Jangan Sampai Rekening Dibobol! 11 Tips Keamanan Mobile Banking yang Wajib Diketahui

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- Mobile banking atau m-banking kini menjadi bagian penting dalam aktivitas keuangan masyarakat. Melalui aplikasi perbankan di ponsel, nasabah dapat melakukan transfer, membayar tagihan, membeli kebutuhan digital, mengecek saldo, hingga melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor bank.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko keamanan. Pelaku kejahatan digital terus mencari celah untuk mencuri data nasabah melalui berbagai modus, mulai dari phishing, aplikasi berbahaya, pencurian data pribadi, hingga penipuan yang mengatasnamakan bank.

Karena itu, nasabah perlu memahami cara menjaga keamanan mobile banking. Kesalahan kecil dalam menjaga PIN, kode akses, data pribadi, maupun perangkat yang digunakan untuk bertransaksi dapat membuka peluang bagi pelaku untuk mengambil alih akses rekening.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan layanan perbankan digital. Nasabah juga perlu memeriksa setiap transaksi dan segera menghubungi bank apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Mengapa Keamanan Mobile Banking Sangat Penting?

Perkembangan digital banking membuat aktivitas perbankan menjadi semakin praktis. Nasabah tidak lagi harus mengantre di bank untuk melakukan transaksi sederhana.

Di sisi lain, rekening bank kini terhubung dengan berbagai layanan digital. Karena itu, akun mobile banking menyimpan informasi yang bernilai bagi pelaku kejahatan siber.

Pelaku dapat menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan informasi korban. Mereka bisa mengirimkan pesan palsu, membuat situs menyerupai halaman resmi bank, menawarkan hadiah fiktif, atau menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.

Oleh sebab itu, nasabah perlu memahami bahwa keamanan rekening bukan hanya tanggung jawab bank.

1. Jangan Pernah Membagikan PIN dan Kode Akses

Langkah pertama untuk menjaga keamanan rekening adalah merahasiakan PIN dan kode akses.

Jangan memberikan PIN, password, kode akses, maupun informasi keamanan mobile banking kepada siapa pun. Termasuk kepada orang yang mengaku sebagai petugas bank.

Petugas bank tidak membutuhkan PIN nasabah untuk membantu menyelesaikan masalah rekening.

Nasabah juga sebaiknya tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, nomor telepon, atau kombinasi angka sederhana.

2. Jangan Menyimpan PIN di Tempat yang Mudah Ditemukan

Sebagian pengguna masih mencatat PIN atau kode akses di kertas, catatan ponsel, atau aplikasi yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko ketika ponsel hilang atau berpindah tangan.

Simpan informasi keamanan secara aman dan jangan menempatkan PIN berdekatan dengan kartu ATM atau perangkat yang digunakan untuk transaksi.

Dengan begitu, orang lain akan lebih sulit mendapatkan akses ke rekening apabila perangkat atau kartu milik nasabah hilang.

Baca Juga :  Sinyal HP Tiba-Tiba Turun ke 2G? Waspada Modus Fake BTS yang Bisa Mengincar M-Banking dan Saldo Rekening

3. Periksa Detail Transaksi Sebelum Menekan Konfirmasi

Kebiasaan memeriksa transaksi sebelum melakukan konfirmasi juga sangat penting.

Sebelum mengirim uang, periksa nama penerima, nomor rekening, nominal transfer, serta informasi transaksi lainnya.

Jangan terburu-buru menekan tombol konfirmasi hanya karena menerima pesan atau permintaan transfer yang terlihat mendesak.

Pelaku penipuan sering memanfaatkan kepanikan korban agar korban tidak sempat memeriksa detail transaksi.

Karena itu, luangkan beberapa detik untuk memastikan seluruh informasi sudah benar.

4. Tunggu Konfirmasi Setelah Melakukan Transaksi

Setelah melakukan transaksi, jangan langsung menutup aplikasi atau mengulangi transaksi tanpa memastikan status transaksi sebelumnya.

Tunggu hingga sistem memberikan informasi mengenai keberhasilan atau kegagalan transaksi.

Langkah ini juga membantu mencegah transaksi ganda akibat pengguna mengira transaksi pertama gagal.

Jika status transaksi tidak jelas, periksa riwayat transaksi sebelum melakukan tindakan berikutnya.

5. Periksa Notifikasi Transaksi dari Bank

Bank biasanya menyediakan notifikasi untuk memberikan informasi mengenai aktivitas rekening.

Notifikasi dapat masuk melalui SMS, email, atau pemberitahuan dalam aplikasi, tergantung layanan yang digunakan masing-masing bank.

