SUNGAIPENUH,JS- Upaya memperkuat pencegahan stunting di Kota Sungai Penuh, Jambi, terus mendapat dukungan melalui berbagai gerakan berbasis masyarakat. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Program 3S yang digagas bersama Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin.
Program 3S mengusung konsep sederhana, yakni Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah. Meski terlihat sederhana, gerakan tersebut membawa pesan besar tentang kepedulian sosial, pemenuhan kebutuhan gizi, serta semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut tidak hanya menyasar persoalan stunting. Gerakan 3S juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting, ibu hamil, warga lanjut usia, serta keluarga yang membutuhkan dukungan sosial.
Dengan pendekatan tersebut, program ini berusaha menjadikan pencegahan stunting sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, TP-PKK, kader, aparatur, komunitas, hingga masyarakat dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Program 3S Sri Kartini Alfin Berangkat dari Kepedulian Sederhana
Stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan.
Karena itu, pemenuhan gizi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
Di tengah kebutuhan tersebut, Program 3S menawarkan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat. Warga dapat ikut berkontribusi melalui sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Segenggam beras dapat dikumpulkan. Sebutir telur juga dapat diberikan. Begitu pula kontribusi seribu rupiah yang jika dikumpulkan bersama-sama dapat menghasilkan bantuan yang lebih besar.
Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan sosial yang menghubungkan kepedulian masyarakat dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat.
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mencatat Gerakan 3S sebagai salah satu inovasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat kepedulian sosial masyarakat.
Sri Kartini Alfin Dorong Gerakan Bersama untuk Cegah Stunting
Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, menjadi salah satu sosok yang mendorong pelaksanaan Gerakan 3S.
Melalui TP-PKK dan berbagai unsur pendukung, gerakan tersebut diarahkan agar bantuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sebaliknya, program diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam berbagai kegiatan, Sri Kartini Alfin juga turun langsung mendampingi penyaluran bantuan kepada keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting.
Pada Mei 2026, misalnya, Sri Kartini Alfin bersama rombongan menyalurkan bantuan Program 3S kepada anak-anak yang terindikasi stunting di Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi. Dalam kegiatan tersebut, ia juga berdialog dengan orang tua untuk mengetahui kondisi anak, pola asuh, serta kebutuhan gizi sehari-hari.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga.
Bantuan makanan memang penting. Namun, pendampingan, edukasi, pemeriksaan kesehatan, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta perhatian terhadap kondisi ibu dan anak juga memiliki peran yang tidak kalah penting.
Pesan Sri Kartini Alfin: Kepedulian Kecil Bisa Membantu Masyarakat
Dalam konteks Gerakan 3S, Sri Kartini Alfin menekankan pentingnya kepedulian bersama.
“Program 3S merupakan bentuk kepedulian kita bersama. Bantuan yang sederhana, ketika dilakukan secara gotong royong, dapat membantu anak-anak yang mengalami stunting maupun yang berisiko stunting, termasuk ibu hamil, lansia dan keluarga yang membutuhkan. Harapan kami, gerakan ini terus tumbuh sehingga masyarakat Kota Sungai Penuh semakin peduli terhadap kesehatan, gizi dan kesejahteraan sesama.”
Pernyataan tersebut menggambarkan semangat utama Gerakan 3S, yakni mengajak masyarakat untuk tidak melihat persoalan stunting hanya sebagai urusan pemerintah.
Keluarga memiliki peran utama. Masyarakat juga mempunyai ruang untuk berkontribusi. Sementara itu, pemerintah dan berbagai lembaga dapat memperkuat pendampingan serta memastikan intervensi berjalan sesuai kebutuhan.
Dengan pola kolaborasi seperti itu, upaya menekan stunting dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Bukan Hanya Anak Stunting, Kelompok Rentan Juga Mendapat Perhatian
Salah satu kekuatan Program 3S terletak pada pendekatan sosialnya.
Program ini tidak hanya berbicara tentang anak yang sudah mengalami stunting. Perhatian juga diarahkan kepada anak yang berisiko stunting dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Ibu hamil menjadi kelompok yang sangat penting dalam rantai pencegahan stunting. Kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi selama kehamilan dapat menjadi bagian penting dari persiapan kelahiran dan pertumbuhan anak.
Karena itu, perhatian kepada ibu hamil perlu berjalan bersamaan dengan edukasi mengenai pemeriksaan kehamilan, pola makan bergizi, kesehatan ibu, serta persiapan menghadapi masa persalinan dan pengasuhan anak.
Pemerintah Kota Sungai Penuh sendiri sebelumnya menggelar Gebyar Kelas Ibu Hamil yang diikuti lebih dari 300 peserta. Kegiatan tersebut mengangkat tema pencegahan stunting sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Di sisi lain, lansia dan keluarga kurang mampu juga membutuhkan dukungan sosial. Dengan demikian, semangat Program 3S dapat berkembang menjadi gerakan kepedulian yang lebih luas.
