Banjir Mengintai Kuala Tungkal! PLN Ungkap 5 Cara Selamat dari Sengatan Listrik yang Sering Diabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN ULP Kuala Tungkal

PLN ULP Kuala Tungkal

TANJABBAR,JS- Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kuala Tungkal dan sekitarnya mulai memicu kekhawatiran akan potensi genangan air hingga banjir. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko bahaya listrik saat banjir yang kerap luput dari perhatian.

Menanggapi situasi tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Tungkal mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko listrik saat banjir. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kejadian fatal seperti korsleting hingga sengatan listrik yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Perkuat Kinerja dan Profesionalisme BUMD

Air dan Listrik, Kombinasi Berbahaya

Manager PLN ULP Kuala Tungkal, Yossa Perdana, menegaskan bahwa air merupakan konduktor listrik yang sangat baik. Artinya, ketika air mulai masuk ke dalam rumah, risiko tersengat listrik meningkat drastis.

“Banyak masyarakat yang masih menganggap sepele kondisi ini. Padahal, saat banjir, arus listrik bisa merambat melalui air dan membahayakan siapa saja yang berada di sekitarnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan cepat dari masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan listrik selama musim hujan.

5 Langkah Penting Hindari Bahaya Listrik Saat Banjir

Agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem, PLN membagikan lima panduan praktis yang wajib diterapkan saat air mulai menggenangi rumah:

1. Matikan Instalasi Listrik Secepatnya

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan aliran listrik dari sumber utama. Segera turunkan Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter ke posisi OFF ketika air mulai masuk ke dalam rumah.

Langkah ini sangat penting untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran atau sengatan listrik.

Baca Juga :  Sengketa Batas Tanjabbar–Tanjabtim Berlanjut ke TPBD Pusat

2. Cabut Semua Peralatan Elektronik

Selanjutnya, pastikan seluruh peralatan elektronik yang masih terhubung ke stop kontak segera dicabut. Kabel yang terendam air berpotensi menghantarkan listrik dan menjadi sumber bahaya.

Selain itu, tindakan ini juga membantu melindungi perangkat dari kerusakan akibat lonjakan listrik.

3. Evakuasi Barang Elektronik ke Tempat Aman

Pindahkan peralatan elektronik berharga seperti televisi, kulkas, dan perangkat lainnya ke tempat yang lebih tinggi dan kering. Dengan begitu, kerusakan akibat air dapat diminimalkan.

Langkah ini juga penting untuk menghindari kerugian finansial yang lebih besar pascabanjir.

4. Segera Laporkan ke PLN 123

Jika air sudah tinggi namun listrik masih menyala, segera laporkan kondisi tersebut melalui Contact Center PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile.

Respons cepat dari PLN sangat dibutuhkan untuk memutus aliran listrik di area terdampak demi keselamatan warga.

5. Koordinasi dengan Instansi Terkait

Selain melapor ke PLN, masyarakat juga diimbau untuk berkoordinasi dengan instansi penanggulangan bencana setempat. Hal ini penting untuk proses evakuasi dan penanganan darurat lainnya.

Kolaborasi antara warga dan pihak berwenang akan mempercepat penanganan situasi krisis.

Penormalan Listrik Tidak Bisa Instan

Lebih lanjut, Yossa menjelaskan bahwa proses penyalaan kembali listrik setelah banjir surut tidak bisa dilakukan secara langsung. PLN harus memastikan seluruh instalasi dalam kondisi benar-benar aman sebelum aliran listrik dinyalakan kembali.

“Penormalan listrik baru dilakukan setelah instalasi dipastikan kering dan aman. Selain itu, kami juga memerlukan verifikasi melalui penandatanganan Berita Acara yang disaksikan oleh RT, RW, atau tokoh masyarakat setempat,” tambahnya.

Prosedur ini bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang tersisa, sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan listrik dengan aman.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Dengan meningkatnya potensi banjir akibat cuaca ekstrem, PLN menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Edukasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mengurangi risiko kecelakaan listrik.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mengambil tindakan berisiko seperti menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah atau tetap menyalakan listrik saat rumah terendam air.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, kewaspadaan dan tindakan preventif menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga.

 

Berita Terkait

Krisis Kepercayaan Nasabah Usai Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN Dorong Pemerintah Cari Alternatif Layanan Perbankan
Idulfitri 2026 Bikin UMKM Jambi Panen Besar, Ini Sektor yang Paling Laris!
Termasuk Jambi, Update Harga BBM 29 Maret 2026
Kaget! Harga Cabai Pasca Lebaran di Jambi Naik Drastis, Ini Penyebabnya
Kabar Terbaru Arus Balik 2026: Sarolangun Sudah Sepi, Tapi Kondisi Jalan Bikin Khawatir
Fakta Mengejutkan di Pasar Tanjung Bajure, Pedagang Keluhkan 3 Masalah Utama Ini
Warga Koto Datuk Panik!, Detik-Detik Rumah di Koto Datuk Terbakar
SNBT 2026 Dibuka! Rebut 3.797 Kursi di UNJA, Ini Cara Lolos UTBK yang Jarang Diketahui
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:30 WIB

Krisis Kepercayaan Nasabah Usai Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN Dorong Pemerintah Cari Alternatif Layanan Perbankan

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:30 WIB

Idulfitri 2026 Bikin UMKM Jambi Panen Besar, Ini Sektor yang Paling Laris!

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:30 WIB

Termasuk Jambi, Update Harga BBM 29 Maret 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:30 WIB

Kaget! Harga Cabai Pasca Lebaran di Jambi Naik Drastis, Ini Penyebabnya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:30 WIB

Banjir Mengintai Kuala Tungkal! PLN Ungkap 5 Cara Selamat dari Sengatan Listrik yang Sering Diabaikan

Berita Terbaru