BBM Solar Sulit Didapat di Sungai Penuh, Sopir Dump Truck dan Pickup Rela Antre Sejak Subuh Demi Dapat BBM

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak antrian Dumptruck di salah satu SPBU Sungai Penuh

Tampak antrian Dumptruck di salah satu SPBU Sungai Penuh

SUNGAIPENUH,JS- Antrean kendaraan berbahan bakar solar kembali menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sungai Penuh, Jambi. Kendaraan jenis dump truck dan pickup mendominasi antrean panjang tersebut. Bahkan, banyak sopir sudah berada di lokasi SPBU sejak sebelum matahari terbit demi memastikan mereka mendapatkan solar bersubsidi.

Fenomena ini memicu keresahan di kalangan pelaku transportasi dan distribusi barang. Mereka mengaku semakin kesulitan memperoleh solar, sementara kebutuhan operasional kendaraan terus berjalan setiap hari.

Antrean Sudah Dimulai Sejak Pukul 04.00 WIB

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan mulai terbentuk sejak dini hari. Sejumlah dump truck dan mobil pickup tampak berjejer di area SPBU, terutama di kawasan Kumun yang menjadi salah satu titik pengisian favorit bagi pengemudi kendaraan angkutan.

Para sopir sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan nomor antrean terdepan. Mereka khawatir kehabisan stok apabila datang pada jam operasional normal.

Depi, salah seorang pemilik sekaligus sopir dump truck di Sungai Penuh, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa mendapatkan solar saat ini membutuhkan perjuangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Kami memang sengaja datang lebih awal. Jam 04.00 WIB sudah standby di SPBU Kumun. Kalau datang terlambat, kemungkinan besar harus menunggu lebih lama atau bahkan tidak kebagian solar,” ujarnya.

Baca Juga :  Giliran Harga Pertamax yang Naik, Berikut Daftar Harga BBM Terbaru Hari Ini

Sopir Kehilangan Waktu Produktif

Kelangkaan solar tidak hanya membuat sopir menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. Kondisi ini juga mengurangi waktu produktif yang seharusnya digunakan untuk bekerja mengangkut material, hasil pertanian, maupun kebutuhan logistik lainnya.

Para pengemudi mengaku harus mengatur ulang jadwal perjalanan karena sebagian besar waktu tersita untuk mengantre BBM.

Bagi sopir dump truck yang mengandalkan pendapatan harian, keterlambatan memperoleh solar langsung berdampak pada penghasilan.

Situasi tersebut juga berpotensi menghambat distribusi barang di wilayah Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Pasalnya, kendaraan angkutan menjadi tulang punggung pergerakan logistik di daerah tersebut.

Aktivitas Distribusi Barang Mulai Terdampak

Dump truck dan pickup memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kendaraan ini mengangkut berbagai kebutuhan, mulai dari material bangunan, hasil perkebunan, produk pertanian, hingga kebutuhan perdagangan antardaerah.

Ketika pasokan solar sulit diperoleh, rantai distribusi ikut menghadapi tekanan.

Beberapa pelaku usaha mengaku mulai khawatir jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang. Keterlambatan pengiriman barang dapat meningkatkan biaya operasional dan memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Pengusaha sektor konstruksi juga menghadapi tantangan serupa. Banyak proyek bergantung pada armada dump truck untuk mengangkut pasir, batu, dan material lainnya. Jika kendaraan tidak mendapatkan bahan bakar tepat waktu, progres pekerjaan berpotensi melambat.

Dugaan Tingginya Permintaan Solar Bersubsidi

Sejumlah sopir menduga tingginya antrean terjadi karena meningkatnya kebutuhan solar bersubsidi di wilayah Sungai Penuh dan sekitarnya. Selain itu, jumlah kendaraan yang bergantung pada solar juga terus bertambah setiap tahun.

Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan BBM subsidi semakin ketat.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat memastikan distribusi solar berjalan lancar sehingga kebutuhan kendaraan angkutan dapat terpenuhi secara optimal.

Kelangkaan Solar Berpotensi Memicu Kenaikan Biaya Logistik

Dalam dunia transportasi, bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya terbesar. Ketika solar sulit diperoleh, biaya operasional kendaraan cenderung meningkat karena waktu tunggu yang lebih panjang dan produktivitas kendaraan menurun.

Jika kondisi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan para sopir. Pelaku usaha, pedagang, hingga konsumen juga berpotensi merasakan efek lanjutan berupa kenaikan biaya distribusi.

Para pengamat sektor transportasi menilai stabilitas pasokan BBM subsidi sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi daerah, terutama di wilayah yang mengandalkan transportasi darat sebagai sarana utama distribusi barang.

Baca Juga :  Heboh! Siswa SD di Sungai Penuh Cetak Nilai TKA Tertinggi 2026, Kalahkan Rata-rata Jakarta

Warga Harap Ada Solusi Cepat

Masyarakat Sungai Penuh berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan antrean solar yang terus terjadi.

Mereka menginginkan pasokan BBM yang lebih stabil agar aktivitas transportasi, perdagangan, dan distribusi barang dapat berjalan normal kembali.

Para sopir juga berharap tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU hanya untuk mendapatkan solar. Dengan pasokan yang mencukupi, mereka dapat kembali fokus bekerja dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Hingga kini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Sungai Penuh masih terus terlihat setiap hari. Jika situasi tersebut belum mengalami perbaikan, dampaknya dikhawatirkan semakin meluas terhadap sektor logistik, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kelangkaan solar yang berlangsung berkepanjangan tidak hanya menjadi persoalan para sopir dump truck dan pickup, tetapi juga menjadi tantangan bagi aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan. (AN)

Berita Terkait

Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan
Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap
Kerinci Mau Tambah OPD Saat Anggaran Diperketat, Publik Soroti Beban APBD
Pendaftaran Lelang 5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Ditutup Hari Ini, Ini Pesan Kepala BKPSDM
Bupati Muaro Jambi Larang Lahan Bekas Karhutla Ditanami Selama 2 Tahun, Pelanggar Terancam Pidana
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Hadiri Jamuan Pangdam XX/TIB, Bahas Penguatan Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Raperda APBD-P 2026 Sungai Penuh Masuk Pembahasan, Ini Kata Wawako Azhar
Wako Alfin Sambut Pangdam XX/TIB di Sungai Penuh, Sinergi Pemda dan TNI Diperkuat
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:28 WIB

Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan

Jumat, 18 September 2026 - 15:31 WIB

Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap

Jumat, 18 September 2026 - 14:12 WIB

Kerinci Mau Tambah OPD Saat Anggaran Diperketat, Publik Soroti Beban APBD

Jumat, 18 September 2026 - 10:31 WIB

Pendaftaran Lelang 5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Ditutup Hari Ini, Ini Pesan Kepala BKPSDM

Jumat, 18 September 2026 - 07:12 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin Hadiri Jamuan Pangdam XX/TIB, Bahas Penguatan Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

Berita Terbaru