Waspada Kecanduan Pinjol: Solusi Cepat Bisa Picu Stres dan Masalah Mental

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecanduan pinjol

Ilustrasi kecanduan pinjol

KESEHATAN,JS- Pinjaman online (pinjol) kerap menjadi jalan pintas saat kebutuhan finansial mendesak. Proses cepat, mudah, dan nyaris tanpa tatap muka membuat banyak orang tergiur. Namun, kemudahan ini bisa menimbulkan risiko psikologis serius, terutama jika digunakan berulang hingga menimbulkan ketergantungan.

Apa yang Terjadi:

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi, menjelaskan bahwa kecanduan pinjol bukan sekadar masalah keuangan. Kondisi ini terkait erat dengan tekanan emosional dan cara seseorang merespons stres. “Pinjol menawarkan gratifikasi instan. Saat seseorang tertekan secara finansial atau emosional, solusi cepat ini terasa menenangkan, meski risikonya besar di kemudian hari,” jelas Meity saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/12/2025).

Penjelasan Inti:

Secara psikologis, pinjol bekerja dengan mekanisme kelegaan sesaat. Saat dana cair, kecemasan mereda dan muncul rasa lega. Namun, ketenangan ini bersifat sementara. Ketika tagihan datang, stres justru meningkat.

Baca Juga :  Waspada Pinjol Ilegal, Ini Daftar dan Cara Cek Pinjol Resmi OJK 2026

“Dalam kondisi tertekan, otak cenderung memilih cara tercepat untuk mengurangi ketidaknyamanan emosional. Jika pola ini diulang terus, seseorang belajar bahwa pinjol adalah jalan pintas untuk meredakan stres,” tambah Meity. Pola inilah yang perlahan membentuk kebiasaan, bahkan ketergantungan, meski individu sadar dampak negatifnya.

Rincian Lengkap:

  • Kenali pemicu emosional sebelum berutang
    Meity menekankan pentingnya menyadari emosi yang mendorong keputusan berutang. Apakah karena kebutuhan mendesak, rasa cemas, tekanan sosial, atau keinginan mempertahankan gaya hidup? Banyak orang menggunakan pinjol bukan karena kebutuhan, melainkan untuk menghindari rasa tidak nyaman, seperti takut dianggap gagal atau tertinggal dari lingkungan.
  • Latih kemampuan menunda kepuasan
    Salah satu cara efektif mencegah kecanduan adalah melatih delayed gratification. Daripada langsung mencari pinjol, beri jeda waktu untuk berpikir dan mengevaluasi risiko. Teknik sederhana seperti menarik napas dalam, menulis kekhawatiran, atau berdiskusi dengan orang tepercaya dapat meredam impuls.
  • Susun rencana keuangan realistis
    Menyusun daftar prioritas dan memahami kemampuan finansial memberi rasa kontrol. Catat pengeluaran, tetapkan batas darurat, dan lakukan langkah kecil secara konsisten. Rasa memiliki kendali dapat menurunkan kecemasan dan mencegah keputusan impulsif.
  • Jangan hadapi sendiri, cari dukungan
    Dukungan sosial berperan penting. Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau pasangan dapat meringankan beban emosional. Jika tekanan sudah mengganggu keseharian, bantuan profesional seperti psikolog dapat membantu mengelola kecemasan, rasa malu, dan perasaan tidak berdaya.

Dampak untuk Masyarakat:

Penggunaan pinjol secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, tekanan sosial, dan kualitas hidup yang menurun. Kesadaran akan dampak psikologis pinjol penting agar masyarakat tidak terjebak dalam siklus utang dan stres berkepanjangan.

Baca Juga :  Resmi OJK! Ini 95 Pinjol Legal Maret 2026, Cek Daftar Lengkap Agar Tidak Terjebak Pinjaman Ilegal

FAQ dan Solusi:

  • Apakah pinjol selalu berisiko?
    Tidak, jika digunakan sesekali untuk kebutuhan mendesak dan dengan perencanaan matang. Risiko muncul saat digunakan impulsif dan berulang.
  • Bagaimana menahan diri dari kecanduan pinjol?
    Mengenali emosi, menunda keputusan, membuat rencana keuangan realistis, dan mencari dukungan sosial atau profesional.
  • Data relevan:
    Survei OJK 2025 menunjukkan lebih dari 30% pengguna pinjol menggunakan layanan ini untuk meredakan stres atau tekanan sosial, bukan kebutuhan mendesak.
  • Solusi praktis:
    Membuat anggaran darurat, menabung, memanfaatkan lembaga keuangan resmi dengan bunga rendah, dan mengikuti edukasi literasi keuangan.

Kesimpulan:

Pinjol memang solusi cepat, tapi bisa memicu kecanduan dan masalah psikologis serius. Kunci mencegahnya adalah mengenali pemicu emosional, menunda kepuasan, menyusun rencana keuangan realistis, dan tidak takut mencari dukungan. Fokus pada pemulihan dan kebiasaan baru lebih sehat daripada menyalahkan diri sendiri.(*)

Berita Terkait

Operasi Katarak Ditanggung BPJS Kesehatan? Simak Syarat, Prosedur, dan Faktanya
Asam Urat Datang Diam-Diam! Ini 7 Gejala Awal yang Sering Diabaikan
5 Kebiasaan Sehari-hari Picu Tumor Otak, Nomor 3 Paling Banyak Dilakukan!
Berlaku 23 Maret 2026, Ini Rincian Iuran BPJS Terbaru
Biaya Rumah Sakit Bisa Habisin Tabungan! Ini Cara Aman Lindungi Keuangan Keluarga
Waspada! Ini Risiko Kesehatan Saat Lebaran 2026 dan Cara Menghindarinya
Tips Promil Saat Puasa Ramadan Ala Boyke Dian Nugraha
27 Ribu Produk Ilegal Masuk Pasar, Konsumen Diminta Waspada
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:30 WIB

Waspada Kecanduan Pinjol: Solusi Cepat Bisa Picu Stres dan Masalah Mental

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:00 WIB

Operasi Katarak Ditanggung BPJS Kesehatan? Simak Syarat, Prosedur, dan Faktanya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:30 WIB

Asam Urat Datang Diam-Diam! Ini 7 Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:30 WIB

5 Kebiasaan Sehari-hari Picu Tumor Otak, Nomor 3 Paling Banyak Dilakukan!

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:00 WIB

Berlaku 23 Maret 2026, Ini Rincian Iuran BPJS Terbaru

Berita Terbaru