Harga Sawit Jambi Naik Hari Ini! TBS Tembus Rp3.818/Kg, Petani Berpotensi Raup Untung Lebih Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga terbaru sawit di jambi

Harga terbaru sawit di jambi

JAMBI,JS- Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perkebunan resmi menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 22 Mei hingga 28 Mei 2026. Keputusan tersebut langsung menarik perhatian petani sawit, pelaku usaha perkebunan, hingga investor komoditas karena harga sawit kembali bergerak naik di tengah penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) global.

Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi menggelar rapat penetapan pada 21 Mei 2026. Dari hasil rapat tersebut, pemerintah menetapkan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) sebesar Rp14.886,38 per kilogram. Sementara itu, harga inti sawit atau kernel mencapai Rp14.267,73 per kilogram dengan indeks K sebesar 95,22 persen.

Kenaikan harga CPO dunia ikut mendorong harga TBS sawit di tingkat petani. Bahkan, harga TBS usia tanam produktif 10 hingga 20 tahun kini mencapai Rp3.818,54 per kilogram dan menjadi level tertinggi dalam penetapan pekan ini.

Kondisi tersebut memberi angin segar bagi petani sawit di Jambi setelah beberapa pekan terakhir harga bergerak fluktuatif akibat tekanan pasar ekspor dan perubahan permintaan global.

Daftar Lengkap Harga TBS Sawit Jambi 22-28 Mei 2026

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi berdasarkan usia tanaman:

  • Usia 3 tahun: Rp2.964,67/Kg
  • Usia 4 tahun: Rp3.181,97/Kg
  • Usia 5 tahun: Rp3.327,08/Kg
  • Usia 6 tahun: Rp3.465,11/Kg
  • Usia 7 tahun: Rp3.552,34/Kg
  • Usia 8 tahun: Rp3.629,36/Kg
  • Usia 9 tahun: Rp3.699,88/Kg
  • Usia 10–20 tahun: Rp3.818,54/Kg
  • Usia 21–24 tahun: Rp3.706,85/Kg
  • Usia 25 tahun: Rp3.542,66/Kg

Harga tersebut berlaku untuk satu pekan ke depan dan menjadi acuan transaksi sawit di berbagai wilayah Provinsi Jambi.

Harga Sawit Jambi Masih Dipengaruhi Pasar Global

Pergerakan harga sawit Jambi saat ini tidak hanya bergantung pada produksi lokal. Pasar internasional ikut memegang peranan besar terhadap pembentukan harga TBS di tingkat petani.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak sawit mentah atau CPO global menunjukkan tren penguatan. Kenaikan permintaan dari India, China, dan sejumlah negara Eropa mendorong harga sawit dunia tetap stabil di level tinggi.

Selain itu, peningkatan penggunaan biodiesel di Indonesia juga memperkuat serapan CPO domestik. Kebijakan energi berbasis campuran biodiesel membuat kebutuhan minyak sawit nasional terus meningkat.

Situasi tersebut menciptakan sentimen positif bagi industri perkebunan sawit nasional, termasuk Provinsi Jambi yang menjadi salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Sumatera.

Usia Tanaman Sangat Menentukan Harga TBS Sawit

Perbedaan harga TBS sawit setiap kelompok usia tanaman terjadi karena tingkat produktivitas yang berbeda. Tanaman usia 10 hingga 20 tahun menghasilkan buah dengan kualitas terbaik dan tingkat rendemen minyak lebih tinggi.

Karena itu, harga TBS kelompok usia produktif selalu berada di level tertinggi dibanding usia tanaman muda maupun tanaman tua.

Sebaliknya, tanaman usia 3 tahun masih memasuki fase awal produksi sehingga kualitas dan volume buah belum maksimal. Sementara tanaman usia 25 tahun mulai mengalami penurunan produktivitas sehingga harga ikut terkoreksi.

Petani sawit biasanya mulai mempertimbangkan program peremajaan atau replanting ketika usia tanaman memasuki lebih dari 25 tahun.

Baca Juga :  Penertiban Lahan Bikin Produksi Sawit RI Mandek di 2026

Dampak Kenaikan Harga Sawit bagi Petani Jambi

Kenaikan harga TBS sawit tentu membawa dampak positif bagi pendapatan petani. Saat harga sawit naik, daya beli masyarakat di sentra perkebunan ikut meningkat.

Petani dapat menggunakan tambahan pendapatan untuk biaya perawatan kebun, pembelian pupuk, hingga kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini juga membantu perputaran ekonomi di daerah perkebunan seperti Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Batanghari, hingga Sarolangun.

Tidak hanya itu, sektor usaha lain seperti transportasi hasil kebun, bengkel alat berat, toko pupuk, dan perdagangan lokal juga ikut merasakan dampak positif dari naiknya harga sawit.

Kenaikan harga sawit bahkan sering menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan di Provinsi Jambi.

