JAMBI,JS- Antrean panjang kendaraan roda dua di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Jambi kembali menjadi perhatian masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, pengendara harus menghabiskan waktu lebih dari 30 menit hanya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.
Fenomena ini terjadi di beberapa titik, seperti SPBU Paal V, SPBU Paal VII, hingga SPBU Beringin. Sejak pagi, antrean kendaraan sudah terlihat memanjang. Bahkan, saat malam hari kondisi serupa masih berlangsung sehingga menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Situasi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mengira stok Pertalite mulai menipis, sementara sebagian lainnya menduga terjadi gangguan distribusi. Namun, Pertamina memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan stok.
Antrean Mengganggu Aktivitas Masyarakat
Banyak pengendara mengaku harus datang lebih awal agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama di SPBU. Meski demikian, antrean tetap sulit dihindari karena jumlah kendaraan yang datang terus bertambah sepanjang hari.
Selain memperpanjang waktu perjalanan, antrean juga berdampak pada kelancaran lalu lintas. Kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan membuat arus kendaraan melambat, terutama pada jam sibuk ketika masyarakat berangkat maupun pulang bekerja.
Tidak sedikit pengendara yang berharap kondisi ini segera membaik karena aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Para pengemudi ojek online, kurir, hingga pelaku usaha kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Mereka harus kehilangan waktu produktif hanya untuk mengisi bahan bakar.
Pertamina Tegaskan Stok Pertalite Tetap Tersedia
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa lonjakan antrean tidak terjadi karena stok Pertalite habis.
Menurutnya, konsumsi Pertalite di Kota Jambi mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan itu muncul setelah sebagian masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke Pertalite.
Pertamina memastikan pasokan BBM ke wilayah Jambi tetap berjalan sesuai jadwal distribusi. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok tetap tersedia sesuai mekanisme yang berlaku.
Peralihan dari BBM Nonsubsidi Menjadi Faktor Utama
Kenaikan konsumsi Pertalite menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang. Ketika harga BBM nonsubsidi mengalami perubahan, sebagian pengguna kendaraan memilih beralih menggunakan Pertalite untuk menghemat pengeluaran.
Perubahan pola konsumsi tersebut membuat permintaan meningkat dalam waktu singkat. Akibatnya, beberapa SPBU mengalami lonjakan jumlah kendaraan yang datang secara bersamaan.
Kondisi seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Jambi. Sejumlah daerah lain juga pernah mengalami peningkatan antrean ketika terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap BBM.
Pertamina Optimalkan Distribusi BBM
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina terus melakukan pemantauan stok secara real time di seluruh SPBU.
Selain itu, perusahaan juga mempercepat pasokan dari Fuel Terminal apabila kebutuhan di lapangan meningkat.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan BBM agar masyarakat tetap memperoleh layanan secara optimal.
Tidak hanya itu, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, aparat penegak hukum, serta pengelola SPBU.
Program Subsidi Tepat Terus Diperketat
Di tengah meningkatnya konsumsi Pertalite, Pertamina terus memperkuat pelaksanaan Program Subsidi Tepat.
Melalui sistem tersebut, transaksi pembelian BBM mendapat pengawasan lebih ketat sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalkan.
Evaluasi terhadap aktivitas di lapangan juga terus dilakukan. Dengan demikian, distribusi BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
DPRD Kota Jambi Soroti Antrean BBM Subsidi
Sementara itu, DPRD Kota Jambi ikut memberikan perhatian terhadap antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.
Dewan meminta Pertamina bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.
Selain itu, DPRD juga mendorong tindakan tegas terhadap dugaan pelangsiran maupun penyalahgunaan barcode kendaraan.
Menurut DPRD, praktik-praktik tersebut berpotensi mengganggu distribusi BBM sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru mengalami kesulitan.
Karena itu, pengawasan harus berjalan secara konsisten agar penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran.
Dugaan Penyalahgunaan Barcode Masih Menjadi Sorotan
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan barcode sebagai bagian dari Program Subsidi Tepat memang membantu proses pendataan konsumen BBM subsidi.
Namun, sejumlah laporan mengenai dugaan penyalahgunaan barcode masih menjadi perhatian berbagai pihak.
Jika praktik tersebut terjadi, distribusi BBM dapat mengalami ketidakseimbangan karena satu kendaraan berpotensi memperoleh kuota lebih dari ketentuan.
Oleh sebab itu, pengawasan digital maupun pemeriksaan langsung di SPBU menjadi langkah penting untuk menjaga keadilan distribusi.
Pengendara Diminta Tetap Tenang
Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu kelangkaan BBM yang belum tentu benar.
Selama distribusi berjalan normal, masyarakat cukup membeli BBM sesuai kebutuhan harian.
Pembelian secara berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat masyarakat lain yang juga membutuhkan bahan bakar.
Informasi resmi mengenai distribusi BBM sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi Pertamina maupun instansi pemerintah.
Dampak Antrean terhadap Perekonomian
Antrean panjang di SPBU tidak hanya memengaruhi kenyamanan pengguna kendaraan.
Pelaku usaha transportasi, kurir logistik, pedagang, hingga layanan berbasis aplikasi juga merasakan dampaknya secara langsung.
Semakin lama waktu antre, semakin besar biaya operasional yang harus mereka keluarkan.
Efisiensi distribusi BBM menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi daerah.
Karena itu, seluruh pihak memiliki peran penting untuk memastikan distribusi BBM subsidi berlangsung sesuai aturan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap antrean Pertalite di Kota Jambi segera berkurang sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal.
Selain meningkatkan distribusi, masyarakat juga menginginkan pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM semakin diperketat.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga ketersediaan Pertalite tidak hanya bergantung pada Pertamina dan pemerintah, tetapi juga pada kedisiplinan seluruh masyarakat dalam menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya.(*)










