Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Pemerintah Kota Jambi memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas. Setelah melewati proses verifikasi berlapis dan pemeriksaan langsung di lapangan, sebanyak 370 siswa kini mulai menempuh pendidikan melalui program tersebut.

Wali Kota Jambi, Maulana, telah menandatangani Surat Keputusan (SK) penetapan peserta didik Sekolah Rakyat. Penetapan itu menjadi tahap penting sebelum para siswa mengikuti kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan data administrasi dalam menentukan penerima program. Sebaliknya, tim terkait melakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan mendatangi rumah calon siswa. Langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan pendidikan pemerintah benar-benar diterima oleh anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Sekolah Rakyat hadir sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang lebih terarah, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Tidak hanya berdasarkan data, petugas juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan calon siswa benar-benar berasal dari keluarga yang berhak menerima program ini,” ujar Maulana, Kamis (30/7/2026).

Seleksi Berlapis Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jambi menerapkan proses seleksi secara ketat sebelum menetapkan nama-nama peserta didik. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan data, pencocokan kondisi sosial dan ekonomi keluarga, hingga kunjungan langsung ke tempat tinggal calon siswa.

Selain itu, petugas memeriksa kesesuaian informasi yang tercantum dalam data dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan cara tersebut, pemerintah dapat mengurangi risiko kesalahan penyaluran program sekaligus memastikan Sekolah Rakyat memberikan manfaat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Program ini memprioritaskan anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah berdasarkan pemetaan sosial pemerintah.

Karena itu, proses seleksi tidak hanya menilai dokumen atau data kependudukan. Tim juga memperhatikan kondisi kehidupan keluarga, kemampuan ekonomi, serta kebutuhan anak terhadap dukungan pendidikan.

Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif. Di sisi lain, langkah itu juga memperkuat prinsip keadilan sosial agar kesempatan memperoleh pendidikan tidak hanya terbuka bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi yang kuat.

Baca Juga :  Kampung Bahagia Kota Jambi Rampung 100 Persen, Maulana Pastikan Tahap II Segera Dimulai

Sebanyak 370 Siswa Mulai Mengikuti Program Pendidikan

Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi menampung sebanyak 370 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Rincian jumlah peserta tersebut meliputi:

  • 120 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas atau SMA
  • 120 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama atau SMP
  • 30 siswa jenjang Sekolah Dasar atau SD

Sejumlah siswa tambahan yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan pembelajaran di Alyatama

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap akses pendidikan yang lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi keluarga kurang mampu.

Selain menyediakan ruang belajar, Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang mampu mendukung perkembangan akademik, karakter, keterampilan sosial, serta kepercayaan diri peserta didik.

Pemerintah Kota Jambi menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan mobilitas sosial masyarakat. Oleh sebab itu, program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar di kelas, tetapi juga membangun kesiapan siswa untuk menghadapi masa depan.

Dengan dukungan pendidikan yang lebih baik, siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meningkatkan keterampilan, serta memperoleh peluang kerja yang lebih luas.

Siswa Berangkat dari Kecamatan Menuju Sekolah Rakyat Bagan Pete

Para siswa mulai berangkat dari wilayah kecamatan masing-masing menuju lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Bagan Pete.

Keberangkatan tersebut menjadi awal perjalanan pendidikan bagi ratusan anak yang telah lolos proses seleksi. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan agar para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Selanjutnya, siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Kegiatan tersebut membantu peserta didik mengenal lingkungan pendidikan, memahami aturan, membangun hubungan dengan teman, serta menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar.

MPLS juga menjadi tahap awal untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat belajar.

Selain itu, para taruna Akademi Militer atau Akmil turut mendampingi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu membentuk karakter siswa.

Pendampingan tersebut tidak hanya menekankan kedisiplinan. Para siswa juga diharapkan mampu membangun rasa percaya diri, memiliki semangat kebersamaan, serta memahami pentingnya pendidikan dalam menentukan masa depan.

Taruna Akmil Dukung Pembentukan Karakter dan Disiplin

Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, atau memahami materi pelajaran. Pendidikan juga membentuk sikap, nilai, kebiasaan, serta karakter generasi muda.

Karena itu, keterlibatan taruna Akmil dalam kegiatan MPLS menjadi bagian dari upaya membangun mental dan karakter siswa sejak awal.

Melalui berbagai kegiatan pengenalan, siswa dapat belajar mengenai pentingnya ketepatan waktu, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta komitmen terhadap proses belajar.

Di samping itu, pembentukan karakter dapat membantu siswa menghadapi tantangan pendidikan dengan lebih percaya diri.

Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang positif. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin dan kemampuan sosial.

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru bagi Keluarga Kurang Mampu

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, biaya pendidikan sering menjadi salah satu tantangan utama. Kebutuhan perlengkapan sekolah, transportasi, buku, serta berbagai biaya pendukung dapat memberikan tekanan tambahan terhadap kondisi keuangan keluarga.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat rentan.

