INTERNASIONAL,JS- Harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi perhatian utama masyarakat karena dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kenaikan maupun penurunan harga BBM dapat memengaruhi biaya transportasi, tarif logistik, harga kebutuhan pokok, hingga tingkat inflasi nasional.
Memasuki pertengahan tahun 2026, pergerakan harga BBM kembali menjadi topik hangat setelah PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk non-subsidi. Kebijakan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat, terutama terkait posisi harga BBM Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Menariknya, meskipun harga Pertamax mengalami kenaikan, Indonesia ternyata masih berada di bawah beberapa negara ASEAN dalam hal harga bahan bakar jenis RON 92. Bahkan, terdapat negara yang menjual BBM hampir tiga kali lebih mahal dibandingkan Indonesia.
Lantas, bagaimana perbandingan lengkap harga BBM di negara-negara ASEAN tahun 2026?
Harga Pertamax Indonesia Naik pada Juni 2026
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 10 Juni 2026. Setelah penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) tercatat sebesar Rp16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green yang menggunakan campuran bioetanol dipasarkan dengan harga Rp17.000 per liter.
Penyesuaian harga tersebut mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta dinamika pasar energi global yang terus berubah sepanjang tahun 2026.
Meski mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih tergolong kompetitif jika dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.
Perbandingan Harga BBM RON 92 di Negara-Negara ASEAN Tahun 2026
Berikut daftar harga BBM jenis RON 92 atau setara di beberapa negara Asia Tenggara:
Indonesia
Harga Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
Indonesia masih mempertahankan keseimbangan antara mekanisme pasar dan intervensi pemerintah melalui berbagai kebijakan energi nasional. Kondisi tersebut membuat harga BBM relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa negara tetangga.
Singapura
Harga rata-rata: Rp45.420 per liter
Singapura menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan ASEAN. Tingginya harga bahan bakar dipengaruhi oleh pajak kendaraan, biaya operasional yang mahal, serta minimnya subsidi energi dari pemerintah.
Selain itu, Singapura mengandalkan impor energi sehingga biaya distribusi dan pengolahan turut memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.
Myanmar
Harga rata-rata: Rp37.442 hingga Rp39.923 per liter
Myanmar menempati posisi kedua dengan harga BBM yang cukup tinggi. Ketidakstabilan ekonomi, nilai tukar mata uang yang berfluktuasi, serta ketergantungan terhadap impor energi menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga bahan bakar di negara tersebut.
Laos
Harga rata-rata: Rp31.000 hingga Rp32.000 per liter
Laos juga mencatat harga BBM yang relatif mahal. Negara ini menghadapi tantangan dalam distribusi energi serta masih bergantung pada pasokan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Filipina
Harga rata-rata: Rp25.100 per liter
Filipina menerapkan sistem harga yang cukup fleksibel mengikuti kondisi pasar internasional. Karena itu, harga BBM di negara tersebut cenderung berubah mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Kamboja
Harga rata-rata: Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter
Harga BBM di Kamboja berada di atas Indonesia. Faktor utama yang memengaruhi harga bahan bakar di negara ini adalah tingginya biaya impor serta keterbatasan produksi energi dalam negeri.
Thailand
Harga rata-rata: Rp17.000 hingga Rp27.000 per liter
Thailand memiliki rentang harga yang cukup lebar tergantung wilayah dan jenis bahan bakar. Negara ini menerapkan kombinasi subsidi dan mekanisme pasar sehingga harga BBM dapat berubah sesuai kondisi ekonomi global.
Brunei Darussalam
Harga rata-rata: Rp4.000 hingga Rp6.500 per liter
Brunei menjadi negara dengan harga BBM termurah di ASEAN. Statusnya sebagai salah satu produsen minyak dan gas terbesar di kawasan memungkinkan pemerintah memberikan subsidi energi dalam jumlah besar kepada masyarakat.
Mengapa Harga BBM Antarnegara ASEAN Bisa Berbeda Jauh?
