Wali Kota Alfin Tinjau Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh: Strategi Baru Dorong Ekonomi UMKM, Kebersihan, dan Lonjakan Daya Saing Pasar Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Sungai Penuh, Alfin saat meninjau pasar Tanjung Bajure

Walikota Sungai Penuh, Alfin saat meninjau pasar Tanjung Bajure

SUNGAIPENUH,JS- Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi Pasar Tanjung Bajure pada Sabtu (11/4/2026). Ia tidak hanya melihat kondisi fisik pasar, tetapi juga mendorong percepatan transformasi pasar rakyat menjadi pusat ekonomi modern yang tetap berpihak pada pedagang kecil.

Alfin menegaskan bahwa pemerintah kota ingin memastikan penataan pasar berjalan efektif, tidak mengganggu aktivitas perdagangan, serta tetap meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang. Ia membawa langsung Sekretaris Daerah Alpian serta jajaran terkait untuk memastikan setiap aspek lapangan mendapat perhatian serius.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat ekonomi daerah, terutama sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perputaran uang di tingkat lokal.

Pemerintah Dorong Efisiensi dan Kenyamanan

Dalam peninjauan tersebut, Alfin menyusuri berbagai titik strategis Pasar Tanjung Bajure. Ia mengecek langsung kondisi lapak pedagang, akses jalan, area parkir, hingga kebersihan lingkungan pasar.

Selain itu, ia juga memperhatikan alur pergerakan pengunjung agar aktivitas jual beli berjalan lebih lancar dan tidak menimbulkan penumpukan di titik tertentu.

Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong konsep pasar tertata yang mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Namun, Alfin tetap menekankan pentingnya mempertahankan karakter pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing pasar sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Dialog Langsung dengan Pedagang: Aspirasi Jadi Bahan Kebijakan

Tidak berhenti pada peninjauan visual, Alfin juga berdialog langsung dengan para pedagang. Ia mendengarkan berbagai masukan terkait kondisi lapak, fasilitas umum, serta kenyamanan berjualan.

Para pedagang menyampaikan sejumlah kebutuhan penting, seperti perbaikan drainase, penataan ulang kios, peningkatan penerangan, serta penguatan fasilitas kebersihan.

Alfin merespons cepat setiap aspirasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan suara pedagang karena mereka menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi daerah.

“Kami ingin pasar ini berjalan tertib, nyaman, dan tetap menguntungkan pedagang. Kami juga ingin masyarakat merasa aman dan betah saat berbelanja,” ujar Alfin.

Baca Juga :  Kabar Baik! 31 Formasi CPNS 2026 Diusulkan, Putra Daerah Sungai Penuh Punya Peluang Besar

UMKM dan Ekonomi Lokal Jadi Prioritas Pembangunan

Pemerintah Kota Sungai Penuh menempatkan sektor UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pasar Tanjung Bajure memegang peran strategis karena menjadi pusat transaksi harian masyarakat.

Dengan penataan yang lebih modern, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah pengunjung, perputaran uang yang lebih tinggi, serta stabilitas harga kebutuhan pokok.

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan agenda penguatan ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Pemerintah daerah terus mendorong agar pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan ritel modern yang terus berkembang di Indonesia.

Fokus Kebersihan dan Infrastruktur: Kunci Daya Tarik Pasar Modern

Dalam kunjungan tersebut, Alfin menyoroti pentingnya kebersihan sebagai faktor utama daya tarik pasar. Ia meminta seluruh pihak terkait memperkuat sistem pengelolaan sampah, memperbaiki drainase, serta menjaga area jual beli tetap higienis.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pencahayaan yang memadai dan akses jalan yang aman bagi pengunjung.

Pemerintah juga mempertimbangkan peningkatan fasilitas penunjang seperti area parkir, papan informasi, serta zonasi pedagang agar pasar terlihat lebih tertib dan profesional.

