SUNGAIPENUH,JS- Sejumlah nasabah Bank Jambi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mulai menarik tabungannya secara diam-diam. Kondisi ini muncul setelah gangguan teknis di bank membuat banyak nasabah khawatir akan keamanan dana mereka.
ASN dan Masyarakat Umum Pindahkan Dana
Sejumlah nasabah yang memindahkan simpanan berasal dari kalangan ASN, pekerja swasta, kontraktor, hingga masyarakat umum. Mereka menarik dan memindahkan dana secara bertahap ke bank lain agar tabungan tetap aman.
“Saya memutuskan menarik tabungan sedikit demi sedikit dan memindahkannya ke bank lain. Saya khawatir gangguan teknis ini terjadi lagi. Meski tabungan tidak hilang, proses pengembalian dana biasanya memakan waktu dan prosedurnya rumit,” ungkap salah seorang nasabah yang meminta namanya tidak ditulis.
Antrian Panjang Picu Kekhawatiran
Selain itu, gangguan ATM dan mobile banking beberapa hari terakhir memaksa nasabah antre dari subuh hingga sore hanya untuk menarik uang, termasuk gaji bulanan.
“Beberapa hari belakangan, saya merasakan antrian sangat panjang. Apalagi menjelang Ramadhan, menunggu di bank bisa menguras energi. Kita menabung untuk kebutuhan darurat, jadi kalau kondisinya begini, bisa-bisa pusing sendiri,” tambahnya.
Dampak Gangguan Teknis Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Gangguan teknis yang sempat terjadi di Bank Jambi membuat banyak nasabah merasa tidak nyaman. Mereka harus menyesuaikan jadwal dan menyiapkan waktu lebih lama hanya untuk urusan sederhana seperti menarik tabungan. Kondisi ini memicu ketidakpastian dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Harapan Nasabah dan Tuntutan Layanan Lebih Baik
Para nasabah berharap pemerintah provinsi Jambi dan pemerintah kota Sungai Penuh serta Kerinci segera menanggapi fenomena ini. Selain itu, mereka menuntut Bank Jambi meningkatkan pelayanan agar lebih cepat, praktis, dan nyaman bagi seluruh nasabah.
“Kedepannya, kami berharap Bank Jambi bisa memberikan layanan ekstra yang mempermudah nasabah. Dengan begitu, masyarakat merasa aman dan tidak khawatir menabung di bank,” pungkasnya.(*)









