SUNGAIPENUH,JS- Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat pencegahan dan penurunan angka stunting terus berkembang. Tidak hanya menyasar keluarga dan lingkungan masyarakat, gerakan tersebut kini mulai menjangkau lingkungan sekolah melalui Program 3S yang digagas Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin.
Program 3S mendapat sambutan positif dari berbagai pihak karena membawa semangat kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan anak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan tambahan dalam proses tumbuh kembang.
Salah satu sekolah yang ikut merasakan manfaat program tersebut yakni SMP Negeri 8 Sungai Penuh. Sekolah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program agar perhatian terhadap kebutuhan anak dan remaja tidak berhenti di lingkungan keluarga, tetapi juga hadir di sekolah.
Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh mengunjungi SMPN 8 Sungai Penuh pada Selasa, 1 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim sekaligus menyerahkan bantuan Program 3S secara langsung kepada siswa dan siswi yang membutuhkan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pemerintah, organisasi masyarakat, sekolah, keluarga, serta masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Program 3S Perkuat Kepedulian terhadap Anak dan Remaja
Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak ketika masih balita. Upaya menjaga kualitas tumbuh kembang membutuhkan perhatian berkelanjutan, termasuk ketika anak memasuki usia sekolah dan remaja.
Karena itu, kehadiran Program 3S di lingkungan pendidikan memiliki nilai strategis. Sekolah dapat menjadi ruang untuk memperkuat edukasi mengenai child nutrition, healthy lifestyle, kesehatan anak, pola hidup sehat, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi.
Melalui pendekatan tersebut, program sosial tidak hanya memberikan bantuan secara langsung. Program juga dapat membangun kesadaran bersama bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan dari berbagai lingkungan.
SMPN 8 Sungai Penuh menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi tersebut berjalan. Pihak sekolah memberikan ruang bagi program agar manfaatnya dapat menjangkau peserta didik yang memang membutuhkan.
Kepala SMPN 8 Sungai Penuh, Elna Hasmita, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa sekolah telah delapan kali menyalurkan bantuan melalui Program 3S kepada peserta didik yang membutuhkan.
Menurut Elna, keberlanjutan penyaluran bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi siswa. Selain itu, program juga menunjukkan kepedulian bersama dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Sungai Penuh.
SMPN 8 Sungai Penuh Apresiasi Program 3S
Elna menilai dukungan terhadap peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap kebutuhan anak.
Sekolah, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan akademik. Lingkungan sekolah juga mempunyai peran dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, kepedulian sosial, serta perhatian terhadap kondisi peserta didik.
Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan TP PKK menjadi langkah yang penting.
Program 3S juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk ikut mengambil bagian dalam agenda pencegahan stunting. Dengan keterlibatan tersebut, sekolah dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sekaligus memperkuat komunikasi dengan keluarga.
Elna turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh atas berbagai upaya yang terus dilakukan dalam pencegahan dan penurunan prevalensi stunting.
Ia juga mengucapkan selamat atas penghargaan tingkat nasional yang diraih Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam menangani persoalan stunting.
Menurutnya, capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan program yang menyentuh langsung masyarakat.
Sri Kartini Alfin Dorong Kolaborasi Pencegahan Stunting
Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, menempatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sebagai salah satu bagian penting dalam gerakan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Melalui Program 3S, TP PKK berupaya memperluas jangkauan kepedulian sehingga bantuan dan perhatian dapat menjangkau kelompok yang membutuhkan.
Sri Kartini Alfin menilai pencegahan stunting membutuhkan konsistensi. Menurutnya, masyarakat tidak dapat mengandalkan satu pihak saja untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
“Program 3S kami dorong agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin membangun kepedulian bersama, karena pencegahan stunting membutuhkan kerja sama pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat,” ujar Sri Kartini Alfin.
Ia menambahkan, kehadiran Program 3S di sekolah menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan kepedulian terhadap anak serta remaja.
“Sekolah memiliki peran penting karena anak-anak menghabiskan banyak waktunya di lingkungan pendidikan. Karena itu, sinergi dengan sekolah sangat penting agar perhatian terhadap kesehatan, gizi dan tumbuh kembang anak terus berjalan,” lanjutnya.
Sri Kartini Alfin juga berharap masyarakat tidak melihat Program 3S hanya dari sisi bantuan yang diterima. Lebih jauh, program tersebut harus mampu membangun kesadaran bahwa keluarga mempunyai peran utama dalam memastikan anak memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Delapan Kali Penyaluran di SMPN 8 Sungai Penuh
Salah satu hal yang menunjukkan keberlanjutan program di SMPN 8 Sungai Penuh yakni pihak sekolah telah menyalurkan bantuan Program 3S sebanyak delapan kali kepada peserta didik yang membutuhkan.