Respons Pedagang: Dukungan Disertai Harapan Perbaikan Lanjutan

Para pedagang menyambut baik langkah pemerintah dalam melakukan penataan Pasar Tanjung Bajure. Mereka menilai perubahan yang sudah berjalan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan berjualan.

Namun, mereka tetap berharap pemerintah melanjutkan perbaikan secara bertahap, terutama pada aspek fasilitas umum dan kenyamanan jangka panjang.

Mereka juga meminta pemerintah menjaga konsistensi dalam pengawasan agar kondisi pasar tetap teratur setelah proses penataan selesai.

Evaluasi Berkelanjutan: Pemerintah Terapkan Strategi Jangka Panjang

Menanggapi berbagai masukan, Alfin menegaskan bahwa pemerintah akan menjalankan evaluasi secara berkala. Ia meminta seluruh OPD terkait tidak berhenti pada tahap penataan awal, tetapi terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga :  Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair

Ia juga menginstruksikan agar setiap perkembangan di lapangan tercatat dengan baik sehingga kebijakan dapat menyesuaikan kebutuhan nyata masyarakat.

Dengan strategi ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh ingin memastikan Pasar Tanjung Bajure berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Penguatan Peran Pasar Rakyat dalam Ekonomi Digital dan Global

Di tengah perkembangan ekonomi digital Indonesia, pemerintah daerah juga mulai melihat peluang integrasi pasar tradisional dengan sistem ekonomi modern.

Pasar Tanjung Bajure berpotensi berkembang tidak hanya sebagai pusat transaksi fisik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital lokal, termasuk pemasaran produk UMKM ke platform online.

Langkah ini membuka peluang peningkatan pendapatan pedagang sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Kesimpulan: Pasar Tertata, Ekonomi Menguat

Kunjungan Wali Kota Alfin ke Pasar Tanjung Bajure menegaskan arah baru pembangunan Kota Sungai Penuh. Pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan penataan yang terus berjalan, pasar ini berpotensi menjadi model pasar rakyat modern yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi UMKM di era persaingan global.(*)

Berita Terkait

WALHI Desak Pemerintah Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Dinilai Mengancam Lingkungan dan Warisan Dunia
20 Warga Suku Anak Dalam Terima PKH di Sarolangun, Dinsos Ungkap Peluang Penerima Bertambah pada 2026
Satgas Bergerak! Aktivitas PETI di Geopark Merangin Ditertibkan Jelang Revalidasi UNESCO 2026
Jalan Masgo Kerinci Mulai Diperbaiki, Dinas PUPR Kebut Pengerasan Ruas Strategis Penopang Ekonomi Warga
Hermendizal Perkuat Layanan Kesehatan Kerinci, RSUD Bukit Tengah Siap Kurangi Rujukan Pasien
Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Hamil! Ketua TP-PKK Sungai Penuh Ajak Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil 2026
Wali Kota Alfin Perjuangkan Status Bukit Khayangan di Kementerian LH, Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Berpeluang Melesat
Kerinci Masih Kekurangan 9 Dokter Paru, Gubernur Jambi Dorong Dokter Umum Melanjutkan Pendidikan Spesialis
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:01 WIB

WALHI Desak Pemerintah Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Dinilai Mengancam Lingkungan dan Warisan Dunia

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:01 WIB

20 Warga Suku Anak Dalam Terima PKH di Sarolangun, Dinsos Ungkap Peluang Penerima Bertambah pada 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:01 WIB

Satgas Bergerak! Aktivitas PETI di Geopark Merangin Ditertibkan Jelang Revalidasi UNESCO 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:01 WIB

Jalan Masgo Kerinci Mulai Diperbaiki, Dinas PUPR Kebut Pengerasan Ruas Strategis Penopang Ekonomi Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Hermendizal Perkuat Layanan Kesehatan Kerinci, RSUD Bukit Tengah Siap Kurangi Rujukan Pasien

Berita Terbaru