TEKNOLOGI,JS- Kesempatan masyarakat untuk mendapatkan instrumen investasi dengan pendapatan berkala kembali terbuka. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan akses pembelian Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 melalui aplikasi wondr by BNI.
SR025 menawarkan dua pilihan tenor, yakni SR025T3 selama tiga tahun dan SR025T5 selama lima tahun. Masing-masing seri menawarkan imbal hasil tetap sebesar 6,8 persen per tahun untuk SR025T3 dan 6,9 persen per tahun untuk SR025T5.
Bagi masyarakat yang tengah mencari investasi aman 2026, investasi SBN ritel, atau instrumen pendapatan tetap, SR025 dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
Menariknya, masyarakat tidak membutuhkan modal puluhan juta rupiah untuk mulai membeli SR025. Pemesanan dapat dimulai dari Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta.
Masa penawaran SR025 berlangsung mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026.
SR025 BNI 2026 Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta
BNI memberikan akses pembelian SR025 secara digital melalui aplikasi wondr by BNI. Nasabah dapat melakukan proses investasi tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
Nominal pemesanan juga cukup fleksibel. Investor dapat membeli SR025 mulai Rp1 juta dan meningkatkan nominal investasi sesuai kemampuan keuangan.
Pemerintah menetapkan batas maksimal pemesanan berbeda untuk masing-masing seri.
Untuk SR025T3, investor dapat melakukan pemesanan maksimal Rp5 miliar.
Sementara itu, SR025T5 memiliki batas maksimal pemesanan hingga Rp10 miliar.
Dengan struktur tersebut, SR025 dapat menyasar investor ritel dengan kebutuhan investasi yang berbeda, mulai dari investor pemula hingga investor yang memiliki dana lebih besar.
Daftar SR025T3 dan SR025T5
Berikut rincian utama SR025 yang perlu diketahui calon investor:
Produk- SR025T3- SR025T5
- Tenor- 3 tahun- 5 tahun
- Imbal hasil- 6,8% per tahun-6,9% per tahun
- Minimum pembelian- Rp1 juta- Rp1 juta
- Maksimum pembelian- Rp5 miliar- Rp10 miliar
- Jatuh tempo- 10 September 2029-10 September 2031
- Pembayaran imbal hasil- Bulanan- Bulanan
- Pajak imbal hasil- 10%- 10%
- Mulai dapat diperdagangkan 11 Oktober 2026- 11 Oktober 2026
Perbedaan utama kedua seri tersebut terletak pada tenor dan besaran imbal hasil.
Investor yang memilih SR025T3 akan menempatkan dana selama tiga tahun, sedangkan SR025T5 menawarkan periode investasi selama lima tahun.
Karena itu, calon investor perlu menyesuaikan pilihan seri dengan tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas masing-masing.
Berapa Keuntungan Investasi SR025?
Salah satu daya tarik SR025 terletak pada pembayaran imbal hasil secara berkala.
SR025 menawarkan fixed coupon, sehingga tingkat imbal hasil tidak berubah selama ketentuan instrumen berlaku. Pemerintah membayarkan imbal hasil setiap bulan.
Pembayaran pertama tercatat pada 10 Oktober 2026.
Namun, investor tetap perlu memperhitungkan pajak. Pemerintah menetapkan pajak atas imbal hasil sebesar 10 persen.
Sebagai gambaran sederhana, investor yang membeli SR025T3 senilai Rp100 juta akan memperoleh imbal hasil bruto sekitar Rp566.667 per bulan berdasarkan tingkat 6,8 persen per tahun.
Setelah memperhitungkan pajak 10 persen, nilai bersihnya secara sederhana berada di kisaran Rp510.000 per bulan.
Sementara itu, investasi Rp100 juta pada SR025T5 dengan imbal hasil 6,9 persen per tahun menghasilkan imbal hasil bruto sekitar Rp575.000 per bulan.
Setelah pajak 10 persen, nilai bersihnya secara sederhana berada di kisaran Rp517.500 per bulan.
Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan nominal investasi dan tingkat imbal hasil yang disebutkan, bukan jaminan keuntungan atau rekomendasi investasi.
Investor juga perlu memahami bahwa harga dan hasil investasi dapat memiliki karakteristik berbeda apabila investor menjual instrumen di pasar sekunder.