Nasabah perlu memeriksa setiap notifikasi tersebut. Jika muncul transaksi yang tidak pernah dilakukan, segera hubungi bank melalui saluran resmi.

Jangan menunda laporan ketika menemukan aktivitas mencurigakan. Semakin cepat nasabah melapor, semakin cepat bank dapat membantu melakukan pemeriksaan terhadap transaksi tersebut.

6. Segera Ganti PIN Jika Ada Dugaan Kebocoran

Apabila nasabah menduga orang lain mengetahui PIN atau kode akses, segera lakukan penggantian.

Jangan menunggu sampai muncul transaksi mencurigakan.

Nasabah juga perlu mengganti password apabila pernah memasukkannya pada situs atau aplikasi yang ternyata mencurigakan.

Gunakan kombinasi keamanan yang berbeda dari akun lain. Hindari menggunakan satu password untuk semua layanan digital.

7. Segera Laporkan Jika SIM Card Hilang

Nomor ponsel memiliki peran penting dalam layanan perbankan digital.

Jika SIM Card hilang, dicuri, atau berpindah kepada orang lain, segera hubungi bank melalui kanal resmi.

Nasabah juga perlu menghubungi operator seluler untuk mengamankan nomor tersebut.

Langkah cepat sangat penting karena nomor ponsel dapat berkaitan dengan sistem notifikasi, verifikasi, dan pemulihan akun.

Jangan mengabaikan kehilangan SIM Card, terutama jika nomor tersebut terhubung dengan mobile banking.

8. Waspadai Aplikasi dan File dari Sumber Tidak Resmi

Pengguna smartphone perlu berhati-hati ketika mengunduh aplikasi.

Jangan sembarangan memasang aplikasi dari tautan yang dikirim melalui pesan singkat, media sosial, email, atau platform percakapan.

Aplikasi yang tidak resmi dapat membawa malware atau program berbahaya yang berpotensi mengambil informasi dari perangkat.

Karena itu, gunakan toko aplikasi resmi dan periksa nama pengembang sebelum memasang aplikasi.

Selain itu, hindari memberikan izin aplikasi secara sembarangan, terutama akses yang tidak berkaitan dengan fungsi aplikasi.

9. Hindari Transaksi Perbankan melalui Wi-Fi Publik

Jaringan Wi-Fi gratis di tempat umum memang menawarkan kemudahan. Namun, nasabah perlu mempertimbangkan aspek keamanan sebelum menggunakannya untuk aktivitas perbankan.

Hindari melakukan transaksi penting melalui jaringan yang tidak dikenal atau tidak memiliki perlindungan yang memadai.

Sebagai langkah aman, gunakan jaringan internet pribadi ketika mengakses mobile banking.

Jika membutuhkan transaksi mendesak, koneksi data seluler pribadi dapat menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak diketahui tingkat keamanannya.

10. Selalu Keluar dari Layanan Internet Banking

Nasabah yang menggunakan internet banking melalui browser perlu memastikan sesi transaksi sudah selesai.

Setelah menyelesaikan aktivitas, lakukan logout dari akun.

Langkah sederhana tersebut membantu mencegah orang lain mengakses akun apabila perangkat digunakan bersama atau tertinggal dalam kondisi terbuka.

Selain itu, jangan menyimpan password pada komputer umum atau perangkat yang digunakan oleh banyak orang.

11. Hapus Data Sebelum Mengganti Ponsel

Mengganti smartphone juga membutuhkan perhatian terhadap keamanan data.

Sebelum menjual, memberikan, atau menukar ponsel lama, pastikan akun mobile banking, email, media sosial, dan layanan digital lainnya sudah keluar dari perangkat.

Hapus data pribadi dan lakukan pengaturan ulang perangkat sesuai prosedur keamanan.

Nasabah juga perlu memastikan tidak ada kartu, password, kode akses, atau informasi penting yang masih tersimpan di perangkat lama.

Langkah tersebut penting untuk mencegah orang lain memanfaatkan data yang masih tertinggal.

Kenali Modus Phishing yang Mengincar Nasabah Bank

Selain menjaga perangkat, nasabah perlu memahami phishing.

Phishing merupakan modus penipuan yang berusaha membuat korban memberikan informasi penting kepada pelaku. Pelaku dapat menggunakan pesan, email, situs web, atau komunikasi digital yang dibuat seolah-olah berasal dari lembaga resmi.

Misalnya, korban menerima pesan yang mengklaim adanya masalah pada rekening. Pesan tersebut kemudian meminta korban membuka tautan tertentu atau memasukkan informasi keamanan.

Nasabah sebaiknya tidak langsung mengikuti instruksi seperti itu.

Periksa informasi melalui aplikasi resmi, website resmi bank, atau layanan pelanggan resmi.

