Banjir Rob Ancam Jambi Saat Lebaran BMKG Ungkap Daerah Paling Rawan dan Jam Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Ancaman banjir rob kembali menghantui wilayah pesisir Provinsi Jambi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan air laut yang bisa memicu genangan di sejumlah daerah pesisir.

Selain itu periode 23 hingga 26 Maret 2026 bertepatan dengan momentum libur Lebaran. Karena itu kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

Fenomena Alam Picu Lonjakan Air Laut

Pertama BMKG mengidentifikasi faktor utama penyebab banjir rob. Fenomena fase bulan baru bertemu dengan kondisi perigee saat jarak bulan berada paling dekat dengan bumi.

Baca Juga :  Tren Harga Sawit Jambi 2026: TBS Diprediksi Naik Signifikan Usai Lebaran

Akibatnya gaya tarik gravitasi meningkat dan langsung mendorong kenaikan permukaan air laut.

Selain itu angin kencang dan tekanan udara rendah ikut memperparah kondisi di wilayah pesisir. Karena kombinasi tersebut risiko banjir rob meningkat secara signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah Pesisir Jadi Titik Paling Rentan

Selanjutnya pemerintah memetakan daerah yang berisiko tinggi. Wilayah pesisir timur Jambi masuk dalam kategori rawan.

Fokus utama berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kedua wilayah ini memiliki dataran rendah serta garis pantai panjang. Oleh sebab itu air laut lebih mudah meluap ke daratan.

Bahkan di beberapa titik air berpotensi masuk ke permukiman warga dan mengganggu akses jalan utama.

Waktu Kritis yang Harus Diwaspadai

Sementara itu masyarakat perlu memahami waktu terjadinya banjir rob. Air laut biasanya mencapai puncak pasang pada pagi hari serta malam hingga dini hari.

Karena itu warga harus meningkatkan kewaspadaan pada jam jam tersebut.

Baca Juga :  Sukses Besar! Desa di Jambi Ini Ubah Dana Rp35 Juta Jadi Rp700 Juta

Jika air laut naik, genangan bisa muncul dengan cepat dan langsung mengganggu aktivitas harian.

Dampak Banjir Rob Semakin Meluas

Di sisi lain banjir rob tidak hanya menimbulkan genangan ringan. Dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

  • Pertama air laut bisa menggenangi rumah warga terutama di dataran rendah.
  • Kemudian genangan air bisa menghambat akses jalan sehingga mobilitas masyarakat terganggu.
  • Selain itu nelayan menghadapi risiko tinggi saat melaut akibat kondisi laut yang tidak stabil.
  • Bahkan tekanan air laut bisa merusak infrastruktur seperti drainase jalan dan fasilitas umum.

Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sebagai respons pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Pemerintah menyebarkan peringatan dini ke masyarakat pesisir agar mereka segera bersiap.

Selain itu pemerintah menyiagakan alat berat dan pompa air di titik rawan untuk mempercepat penanganan.

Kemudian pemerintah terus memantau kondisi cuaca dan pasang air laut melalui koordinasi intensif dengan BMKG.

Tidak hanya itu pemerintah juga mengaktifkan posko siaga bencana agar petugas bisa merespons situasi darurat dengan cepat.

Langkah Penting yang Harus Dilakukan Warga

Oleh karena itu masyarakat perlu mengambil langkah antisipasi sejak dini.

  • Pertama warga harus memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  • Selanjutnya warga sebaiknya menghindari aktivitas di pesisir saat air laut pasang.
  • Kemudian warga perlu memastikan saluran air tetap lancar agar genangan tidak semakin parah.
  • Selain itu masyarakat perlu menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter dan obat obatan.
  • Terakhir warga harus rutin memantau informasi resmi dari BMKG agar tidak ketinggalan update terbaru.

Momentum Lebaran Perbesar Risiko

Di sisi lain momentum Lebaran meningkatkan aktivitas masyarakat secara signifikan.

Banyak warga melakukan perjalanan mudik dan berkumpul bersama keluarga. Namun kondisi ini justru meningkatkan risiko ketika banjir rob terjadi.

Karena itu pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meskipun sedang menikmati liburan.(*)

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan
Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat
Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern
Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga
Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah Disorot, Bupati Dillah Turun Langsung ke UGD dan Apotek
Internet Telkomsel Error Massal di Kerinci, Aktivitas Digital Lumpuh Sejak Sore
Gubernur Jambi Dukung Tunjangan Beras ASN, Kabar Besar untuk PNS di Tengah Harga Pangan Melonjak
KADIN Tebo Era Baru Dimulai, Bupati Targetkan Investasi dan Lapangan Kerja Meningkat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:04 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:02 WIB

Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:03 WIB

Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:09 WIB

Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah Disorot, Bupati Dillah Turun Langsung ke UGD dan Apotek

Berita Terbaru

Kesehatan

Siap- siap, Tarif BPJS Kelas 1-3 Diprediksi Naik Mei ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB