BISNIS,JS- Deposito perbankan masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyimpan dana sekaligus memperoleh bunga dalam jangka waktu tertentu. Memasuki pekan keempat September 2026, sejumlah bank besar milik negara masih menawarkan suku bunga deposito pada kisaran yang relatif terbatas.
Kondisi tersebut membuat informasi mengenai bunga deposito BRI, BNI, dan Bank Mandiri September 2026 menarik perhatian, terutama bagi nasabah yang memiliki dana menganggur dan ingin menempatkannya pada instrumen berjangka.
Sebagai imbalannya, bank memberikan bunga sesuai tingkat yang berlaku ketika nasabah melakukan penempatan.
Berdasarkan pemantauan informasi yang tercantum pada kanal resmi masing-masing bank hingga Senin, 21 September 2026, terdapat perbedaan tingkat bunga antara BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
BRI menawarkan bunga tertinggi 3 persen per tahun. Sementara itu, BNI memberikan bunga maksimal 2,75 persen dan Bank Mandiri maksimal 2,50 persen per tahun berdasarkan tenor yang tersedia dalam informasi yang menjadi dasar artikel ini.
Bunga deposito bank BUMN masih menjadi perhatian
Deposito bank BUMN memiliki karakteristik yang berbeda dari instrumen investasi yang nilainya mengikuti pergerakan pasar. Nasabah mengetahui tingkat bunga ketika membuka deposito sehingga dapat memperkirakan imbal hasil sebelum memasukkan dana.
Namun, besarnya bunga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
Nasabah juga perlu melihat tenor, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, pajak atas bunga deposito, metode pembayaran bunga, serta ketentuan penjaminan simpanan.
Selain itu, masyarakat perlu memastikan bahwa suku bunga yang ditawarkan bank tidak melampaui tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS untuk periode dan jenis simpanan yang bersangkutan.
Dengan demikian, calon deposan tidak cukup hanya membandingkan angka bunga. Mereka juga perlu memahami seluruh syarat yang berlaku.
BRI menawarkan bunga deposito hingga 3 persen
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank dalam kelompok Himbara yang menawarkan bunga deposito rupiah hingga 3 persen per tahun.
Berdasarkan informasi resmi yang diperbarui pada 4 Agustus 2026, BRI menetapkan tingkat bunga yang berbeda berdasarkan tenor.
Untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan, BRI memberikan bunga sebesar 3,00 persen per tahun.
Sementara itu, deposito dengan tenor lebih panjang, yakni 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan, mendapatkan bunga 2,50 persen per tahun.
Artinya, nasabah yang mencari bunga deposito BRI tertinggi dalam daftar tersebut akan menemukan tingkat 3 persen pada tenor 1, 3, dan 6 bulan.
Rincian bunga deposito BRI
Tenor-Bunga per tahun
- 1 bulan- 3,00%
- 3 bulan- 3,00%
- 6 bulan- 3,00%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
- 36 bulan- 2,50%
Struktur tersebut menunjukkan bahwa BRI memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk beberapa tenor pendek hingga menengah dibandingkan tenor jangka panjang.
Dibandingkan informasi sebelumnya, terdapat perubahan pada sejumlah tenor. Bunga tenor 1 bulan sebelumnya tercatat 3,25 persen, sedangkan tenor 3 bulan sebelumnya berada di 3,50 persen.
Kini kedua tenor tersebut berada pada level 3 persen.
Untuk tenor 12, 24, dan 36 bulan, tingkat bunga juga turun dari 3 persen menjadi 2,50 persen. Sementara itu, tenor 6 bulan tetap berada pada level 3 persen.
BNI menawarkan deposito mulai Rp5 juta
Selanjutnya, Bank Negara Indonesia (BNI) menyediakan produk deposito rupiah dengan setoran awal mulai Rp5 juta.
Nasabah dapat memilih tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.