Dari Segenggam Beras Menjadi Gerakan Gotong Royong
Kekuatan utama Program 3S bukan terletak pada besarnya sumbangan individu.
Justru sebaliknya, program ini mengajarkan bahwa kontribusi kecil dapat memberikan dampak ketika masyarakat melakukannya secara bersama-sama.
Satu orang mungkin hanya mampu menyumbangkan segenggam beras. Orang lain mungkin hanya mampu memberikan sebutir telur. Sementara warga lainnya dapat memberikan seribu rupiah.
Jika seluruh kontribusi tersebut terkumpul secara konsisten, jumlahnya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat.
Konsep tersebut membuat Gerakan 3S mudah dipahami dan relatif mudah diterapkan di berbagai lingkungan.
Semangat gotong royong juga membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat. Mereka dapat menjadi bagian dari solusi.
Program 3S Dapat Memperkuat Pencegahan Stunting dari Tingkat Keluarga
Pencegahan stunting membutuhkan intervensi yang berkesinambungan.
Karena itu, keberadaan program sosial seperti 3S dapat menjadi pelengkap bagi program kesehatan dan pembangunan keluarga yang sudah berjalan.
Keluarga dapat memperoleh dukungan makanan bergizi, sementara kader dan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta pemantauan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenali risiko sejak dini.
Orang tua juga dapat memahami bahwa pemenuhan gizi anak bukan hanya soal jumlah makanan. Kualitas makanan, keberagaman pangan, kebersihan, pola asuh dan pemeriksaan kesehatan juga harus mendapatkan perhatian.
Karena itu, Gerakan 3S akan semakin kuat apabila berjalan berdampingan dengan edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga.
Capaian Program 3S Mendapat Apresiasi Nasional
Gerakan 3S Kota Sungai Penuh tidak hanya mendapat perhatian di tingkat lokal.
Pada 2026, inovasi tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan nasional. Pemerintah Kota Sungai Penuh mencatat penghargaan Gold untuk Komunitas 3S Juara sebagai mitra Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, juga memberikan penghargaan kepada Sri Kartini Alfin selaku inisiator Gerakan 3S. Pemerintah daerah menilai gerakan tersebut mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung penanganan stunting dan kepedulian kepada masyarakat lanjut usia.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis gotong royong dapat memperoleh perhatian ketika masyarakat dan pemerintah menjalankannya secara konsisten.
Gotong Royong Jadi Kunci Keberlanjutan Program
Keberhasilan program sosial tidak hanya ditentukan oleh pemerintah.
Masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutannya.
Karena itu, Program 3S membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, TP-PKK, kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha, hingga keluarga penerima manfaat.
Semakin luas kolaborasi, semakin besar pula peluang program memberikan dampak.
Wali Kota Sungai Penuh sebelumnya juga menyampaikan bahwa keberhasilan Gerakan 3S tidak terlepas dari kerja bersama pemerintah, TP-PKK dan berbagai elemen masyarakat. Pemerintah daerah berharap gerakan tersebut terus berkembang menjadi budaya gotong royong yang berkelanjutan.
Harapan Sri Kartini Alfin untuk Masyarakat Sungai Penuh
Sri Kartini Alfin berharap Gerakan 3S dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh.
“Kami berharap Program 3S terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut mengambil bagian. Tujuan akhirnya bukan hanya membantu hari ini, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar anak-anak Kota Sungai Penuh dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.”
Harapan tersebut menjadi penting karena persoalan stunting membutuhkan kerja jangka panjang.
Program bantuan dapat membantu keluarga dalam kondisi tertentu. Namun, perubahan yang lebih besar membutuhkan edukasi, pendampingan, akses layanan kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi, pola asuh dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Gerakan Sederhana, Dampak yang Diharapkan Besar
Program 3S memperlihatkan bahwa sebuah inovasi tidak selalu harus dimulai dari konsep yang rumit.
Segenggam beras, sebutir telur dan seribu rupiah mungkin terlihat kecil jika berdiri sendiri.
Namun, ketika ribuan kepedulian kecil tersebut bertemu dalam satu gerakan, manfaatnya dapat menjadi jauh lebih besar.
Masyarakat diajak untuk peduli terhadap keluarga di sekitarnya. Anak-anak yang membutuhkan perhatian mendapatkan dukungan. Ibu hamil mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Lansia dan keluarga kurang mampu juga memperoleh ruang dalam gerakan sosial tersebut.
Keberhasilan yang lebih besar terletak pada tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa persoalan kesehatan, gizi dan kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama.
Program 3S bukan sekadar bantuan. Program ini merupakan ajakan untuk bergerak bersama, peduli bersama dan membangun masa depan anak-anak Kota Sungai Penuh secara bersama-sama.(*)










