JAKARTA,JS – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengawasan pangan asal hewan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Program ini menyediakan menu kaya protein, seperti daging, telur, dan susu.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pentingnya keamanan pangan hewani. “Pangan asal hewan mudah rusak. Negara wajib memastikan masyarakat mengonsumsi produk hewan yang aman,” ujarnya saat pelatihan Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) di Jakarta, 10–14 November 2025. Dikutip dari akun Facebook Ditjen PKH Kementan RI
Agung menambahkan, praktik pemalsuan dan penyimpangan pangan hewani masih muncul. Karena itu, pengawas Kesmavet memegang peran penting untuk memastikan produk hewani aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sebelum masuk ke konsumen.
Ia mendorong pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait bekerja sama agar pengawasan lebih efektif dan cepat. Dalam Program MBG, keamanan pangan menjadi kunci untuk mendukung perbaikan gizi anak.
I Ketut Wirata, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, menyebut jumlah pengawas Kesmavet masih terbatas, yaitu 485 orang setelah penambahan 63 pengawas baru tahun ini. “Kami terus menambah SDM agar pengawasan menjangkau seluruh wilayah,” katanya.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, berharap lulusan pelatihan Kesmavet memperkuat pengawasan lapangan. “Pengawas Kesmavet menjadi garda terdepan dalam menjaga produk hewani ASUH dan mendukung keberhasilan Program MBG,” ujarnya.(AN)