Menariknya, informasi yang menjadi dasar pemantauan menunjukkan bahwa BNI tidak membedakan persentase bunga berdasarkan nominal dana yang ditempatkan pada beberapa tier simpanan tersebut.
Dengan demikian, nasabah dengan nominal di bawah Rp100 juta memperoleh persentase bunga sesuai tenor yang berlaku, sebagaimana nasabah pada tier nominal yang lebih tinggi.
Rincian bunga deposito BNI
Tenor-Bunga per tahun
- 1 bulan- 2,25%
- 3 bulan- 2,50%
- 6 bulan- 2,75%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
Berdasarkan tabel tersebut, bunga deposito BNI tertinggi mencapai 2,75 persen per tahun untuk tenor 6 bulan.
Sementara itu, deposito tenor 3 bulan memperoleh 2,50 persen. Untuk tenor 12 bulan dan 24 bulan, BNI juga menetapkan bunga 2,50 persen.
Nasabah yang memilih tenor 1 bulan mendapatkan bunga 2,25 persen per tahun.
Karena itu, calon deposan yang memiliki kebutuhan dana dalam jangka pendek dapat membandingkan tenor dan tingkat bunga sebelum menentukan periode penempatan.
Bank Mandiri tawarkan deposito melalui Livin’ dan kantor cabang
Sementara itu, Bank Mandiri memberikan fasilitas pembukaan deposito rupiah melalui kantor cabang maupun aplikasi Livin’ by Mandiri.
Untuk pembukaan melalui aplikasi, nasabah dapat menempatkan dana mulai dari Rp1 juta berdasarkan informasi produk yang menjadi acuan.
Bank Mandiri juga menerapkan tingkat bunga yang sama pada seluruh tier nominal untuk produk deposito reguler dalam informasi yang dipantau.
Dengan demikian, nominal dana yang ditempatkan tidak otomatis membuat persentase bunga menjadi lebih tinggi.
Rincian bunga deposito Bank Mandiri
Tenor- Bunga per tahun
- 1 bulan- 2,25%
- 3 bulan- 2,25%
- 6 bulan- 2,50%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
Dari struktur tersebut, bunga deposito Bank Mandiri berada pada rentang 2,25 persen hingga 2,50 persen per tahun.
Bank memberikan bunga 2,25 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan. Kemudian, tingkat bunga naik menjadi 2,50 persen untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan.
Perbandingan bunga deposito BRI, BNI, dan Mandiri
Jika ketiga bank dibandingkan berdasarkan tingkat bunga maksimum dalam data tersebut, terdapat perbedaan penawaran.
Bank- Bunga tertinggi-Tenor
- BRI- 3,00%- 1, 3, 6 bulan
- BNI- 2,75%- 6 bulan
- Mandiri 2,50%- 6, 12, 24 bulan
Perbandingan tersebut hanya menggambarkan tingkat bunga yang tercantum dalam informasi produk, bukan rekomendasi pemilihan bank.
Selain itu, tingkat bunga deposito dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing bank dan kondisi pasar. Karena itu, calon nasabah sebaiknya mengecek kembali informasi resmi sebelum melakukan penempatan dana.
Simulasi bunga deposito Rp100 juta
Untuk memberikan gambaran sederhana, misalnya seseorang menempatkan dana Rp100 juta dalam deposito dengan bunga 3 persen per tahun.
Secara bruto, bunga setahun mencapai sekitar Rp3 juta apabila dana memperoleh bunga 3 persen selama satu tahun penuh.
Namun, perhitungan yang diterima nasabah tidak berhenti pada angka tersebut.
Pajak atas bunga deposito dapat mengurangi nilai bunga yang diterima. Karena itu, simulasi sederhana tersebut hanya menggambarkan nilai bunga bruto dan bukan jumlah bersih yang masuk ke rekening nasabah.
Untuk tenor yang lebih pendek, perhitungan bunga juga mengikuti periode penempatan dan ketentuan produk bank.