Jika terdapat keraguan, hubungi bank secara langsung menggunakan nomor yang tercantum pada sumber resmi, bukan nomor yang diberikan oleh pengirim pesan mencurigakan.

Jangan Mudah Percaya Pesan Mendesak

Salah satu pola yang sering muncul dalam penipuan digital adalah tekanan waktu.

Pelaku dapat mengatakan bahwa rekening akan diblokir, transaksi akan gagal, hadiah akan hangus, atau akun harus segera diverifikasi.

Tujuannya agar korban bertindak tanpa melakukan pemeriksaan.

Karena itu, jangan mengambil keputusan finansial hanya karena menerima pesan yang mendesak.

Berhenti sejenak, periksa sumber informasi, kemudian hubungi bank melalui kanal resmi jika diperlukan.

Jangan Berikan OTP kepada Siapa Pun

Kode OTP atau one-time password merupakan informasi keamanan yang sangat penting.

Nasabah tidak boleh membagikan kode tersebut kepada orang lain.

Jika seseorang mengaku sebagai petugas bank lalu meminta OTP, nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan.

Jangan memasukkan kode OTP pada halaman yang berasal dari tautan mencurigakan.

Pastikan proses autentikasi berlangsung melalui aplikasi atau layanan resmi bank.

Baca Juga :  Terbaru, Biaya Admin BCA Mobile September 2026: Cek Tarif Transfer, BI-FAST hingga Pembayaran Tagihan

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Transaksi Mencurigakan?

Nasabah yang menemukan transaksi tidak dikenal sebaiknya segera mengambil tindakan.

Pertama, jangan menghapus bukti transaksi. Simpan notifikasi, SMS, email, atau informasi lain yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Kedua, hubungi bank melalui call center, aplikasi, kantor cabang, atau kanal resmi lainnya.

Ketiga, ubah PIN dan password apabila terdapat dugaan kebocoran informasi.

Keempat, amankan nomor ponsel dan perangkat yang terhubung dengan rekening.

Semakin cepat nasabah mengambil langkah pengamanan, semakin banyak informasi yang dapat dikumpulkan untuk membantu proses pemeriksaan.

Keamanan Rekening Dimulai dari Kebiasaan Pengguna

Teknologi perbankan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, kemudahan tersebut harus berjalan bersama dengan kebiasaan digital yang aman.

Nasabah tidak cukup hanya mengandalkan sistem keamanan bank. Pengguna juga harus menjaga PIN, password, OTP, perangkat, nomor ponsel, serta data pribadi.

Selain itu, jangan mudah percaya terhadap pesan yang meminta tindakan cepat, terutama jika pesan tersebut meminta informasi rahasia atau mengarahkan pengguna ke tautan tertentu.

Dengan menerapkan langkah keamanan secara konsisten, nasabah dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital dan menjaga aktivitas perbankan tetap aman.(*)

Berita Terkait

Itel A300C Resmi Meluncur, HP Murah Tahan Banting dengan Android 16 dan Layar 90 Hz
Tablet di Bawah Rp2 Juta 2026 dengan Layar Tajam, Ada 90Hz dan FHD+: Cek Pilihannya
Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu
Mulai 1 Oktober, Pajak Marketplace 0,5 Persen Berlaku: Ini Dampaknya bagi Seller Online
Terbaru, Biaya Admin BCA Mobile September 2026: Cek Tarif Transfer, BI-FAST hingga Pembayaran Tagihan
Xiaomi Pad 9 dan Pad 9 Pro Resmi Meluncur, Layar 3,2K 144Hz dan Snapdragon Jadi Andalan
WhatsApp Penuh Chat Mengganggu? Gunakan 3 Fitur Ini Tanpa Blokir Kontak
Biaya Admin wondr by BNI September 2026: Cek Tarif Transfer, Top Up E-Wallet dan Pembayaran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:18 WIB

Jangan Sampai Rekening Dibobol! 11 Tips Keamanan Mobile Banking yang Wajib Diketahui

Minggu, 20 September 2026 - 13:38 WIB

Itel A300C Resmi Meluncur, HP Murah Tahan Banting dengan Android 16 dan Layar 90 Hz

Sabtu, 19 September 2026 - 18:01 WIB

Tablet di Bawah Rp2 Juta 2026 dengan Layar Tajam, Ada 90Hz dan FHD+: Cek Pilihannya

Jumat, 18 September 2026 - 12:31 WIB

Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu

Kamis, 17 September 2026 - 18:48 WIB

Mulai 1 Oktober, Pajak Marketplace 0,5 Persen Berlaku: Ini Dampaknya bagi Seller Online

Berita Terbaru