Program ini juga memberi harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Namun, manfaat pendidikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan seseorang dalam memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga :  Formasi Teknis dan Kesehatan Jadi Prioritas CPNS 2026 Kota Jambi, Ini Bocoran Kuotanya

Oleh karena itu, investasi pada pendidikan memiliki dampak penting terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi berharap siswa yang mengikuti program Sekolah Rakyat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

Selain belajar dengan sungguh-sungguh, para siswa juga diharapkan mampu membangun cita-cita dan merencanakan masa depan.

Pendidikan Berkualitas Diharapkan Memutus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat membawa misi yang lebih luas daripada sekadar menyediakan tempat belajar. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membantu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kemiskinan sering memengaruhi akses anak terhadap pendidikan. Ketika keluarga menghadapi keterbatasan ekonomi, anak dapat mengalami hambatan dalam memperoleh fasilitas belajar yang memadai.

Karena itu, dukungan pendidikan dapat membuka peluang baru bagi generasi muda.

Dengan pendidikan yang lebih baik, siswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh pekerjaan yang lebih layak.

Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas pendidikan juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Masyarakat yang memiliki keterampilan dan pengetahuan lebih baik berpotensi berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan, teknologi, usaha mikro, ekonomi digital, kewirausahaan, dan dunia kerja.

Pemerintah Kota Jambi Perkuat Pemerataan Akses Pendidikan

Pemerataan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.

Pemerintah Kota Jambi terus mendorong agar anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas kesempatan sosial.

Ketika anak memperoleh akses pendidikan yang baik, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan mencapai kemandirian ekonomi.

Selain itu, pendidikan dapat membantu menciptakan generasi yang lebih produktif, kreatif, adaptif, serta siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Perkembangan teknologi, ekonomi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence, serta perubahan kebutuhan industri menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan keterampilan.

Oleh sebab itu, pendidikan perlu memberikan bekal akademik sekaligus kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah.

Orang Tua Diharapkan Mendukung Semangat Belajar Anak

Keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah dan pemerintah. Dukungan keluarga juga memiliki peran besar dalam membangun semangat belajar anak.

Orang tua dapat memberikan dorongan, perhatian, serta lingkungan yang mendukung proses pendidikan.

Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi, keluarga tetap dapat membangun kebiasaan positif, seperti mengatur waktu belajar, memberikan motivasi, serta menghargai setiap perkembangan anak.

Kerja sama antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat akan memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Dengan dukungan bersama, siswa dapat memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendorong perkembangan mereka.

Sekolah Rakyat Kota Jambi Buka Jalan Menuju Masa Depan

Keberangkatan 370 siswa menuju Sekolah Rakyat Bagan Pete menjadi awal perjalanan baru bagi peserta didik dan keluarga mereka.

Program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik serta membangun masa depan yang lebih cerah.

Seleksi ketat yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi juga menunjukkan upaya untuk menjaga ketepatan sasaran program.

Melalui pemeriksaan data dan kunjungan langsung ke rumah calon siswa, pemerintah berupaya memastikan bantuan pendidikan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Selanjutnya, kegiatan MPLS dan pendampingan taruna Akmil akan membantu siswa beradaptasi sekaligus membangun disiplin dan karakter.

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan harapan.

Dengan pendidikan yang berkualitas dan dukungan yang berkelanjutan, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh peluang lebih besar untuk mengubah masa depan.

Pada akhirnya, Sekolah Rakyat Kota Jambi diharapkan mampu melahirkan generasi yang berpendidikan, berkarakter, mandiri, serta memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan Indonesia.(*)

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Minta OPD Jambi Waspada Evaluasi SAKIP 2025, Tekankan Kinerja Berorientasi Hasil
Sri Kartini Alfin Kunjungi Anak Stunting dan Tumor, Tegaskan Semua Anak Berhak Tumbuh Sehat
Tingkat Perceraian di Merangin Meningkat, Perselisihan Rumah Tangga Jadi Penyebab Utama
Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Penilaian PKK Provinsi, Sungai Penuh Targetkan Prestasi
Pemkot Sungai Penuh Pacu Realisasi Anggaran dan PAD Kota Sungai Penuh, OPD Diminta Percepat Program 2026
Pertalite Langka? Antrean Panjang di SPBU Kota Jambi Bikin Pengendara Menunggu hingga 30 Menit
Anggota DPR RI H A Bakri Meninggal Dunia, Perjuangan Wakil Rakyat Jambi Berakhir di Usia 58 Tahun
Komplotan Perampok Emas Rp75 Juta di Kerinci Dibekuk, Polisi Temukan Jimat Misterius
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:01 WIB

Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:01 WIB

Gubernur Al Haris Minta OPD Jambi Waspada Evaluasi SAKIP 2025, Tekankan Kinerja Berorientasi Hasil

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Sri Kartini Alfin Kunjungi Anak Stunting dan Tumor, Tegaskan Semua Anak Berhak Tumbuh Sehat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:01 WIB

Tingkat Perceraian di Merangin Meningkat, Perselisihan Rumah Tangga Jadi Penyebab Utama

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Penilaian PKK Provinsi, Sungai Penuh Targetkan Prestasi

Berita Terbaru