Karena itu, nasabah perlu melihat simulasi resmi dari bank sebelum mengambil keputusan.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum membuka deposito?
Memilih deposito tidak hanya berkaitan dengan mencari persentase bunga tertinggi.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa terlebih dahulu.
1. Periksa tenor
Tenor menentukan berapa lama dana tersimpan di bank. Pilih periode yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas.
Jika dana kemungkinan diperlukan dalam waktu dekat, tenor panjang dapat membatasi fleksibilitas pencairan.
2. Perhatikan pajak bunga
Bunga deposito bukan seluruhnya menjadi pendapatan bersih nasabah. Pajak dapat mengurangi bunga yang diterima.
Oleh karena itu, perbandingan sebaiknya menggunakan estimasi bunga setelah memperhitungkan pajak.
3. Cek ketentuan pencairan
Nasabah juga perlu memahami aturan ketika ingin mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Setiap produk dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai bunga atau biaya yang berlaku.
4. Pastikan ketentuan LPS
LPS memberikan penjaminan simpanan sesuai dengan persyaratan dan batas yang berlaku.
Nasabah perlu memastikan simpanannya memenuhi ketentuan penjaminan, termasuk memperhatikan tingkat bunga penjaminan yang berlaku pada periode penempatan.
5. Periksa perubahan bunga
Bank dapat memperbarui tingkat bunga deposito. Karena itu, angka yang tercantum dalam artikel atau informasi sebelumnya tidak selalu sama dengan penawaran pada saat nasabah membuka deposito.
Pengecekan langsung melalui kanal resmi bank tetap penting.
Bagaimana kondisi suku bunga global memengaruhi deposito?
Pergerakan suku bunga global dapat memengaruhi kondisi pasar keuangan dan strategi pengelolaan likuiditas perbankan.
Inflasi, nilai tukar, harga komoditas, kebijakan bank sentral, serta kondisi pasar obligasi menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keputusan perbankan.
Namun, perubahan suku bunga acuan tidak selalu langsung menghasilkan perubahan bunga deposito dengan besaran yang sama.
Bank mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, persaingan memperoleh dana nasabah, struktur biaya dana, serta kondisi bisnis ketika menetapkan bunga produk simpanan.
Karena itu, nasabah sebaiknya tidak langsung menganggap bahwa kenaikan atau penurunan suku bunga acuan akan otomatis mengubah bunga deposito pada hari yang sama.
Deposito tetap memiliki risiko yang perlu dipahami
Deposito sering dipandang sebagai instrumen dengan risiko pasar yang lebih rendah dibandingkan sejumlah produk investasi yang nilainya berubah mengikuti harga pasar.
Meski demikian, bukan berarti nasabah tidak perlu memahami risikonya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah risiko likuiditas. Dana deposito tidak memiliki fleksibilitas yang sama seperti saldo tabungan yang dapat digunakan kapan saja.
Selain itu, nasabah perlu memperhatikan ketentuan penjaminan LPS dan memastikan penempatan dana memenuhi persyaratan yang berlaku.
Dengan memahami aturan tersebut sejak awal, nasabah dapat menghitung potensi bunga sekaligus menyesuaikan penempatan dana dengan kebutuhan keuangan.
Bunga deposito September 2026 bisa berubah
Data bunga BRI, BNI, dan Mandiri dalam artikel ini menggambarkan informasi yang dipantau hingga 21 September 2026.
Bank dapat memperbarui suku bunga sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, angka tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai tingkat bunga yang berlaku tanpa batas waktu.
Perubahan kebijakan bank, kondisi likuiditas, kebijakan moneter, serta persaingan penghimpunan dana dapat memengaruhi penawaran deposito berikutnya.
Nasabah yang hendak menempatkan dana sebaiknya memeriksa kembali halaman resmi produk deposito masing-masing bank sebelum melakukan transaksi.(*)










