Investor Asing Borong Saham Indonesia, Meski IHSG Tertekan

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan pasar saham indonesia.

Ilustrasi pergerakan pasar saham indonesia.

BISNIS,JS- Investor asing kembali membanjiri pasar saham Indonesia, walaupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan. Aksi beli ini menunjukkan optimisme terhadap prospek pasar saham nasional pasca-reformasi pasar modal.

Net Buy Asing Tembus Rp3,44 Triliun

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (3/3/2026), investor asing mencatat net buy senilai Rp3,44 triliun, jumlah terbesar sejak Oktober 2025. IHSG menurun 0,96% ke level 7.939,76, mencatat penurunan 8,18% sejak awal tahun (YTD).

Baca Juga :  IHSG Melemah Tipis, Analis Ungkap Peluang Rebound Pekan Depan

Fenomena ini menunjukkan meski indeks melemah, investor global tetap melihat peluang di saham-saham unggulan Indonesia.

Reformasi Pasar Modal Tingkatkan Kepercayaan Investor

Kembalinya investor asing terjadi bersamaan dengan serangkaian reformasi pasar modal. Pemerintah menekankan transparansi perdagangan saham dan kemudahan investasi.

Setelah aksi jual asing pada Januari 2026 akibat pengumuman MSCI yang menurunkan status Indonesia menjadi pasar frontier, otoritas pasar modal menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret:

  • Menurunkan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham menjadi 1%.
  • Meningkatkan free float minimal menjadi 15%.

Reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan menjaga arus masuk modal asing tetap stabil.

Baca Juga :  BEI Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%, Investor Kini Bisa Intip Struktur Kepemilikan Emiten

Citigroup Apresiasi Langkah Otoritas

Analis Citigroup Inc., Ferry Wong, menilai langkah BEI memberi kejelasan lebih besar bagi investor. Menurut Wong, pengungkapan ultimate beneficial ownership di atas ambang 1% telah rampung dan berlaku efektif.

“Langkah ini mengurangi ketidakpastian likuiditas dan memperkuat kemungkinan emiten utama Indonesia masuk indeks MSCI,” ujarnya, dikutip Bloomberg, Rabu (4/3/2026).

Dengan kondisi ini, investor kini akan terus memantau apakah reformasi tersebut cukup untuk menjaga dukungan MSCI dan memperkuat arus masuk modal asing ke pasar saham Indonesia.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000
Rekomendasi Saham HRTA, MAPI, dan DEWA untuk Selasa 3 November 2026, Investor Perlu Cermati Peluang dan Risiko
Harga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik, Simak Daftar Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg dan Buyback
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi
Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis
Harga Emas Digital Hari Ini Minggu 1 November 2026: Cek Harga Beli, Harga Jual dan Selisihnya
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Pertalite, Pertamax hingga Dexlite di Jambi
Harga Emas Antam 31 Oktober 2026 Turun Lagi, Buyback Anjlok Rp65.000! Ini Daftar Harga Terbaru dan Selisihnya
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000

Senin, 2 November 2026 - 14:01 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik, Simak Daftar Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg dan Buyback

Senin, 2 November 2026 - 11:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi

Senin, 2 November 2026 - 09:31 WIB

Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis

Minggu, 1 November 2026 - 13:10 WIB

Harga Emas Digital Hari Ini Minggu 1 November 2026: Cek Harga Beli, Harga Jual dan Selisihnya

Berita Terbaru