KERINCI,JS- Pemerintah Kabupaten Kerinci semakin serius mengangkat nama kopi lokal ke pasar internasional. Melalui Festival Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia 2026, pemerintah daerah menargetkan lahirnya peluang baru bagi petani, pelaku UMKM, investor, hingga industri kopi nasional.
Festival bergengsi tersebut akan berlangsung pada 12–13 September 2026 di Lapangan MTQ Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Selama dua hari, ribuan pengunjung diperkirakan memadati lokasi untuk mengikuti berbagai kegiatan yang menggabungkan promosi produk unggulan, edukasi, budaya, hingga peluang investasi sektor kopi.
Mengusung tema “Kopi Berdaya Saing, Kerinci Maju, Petani Sejahtera”, festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan hasil perkebunan. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi strategi nyata untuk memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai salah satu specialty coffee Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
Festival Kopi Kerinci Jadi Momentum Mendorong Ekonomi Daerah
Kabupaten Kerinci selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kondisi geografis yang berada di dataran tinggi dengan tanah vulkanik subur membuat kopi arabika maupun robusta Kerinci memiliki cita rasa khas yang banyak diminati pasar.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperluas promosi agar kopi lokal tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor yang lebih luas.
Festival Kopi Kerinci 2026 hadir sebagai salah satu upaya mempertemukan petani, pelaku usaha, eksportir, investor, akademisi, komunitas kopi, hingga pecinta kopi dalam satu panggung besar.
Selain memperkuat promosi daerah, festival ini juga membuka peluang kerja sama bisnis yang berpotensi meningkatkan nilai jual kopi Kerinci.
Ada 12 Agenda Besar yang Siap Menarik Ribuan Pengunjung
Panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan menarik yang menyasar seluruh pelaku industri kopi, mulai dari hulu hingga hilir.
Beberapa agenda utama yang akan digelar antara lain:
- Seminar industri kopi
- Talkshow bersama praktisi kopi
- Kompetisi Green Bean Arabika
- Kompetisi Green Bean Robusta
- Lomba manual brewing
- Business Matching
- Pelatihan peningkatan kualitas kopi
- Field Trip ke kawasan perkebunan kopi
- Pameran UMKM
- Pameran produk kopi unggulan
- Pertunjukan budaya daerah
- Pemberian penghargaan kepada pelaku kopi terbaik
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah berharap lahir inovasi baru dalam pengembangan industri kopi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan UMKM.
Bupati Monadi: Kopi Kerinci Harus Naik ke Panggung Dunia
Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan Festival Kopi Kerinci bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, pemerintah menjadikan festival ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing kopi Kerinci di pasar nasional maupun internasional.
Ia menilai kopi Kerinci memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan berbagai kopi premium dari daerah lain di Indonesia.
“Kami ingin kopi Kerinci semakin dikenal sebagai kopi berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Festival ini juga membuka peluang agar petani memperoleh nilai tambah dan pelaku UMKM berkembang lebih cepat,” ujar Monadi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan potensi kopi Kerinci.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, komunitas kopi, pelaku usaha, hingga investor menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimistis, melalui kolaborasi seluruh pihak, kopi Kerinci akan semakin maju, ekonomi masyarakat terus tumbuh, dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya.
Business Matching Buka Peluang Investasi dan Ekspor
Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi perhatian pelaku usaha ialah Business Matching.
Melalui kegiatan tersebut, petani, koperasi, UMKM, roastery, eksportir, hingga investor akan bertemu secara langsung untuk membangun kerja sama bisnis.
Skema ini memberi peluang bagi kopi Kerinci memperoleh kontrak dagang baru sekaligus memperluas jaringan pemasaran ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi investor untuk melihat potensi besar sektor perkebunan kopi Kerinci.
UMKM Kopi Kerinci Berpeluang Naik Kelas
Festival ini tidak hanya berfokus pada komoditas kopi mentah.
Pemerintah juga mendorong UMKM agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah seperti roasted bean, kopi bubuk premium, minuman siap saji, hingga produk kreatif berbasis kopi.
Melalui pameran UMKM, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada konsumen, distributor, maupun calon investor.
Langkah tersebut diharapkan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kayu Aro, Surga Kopi Berkualitas Dunia
Kayu Aro selama ini menjadi salah satu kawasan perkebunan kopi paling terkenal di Indonesia.
Berada di kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian ideal, kawasan ini menghasilkan kopi bercita rasa kompleks, tingkat keasaman seimbang, aroma khas, dan kualitas premium yang mendapat pengakuan dari berbagai kalangan pecinta kopi.
Tidak mengherankan apabila kopi Kerinci semakin sering hadir dalam berbagai kompetisi kopi nasional maupun internasional.
Potensi tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Kerinci sebagai destinasi wisata kopi sekaligus sentra specialty coffee Indonesia.
Festival Kopi Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif
Selain memperkenalkan kopi, Festival Kopi Kerinci juga akan mengangkat potensi wisata daerah.
Pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi budaya, produk UMKM, kuliner khas Kerinci, hingga mengunjungi kawasan perkebunan kopi melalui agenda field trip.
Kombinasi antara wisata alam, budaya, dan kopi diperkirakan mampu meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Peluang Besar Menuju Panggung Kopi Dunia
Industri kopi dunia terus berkembang setiap tahun. Permintaan terhadap specialty coffee berkualitas tinggi juga mengalami peningkatan di berbagai negara.
Situasi tersebut menjadi peluang besar bagi Kabupaten Kerinci untuk memperluas pasar kopi premium sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui Festival Kopi Kerinci 2026, pemerintah ingin membangun ekosistem kopi yang kuat, mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan merek, promosi digital, hingga perluasan akses pasar ekspor.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan visi “Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia.”(*)










