Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp33.000, Ini Selisih Terbarunya

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan penguatan setelah sempat mengalami tekanan pada perdagangan Rabu, 4 November 2026. Pergerakan harga tersebut menarik perhatian masyarakat, terutama investor yang ingin membeli logam mulia maupun pemilik emas yang berencana menjual kembali koleksinya.

Berdasarkan data perdagangan terakhir dari Logam Mulia pada 4 November 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram mencapai Rp2.554.000. Angka tersebut meningkat Rp13.000 dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.541.000 per gram.

Kenaikan ini memberikan sinyal pemulihan setelah harga emas sempat bergerak melemah pada awal perdagangan. Bahkan, harga emas Antam sempat turun Rp4.000 menjadi Rp2.537.000 per gram sebelum kembali menguat pada sore hari.

Tidak hanya harga jual, kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menaikkan harga buyback sebesar Rp33.000 sehingga mencapai Rp2.344.000 per gram.

Perbedaan kenaikan antara harga jual dan buyback menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, selisih kedua harga tersebut menentukan nilai yang perlu diperhitungkan masyarakat ketika membeli emas untuk tujuan investasi.

Harga Emas Antam Menguat Setelah Sempat Turun

Pergerakan harga emas Antam pada Rabu menunjukkan dinamika pasar yang cukup menarik. Pada pagi hari, harga emas justru mengalami penurunan. Namun, perubahan kondisi pasar emas internasional mendorong penguatan harga pada sesi berikutnya.

Harga emas Antam yang semula berada di Rp2.541.000 per gram turun menjadi Rp2.537.000. Setelah itu, penguatan kembali membawa harga ke posisi Rp2.554.000 per gram.

Dengan demikian, harga emas Antam mencatat kenaikan bersih Rp13.000 dibandingkan penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa harga emas dapat bergerak beberapa kali dalam satu hari mengikuti perkembangan pasar internasional, nilai tukar mata uang, serta sentimen investor.

Bagi masyarakat yang ingin membeli emas, kondisi ini menjadi pengingat agar tidak hanya memperhatikan harga pada satu waktu. Calon pembeli juga perlu membandingkan perkembangan harga dalam beberapa hari terakhir sebelum mengambil keputusan.

Daftar Harga Emas Antam Terbaru Berdasarkan Ukuran

Selain ukuran 1 gram, Logam Mulia menyediakan berbagai pilihan berat emas batangan. Setiap ukuran memiliki nilai transaksi berbeda sehingga masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan dan tujuan investasi.

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan data perdagangan 4 November 2026:

Berat emas Harga jual
0,5 gram Rp1.327.000
1 gram Rp2.554.000
2 gram Rp5.058.000
3 gram Rp7.569.000
5 gram Rp12.585.000
10 gram Rp25.090.000
25 gram Rp62.560.000
50 gram Rp124.955.000
100 gram Rp249.760.000
250 gram Rp624.090.000
500 gram Rp1.247.900.000
1.000 gram Rp2.494.600.000

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa semakin besar ukuran emas yang masyarakat beli, semakin rendah harga per gramnya.

Sebagai contoh, emas ukuran 1 gram memiliki harga Rp2.554.000. Sementara itu, emas ukuran 10 gram menawarkan harga total Rp25.090.000 atau sekitar Rp2.509.000 per gram.

Perbedaan tersebut muncul karena produsen menerapkan struktur harga berdasarkan ukuran produk. Oleh sebab itu, pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas sebelum memilih ukuran emas.

Emas berukuran kecil memberikan fleksibilitas ketika pemilik membutuhkan dana dalam jumlah tertentu. Sebaliknya, emas berukuran besar dapat menawarkan harga per gram yang lebih rendah.

Harga Buyback Antam Naik Lebih Tinggi

Kabar menarik lainnya datang dari harga buyback emas Antam. Pada perdagangan 4 November 2026, harga pembelian kembali mencapai Rp2.344.000 per gram setelah naik Rp33.000.