SR025 Bisa Diperdagangkan di Pasar Sekunder
Berbeda dari produk investasi yang hanya memberikan pilihan untuk menunggu hingga jatuh tempo, SR025 memiliki fitur tradable.
Investor dapat memperdagangkan SR025 di pasar sekunder setelah masa holding period berakhir.
Berdasarkan ketentuan yang disampaikan BNI, perdagangan di pasar sekunder dapat berlangsung mulai 11 Oktober 2026.
Fitur tersebut memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor yang membutuhkan likuiditas sebelum tanggal jatuh tempo.
Namun, investor perlu memahami bahwa harga jual di pasar sekunder dapat berbeda dari harga ketika investor membeli instrumen tersebut.
Artinya, investor sebaiknya tidak hanya melihat besaran kupon, tetapi juga memahami risiko harga pasar sebelum melakukan transaksi.
Cashback SR025 BNI hingga Rp15 Juta
Selain menawarkan akses investasi digital, BNI juga memberikan program cashback bagi nasabah yang membeli SR025 melalui wondr by BNI.
Investor yang melakukan pembelian menggunakan fresh fund berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp15 juta.
BNI membagi program tersebut dalam dua periode.
Periode pertama merupakan program Early Bird yang berlangsung pada 21–31 Agustus 2026.
Selanjutnya, periode kedua berlangsung pada 1–16 September 2026 untuk kategori Non-Early Bird.
Investor perlu memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum mengejar program cashback tersebut.
Dengan demikian, jangan hanya mempertimbangkan besaran cashback. Calon investor juga perlu memastikan bahwa produk, tenor, nominal, dan tujuan investasinya sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.
Cara Beli SR025 melalui wondr by BNI
Proses pembelian SR025 melalui wondr by BNI berlangsung secara digital.
Secara umum, nasabah dapat mengikuti tahapan berikut:
- Buka aplikasi wondr by BNI.
- Masuk ke menu investasi.
- Pilih produk Sukuk Ritel SR025 selama masa penawaran.
- Pilih seri SR025T3 atau SR025T5.
- Tentukan nominal investasi.
- Pastikan kembali data dan detail pemesanan.
- Gunakan sumber dana sesuai ketentuan pembelian.
- Selesaikan proses pemesanan melalui aplikasi.
Nasabah sebaiknya memastikan aplikasi dan rekening memiliki kondisi yang sesuai sebelum melakukan transaksi.
Selain itu, investor perlu membaca informasi produk dan syarat ketentuan secara menyeluruh agar memahami hak, kewajiban, biaya, pajak, serta risiko yang terkait dengan investasi.
Investasi SBN Ritel untuk Membangun Portofolio
SBN Ritel menjadi salah satu instrumen yang banyak digunakan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio.
Diversifikasi berarti investor tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset.
Sebagai contoh, seseorang dapat membagi portofolionya berdasarkan tujuan dan tingkat risiko, seperti dana tunai, deposito, reksa dana, saham, maupun surat berharga negara.
SR025 dapat menjadi bagian dari strategi tersebut bagi investor yang menginginkan instrumen dengan pembayaran imbal hasil secara berkala.
Meski demikian, investor tetap perlu menentukan tujuan investasi terlebih dahulu.
Jika dana akan digunakan dalam waktu dekat, investor perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas sebelum memilih tenor tiga atau lima tahun.
Sebaliknya, investor yang memiliki tujuan keuangan jangka menengah dan mampu mempertahankan dana dalam periode lebih panjang dapat mempertimbangkan seri dengan tenor lima tahun.
Apa Bedanya SR025T3 dan SR025T5?
Pertanyaan ini menjadi penting bagi investor yang baru mengenal SBN Ritel.
SR025T3 memiliki tenor tiga tahun dan imbal hasil 6,8 persen per tahun. Seri ini jatuh tempo pada 10 September 2029.
Sementara itu, SR025T5 memiliki tenor lima tahun dengan imbal hasil 6,9 persen per tahun. Seri tersebut jatuh tempo pada 10 September 2031.
Investor yang mengutamakan periode investasi lebih pendek dapat mempertimbangkan SR025T3.