Penyaluran tersebut menunjukkan bahwa program memiliki ruang untuk berkembang di lingkungan pendidikan.
Bagi siswa, dukungan seperti ini dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan masing-masing. Sementara bagi sekolah, kehadiran program memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah dan TP PKK.
Dalam jangka panjang, kolaborasi seperti ini dapat membantu membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.
Kondisi tersebut semakin penting karena usia sekolah merupakan periode ketika anak mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis. Pemenuhan kebutuhan nutrisi, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat dapat mendukung proses pertumbuhan.
Oleh sebab itu, edukasi mengenai nutrition for children, adolescent health, healthy eating habits, preventive healthcare, dan healthy lifestyle menjadi bagian yang relevan dalam membangun generasi yang lebih sehat.
Pencegahan Stunting Membutuhkan Peran Keluarga
Program pemerintah dan organisasi masyarakat akan semakin kuat ketika keluarga ikut mengambil peran.
Keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan banyak kebiasaan anak, mulai dari pola makan, aktivitas sehari-hari, waktu istirahat hingga kebiasaan menjaga kebersihan.
Sekolah kemudian dapat memperkuat kebiasaan tersebut melalui pendidikan dan lingkungan yang mendukung.
Karena itu, kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi bagian penting dalam agenda pencegahan stunting.
Orang tua dapat memperhatikan kebutuhan anak di rumah, sedangkan sekolah membantu memberikan edukasi dan mengawasi kondisi peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, pemerintah dan TP PKK dapat memberikan dukungan melalui program pemberdayaan, edukasi serta intervensi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Model kolaborasi seperti ini dapat menciptakan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Program 3S dan Harapan bagi Generasi Muda
Kehadiran Program 3S di SMPN 8 Sungai Penuh juga membawa pesan bahwa pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama.
Program tersebut tidak semata-mata berbicara tentang pemberian bantuan. Lebih dari itu, program dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan masa depan anak.
Ketika sekolah, keluarga dan pemerintah bergerak dalam arah yang sama, upaya membangun generasi sehat dapat berjalan lebih konsisten.
Apalagi, anak-anak dan remaja hari ini merupakan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan daerah.
Karena itu, investasi pada kesehatan dan pendidikan mereka mempunyai nilai jangka panjang.
Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan berbagai pihak agar program pencegahan stunting tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Masyarakat perlu merasakan dampak program dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat Harus Berkelanjutan
Kepala SMPN 8 Sungai Penuh, Elna Hasmita, berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat terus diperkuat.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar apabila semua pihak mempertahankan komunikasi dan kepedulian terhadap kebutuhan anak.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat Program 3S yang terus memperluas jangkauan.
Dengan masuknya program ke lingkungan sekolah, masyarakat dapat melihat bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Pendidikan, keluarga, lingkungan sosial dan pemberdayaan masyarakat juga mempunyai peran penting.
Karena itu, keberlanjutan program menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi untuk Masa Depan Anak
Program sosial yang menyentuh kebutuhan anak pada akhirnya memiliki tujuan yang lebih besar, yakni membantu menciptakan generasi yang sehat, produktif dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
Program 3S TP PKK Sungai Penuh dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat tujuan tersebut.
Melalui bantuan yang tepat sasaran, edukasi kesehatan, penguatan keluarga dan kolaborasi dengan sekolah, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih luas.
Kunjungan TP PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 pada 1 September 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pesan tersebut.
Sekolah menerima dukungan, siswa mendapatkan perhatian, sementara pemerintah dan TP PKK terus membangun kolaborasi.
Ke depan, masyarakat tentu berharap semakin banyak sekolah dan kelompok masyarakat yang dapat merasakan manfaat program serupa.
Dengan semangat gotong royong, perhatian terhadap kesehatan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Semua pihak dapat berkontribusi sesuai perannya.
Pada akhirnya, keberhasilan pencegahan stunting bukan hanya tentang menurunkan angka prevalensi. Lebih jauh, keberhasilan tersebut tercermin dari kemampuan sebuah daerah memastikan anak-anaknya tumbuh dengan dukungan kesehatan, gizi, pendidikan dan lingkungan yang memadai.
Program 3S di Kota Sungai Penuh pun diharapkan terus berkembang sebagai gerakan yang memberikan manfaat langsung sekaligus membangun kesadaran masyarakat.
Dari sekolah, keluarga hingga lingkungan masyarakat, setiap langkah kecil dapat menjadi bagian dari upaya besar untuk menyiapkan generasi muda Sungai Penuh yang sehat, kuat dan berkualitas.(AN)