Harga Sawit Berpotensi Masih Bergerak Naik

Sejumlah analis komoditas memperkirakan harga sawit masih memiliki peluang menguat dalam beberapa pekan ke depan. Faktor utama berasal dari tingginya permintaan ekspor dan terbatasnya pasokan global akibat cuaca ekstrem di sejumlah negara produsen.

Selain itu, pelemahan produksi minyak nabati pesaing seperti minyak bunga matahari dan kedelai turut memperkuat posisi CPO di pasar internasional.

Jika tren tersebut terus berlanjut, harga TBS sawit di Jambi berpotensi kembali mengalami kenaikan pada penetapan berikutnya.

Meski demikian, petani tetap perlu mewaspadai fluktuasi pasar global, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan ekspor yang dapat memengaruhi harga sawit sewaktu-waktu.

Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Sawit

Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya menjaga stabilitas harga sawit melalui mekanisme penetapan harga resmi setiap pekan. Langkah tersebut bertujuan melindungi petani dari permainan harga di tingkat tengkulak maupun pabrik.

Dengan adanya penetapan resmi, petani memiliki acuan harga yang lebih transparan dan adil. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat melalui program peremajaan sawit dan bantuan sarana produksi.

Selain itu, pemerintah berharap industri sawit tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah dan sumber pendapatan masyarakat.

Sawit Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jambi

Hingga saat ini, kelapa sawit masih menjadi komoditas unggulan di Provinsi Jambi. Ribuan kepala keluarga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit, baik sebagai petani mandiri maupun pekerja perusahaan perkebunan.

Kontribusi sektor sawit juga sangat besar terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ekspor CPO dan turunannya ikut mendukung pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja di berbagai sektor.

Karena itu, perkembangan harga sawit selalu menjadi perhatian utama masyarakat Jambi, terutama di wilayah sentra perkebunan.

FAQ Harga Sawit Jambi 2026

Berapa harga TBS sawit tertinggi di Jambi periode 22-28 Mei 2026?

Harga tertinggi berada pada kelompok usia tanaman 10-20 tahun dengan nilai Rp3.818,54 per kilogram.

Apa penyebab harga sawit naik?

Kenaikan harga sawit dipengaruhi penguatan harga CPO global, tingginya permintaan ekspor, dan peningkatan kebutuhan biodiesel domestik.

Baca Juga :  Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan

Mengapa harga sawit berbeda berdasarkan usia tanaman?

Usia tanaman memengaruhi kualitas buah dan rendemen minyak. Tanaman usia produktif menghasilkan kualitas terbaik sehingga harganya lebih tinggi.

Apakah harga sawit bisa kembali naik?

Peluang kenaikan masih terbuka jika permintaan global tetap tinggi dan pasokan dunia terbatas.

Kapan pemerintah menetapkan harga TBS sawit Jambi?

Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan harga TBS sawit setiap pekan melalui rapat Tim Penetapan Harga TBS.

Kesimpulan

Harga TBS kelapa sawit Jambi periode 22-28 Mei 2026 kembali menunjukkan tren positif. Harga sawit usia produktif bahkan menembus Rp3.818,54 per kilogram dan menjadi kabar baik bagi petani di tengah penguatan harga CPO global.

Kenaikan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah. Jika tren pasar internasional tetap positif, harga sawit Jambi masih berpeluang bergerak lebih tinggi pada pekan berikutnya.

Petani pun diharapkan terus menjaga kualitas produksi agar mampu memperoleh harga terbaik di tengah persaingan industri sawit nasional dan global.(*)

Berita Terkait

Wali Kota Sungai Penuh Jemput Dukungan Baznas Pusat, Program Rumah Gratis hingga Modal UMKM Jadi Prioritas
Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan
179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis
Ribuan Pelamar Gigit Jari, CPNS 2026 di Muaro Jambi Dipastikan Nihil
Jelang Iduladha 2026, Pemkot Jambi Turunkan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar Murah
Banjir Bandang Kerinci 2026: Rumah Warga Terendam, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh Total
Sri Kartini Alfin Gaspol Perangi Stunting, TP PKK Sungai Penuh Perkuat Posyandu 2026
RSUD Abundjani Bangko Kini Punya CT Scan dan Mamografi Modern, Warga Merangin Tak Perlu Lagi Berobat ke Jambi atau Padang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:04 WIB

Harga Sawit Jambi Naik Hari Ini! TBS Tembus Rp3.818/Kg, Petani Berpotensi Raup Untung Lebih Besar

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Jemput Dukungan Baznas Pusat, Program Rumah Gratis hingga Modal UMKM Jadi Prioritas

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:30 WIB

Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:02 WIB

179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:06 WIB

Ribuan Pelamar Gigit Jari, CPNS 2026 di Muaro Jambi Dipastikan Nihil

Berita Terbaru