Di sisi lain, investor yang memiliki tujuan jangka menengah dan ingin memperoleh imbal hasil tetap selama periode lebih panjang dapat mempertimbangkan SR025T5.
Namun, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan dana, profil risiko, dan tujuan investasi.
SR025 Terakhir untuk SBN Ritel Tradable 2026?
SR025 juga menarik perhatian karena rencananya menjadi SBN Ritel tradable terakhir yang diterbitkan pemerintah pada 2026.
Status tersebut membuat masa penawaran SR025 menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yang ingin mendapatkan instrumen SBN Ritel yang dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder.
Masa penawaran hanya berlangsung sampai 16 September 2026.
Karena itu, masyarakat yang tertarik perlu memperhatikan jadwal penawaran dan tidak menunda proses terlalu dekat dengan batas akhir.
Investor juga perlu memastikan seluruh proses transaksi berhasil sesuai ketentuan sebelum masa penawaran berakhir.
BNI Dorong Investasi Digital
SEVP Wealth Management BNI, Steven Suryana, mengatakan layanan digital melalui wondr by BNI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pilihan investasi.
Menurutnya, SR025 menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin memperoleh pendapatan berkala dari instrumen yang diterbitkan dan dijamin pemerintah.
BNI melihat perkembangan layanan digital sebagai bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan.
Dengan aplikasi perbankan digital, proses pembelian produk investasi dapat berlangsung lebih praktis karena nasabah dapat mengakses layanan dari perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.
Mengapa SR025 Menarik bagi Investor Pemula?
Investor pemula biasanya mencari beberapa hal ketika memilih instrumen investasi.
Pertama, mereka ingin memahami bagaimana instrumen tersebut menghasilkan keuntungan.
Kedua, mereka ingin mengetahui berapa modal minimum yang mereka perlukan.
Ketiga, mereka ingin mengetahui kapan keuntungan dibayarkan.
SR025 memenuhi beberapa kebutuhan tersebut melalui struktur investasi yang relatif mudah dipahami.
Dengan investasi mulai Rp1 juta, investor dapat memulai dengan nominal yang lebih terjangkau.
Selain itu, pembayaran imbal hasil berlangsung setiap bulan sehingga investor dapat mengetahui jadwal penerimaan secara berkala.
Meski demikian, kemudahan tersebut tidak berarti investor boleh mengabaikan risiko.
Setiap keputusan investasi tetap membutuhkan pertimbangan yang matang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli SR025
Sebelum membeli SR025, calon investor sebaiknya memperhatikan beberapa hal.
Pertama, gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Jangan menggunakan dana untuk kebutuhan darurat atau kebutuhan pokok hanya demi mengejar imbal hasil investasi.
Kedua, tentukan tenor sesuai tujuan keuangan.
SR025T3 dan SR025T5 memiliki periode investasi yang berbeda. Pilihan tenor harus mengikuti kebutuhan investor.
Ketiga, pahami pajak.
Imbal hasil yang diterima investor terkena pajak sebesar 10 persen.
Keempat, pahami mekanisme pasar sekunder.
Ketika investor menjual SR025 sebelum jatuh tempo melalui pasar sekunder, harga transaksi dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Kelima, baca seluruh informasi produk.
Investor sebaiknya memahami ketentuan sebelum menekan tombol pembelian.
Kesimpulan
SR025 BNI 2026 menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun portofolio investasi melalui SBN Ritel.
Dengan pilihan SR025T3 berimbal hasil 6,8 persen per tahun dan SR025T5 sebesar 6,9 persen per tahun, investor dapat memilih tenor berdasarkan tujuan keuangan masing-masing.
Modal awal juga relatif terjangkau karena pembelian dapat dimulai dari Rp1 juta.
Selain itu, BNI memberikan kesempatan mendapatkan cashback hingga Rp15 juta bagi nasabah yang memenuhi persyaratan program dan melakukan pembelian melalui wondr by BNI.
Masa penawaran berlangsung hingga 16 September 2026, sedangkan kedua seri mulai dapat diperdagangkan di pasar sekunder pada 11 Oktober 2026 setelah masa holding period.
Bagi masyarakat yang tertarik dengan investasi SBN 2026, SR025 dapat menjadi salah satu produk yang patut dipelajari. Namun, calon investor tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan profil risiko masing-masing.(*)