Perbedaan harga BBM di Asia Tenggara tidak terjadi tanpa alasan. Setidaknya terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi harga bahan bakar di masing-masing negara.
1. Kebijakan Subsidi Pemerintah
Besarnya subsidi energi menjadi faktor paling dominan. Negara seperti Brunei mampu mempertahankan harga sangat rendah karena pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk sektor energi.
Sebaliknya, negara yang mengurangi subsidi akan membebankan sebagian besar biaya kepada konsumen.
2. Kemampuan Produksi Energi Dalam Negeri
Negara produsen minyak umumnya memiliki harga BBM yang lebih murah. Produksi dalam negeri dapat menekan biaya impor sekaligus menjaga kestabilan pasokan energi.
3. Pajak dan Biaya Distribusi
Pajak bahan bakar, biaya logistik, dan biaya distribusi sangat memengaruhi harga jual akhir. Singapura menjadi contoh negara yang menerapkan berbagai komponen biaya tambahan sehingga harga BBM jauh lebih tinggi.
4. Nilai Tukar Mata Uang
Karena transaksi minyak dunia menggunakan dolar Amerika Serikat, pelemahan mata uang lokal dapat meningkatkan biaya impor energi.
5. Harga Minyak Dunia
Ketika harga minyak mentah global naik, hampir seluruh negara akan merasakan dampaknya. Namun, besar kecilnya dampak bergantung pada kebijakan energi masing-masing negara.
Dampak Harga BBM terhadap Perekonomian
Harga BBM memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ketika harga bahan bakar meningkat, biaya transportasi dan logistik ikut naik.
Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor. Akibatnya, daya beli masyarakat berpotensi menurun dan inflasi dapat meningkat.
Sebaliknya, harga BBM yang stabil membantu menjaga biaya produksi tetap terkendali sehingga aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien.
Di Indonesia, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan energi yang terukur.
Indonesia Masih Kompetitif di Tengah Kenaikan Harga BBM Global
Jika melihat perbandingan terbaru tahun 2026, Indonesia masih berada pada posisi yang relatif kompetitif dibandingkan sebagian besar negara ASEAN.
Harga Pertamax sebesar Rp16.250 per liter masih jauh lebih rendah dibandingkan Singapura, Myanmar, Laos, Filipina, maupun Kamboja.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan energi nasional masih mampu menjaga stabilitas harga di tengah tekanan pasar minyak global yang terus berfluktuasi.
FAQ
Apakah Indonesia memiliki harga BBM termurah di ASEAN?
Tidak. Brunei Darussalam masih menjadi negara dengan harga BBM termurah berkat subsidi energi yang sangat besar.
Negara mana yang memiliki harga BBM paling mahal?
Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan ASEAN dengan rata-rata sekitar Rp45.420 per liter.
Mengapa harga BBM Indonesia lebih murah dibanding Singapura?
Indonesia masih memiliki berbagai kebijakan pengendalian harga energi. Selain itu, struktur pajak dan biaya operasional di Singapura jauh lebih tinggi.
Apakah harga BBM Indonesia akan naik lagi pada 2026?
Kemungkinan perubahan harga tetap ada karena dipengaruhi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan pemerintah.
Apa dampak kenaikan harga BBM bagi masyarakat?
Kenaikan harga BBM dapat meningkatkan biaya transportasi, distribusi barang, dan berpotensi mendorong inflasi.
Kesimpulan
Perbandingan harga BBM ASEAN tahun 2026 menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antarnegara. Singapura masih menjadi negara dengan harga BBM tertinggi, sementara Brunei Darussalam menawarkan harga paling murah berkat dukungan subsidi energi yang besar.
Di sisi lain, Indonesia menempati posisi yang relatif kompetitif. Meskipun harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Myanmar, Laos, Filipina, dan Kamboja.
Ke depan, perkembangan harga minyak dunia, kondisi ekonomi global, serta kebijakan energi nasional akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga BBM di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.









