akses Vital Antar Desa
Pemerintah Provinsi Jambi menilai Jembatan Empelu sebagai infrastruktur vital karena menghubungkan sejumlah desa yang selama ini terpisah oleh aliran sungai. Tanpa jembatan permanen, aktivitas warga sering terkendala, terutama saat musim hujan.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, pemerintah berharap aktivitas pendidikan, perdagangan, dan layanan kesehatan berjalan lebih lancar.
Nilai Strategis dan Historis Lokasi Jembatan
Dusun Empelu tidak hanya memiliki posisi strategis, tetapi juga nilai sejarah kuat. Masjid Al Falah yang berada di sekitar lokasi jembatan tercatat sebagai masjid tertua di Kabupaten Bungo dan berdiri sejak tahun 1830.
Wilayah ini juga dikenal sebagai tanah kelahiran almarhum H. Hanafi, tokoh perintis berdirinya Provinsi Jambi. Karena itu, Al Haris menegaskan pembangunan jembatan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Pemkab Bungo Siap Dukung Teknis Lapangan
Pemerintah Kabupaten Bungo menyatakan kesiapan mendukung penuh proses perencanaan dan pembangunan Jembatan Empelu. Pemerintah daerah akan bersinergi dengan tim provinsi dalam penyusunan detail teknis agar proyek berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.(*)