Kenaikan buyback tersebut lebih besar dibandingkan kenaikan harga jual yang mencapai Rp13.000 per gram.

Kondisi ini memberikan keuntungan dari sisi nilai jual kembali bagi pemilik emas yang membeli pada harga lebih rendah. Namun, pemilik tetap perlu menghitung harga pembelian awal, biaya transaksi, serta ketentuan pajak yang berlaku.

Untuk ukuran 1 gram, harga jual Antam mencapai Rp2.554.000, sedangkan harga buyback berada di Rp2.344.000.

Artinya, terdapat selisih sebesar Rp210.000 per gram antara harga pembelian dan harga penjualan kembali.

Selisih tersebut sering disebut spread. Investor perlu memperhatikan spread karena kenaikan harga emas belum tentu langsung menghasilkan keuntungan apabila harga jual kembali masih berada di bawah harga pembelian awal.

Berapa Selisih Harga Jual dan Buyback Emas Antam?

Perhitungan selisih harga menjadi salah satu hal penting sebelum masyarakat memutuskan membeli logam mulia.

Dengan harga jual Rp2.554.000 per gram dan buyback Rp2.344.000 per gram, berikut perhitungannya:

Harga jual emas Antam: Rp2.554.000.

Harga buyback emas Antam: Rp2.344.000.

Selisih harga: Rp210.000 per gram.

Persentase selisih terhadap harga jual mencapai sekitar 8,22 persen.

Sebagai ilustrasi, seseorang yang membeli emas Antam 1 gram pada harga Rp2.554.000 kemudian langsung menjualnya kembali pada harga buyback Rp2.344.000 akan menghadapi selisih Rp210.000.

Karena itu, investor perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan harga pasar sebelum mengharapkan keuntungan.

Strategi membeli emas untuk investasi jangka panjang juga perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, kemampuan menyimpan aset, dan kebutuhan dana darurat.

Baca Juga :  Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Ubah Strategi Belanja: Perhiasan Ringan Kini Jadi Pilihan

Harga Emas Dunia Ikut Mendorong Penguatan Antam

Penguatan harga emas domestik juga sejalan dengan pergerakan pasar internasional.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026, harga emas spot dunia melonjak sekitar 3,3 persen menuju US$4.060 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat mencatat penguatan sekitar 3,37 persen ke posisi US$4.073 per troy ounce.

Pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan dukungan terhadap harga emas.

Ketika dolar melemah, emas cenderung menarik perhatian investor karena harga komoditas tersebut menggunakan denominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan perkembangan politik global turut memengaruhi keputusan investor dalam memilih instrumen investasi.

Meski demikian, kenaikan harga emas dunia tidak selalu langsung menghasilkan perubahan dengan besaran yang sama di pasar domestik. Nilai tukar rupiah, biaya distribusi, serta kebijakan harga produsen juga ikut memengaruhi harga emas di Indonesia.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Emas Antam?

Masyarakat yang ingin membeli emas Antam sebaiknya tidak hanya mengejar momentum kenaikan harga. Ada beberapa hal penting yang perlu masuk dalam pertimbangan.

Pertama, periksa harga jual dan buyback secara bersamaan. Kedua angka tersebut memberikan gambaran mengenai biaya awal dan potensi nilai jual kembali.

Kedua, tentukan tujuan pembelian. Masyarakat yang ingin menyimpan emas sebagai tabungan jangka panjang perlu menyesuaikan ukuran pembelian dengan kemampuan keuangan.

Ketiga, pastikan membeli melalui saluran resmi dan memeriksa keaslian produk. Simpan pula dokumen serta kemasan produk agar memudahkan proses transaksi ketika ingin menjual kembali.

Keempat, jangan menggunakan seluruh dana darurat untuk membeli emas. Investor tetap perlu menjaga ketersediaan uang tunai guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terakhir, hindari keputusan berdasarkan kenaikan harga dalam satu hari saja. Pergerakan emas dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi global dan sentimen pasar.

Apakah Harga Emas Antam Masih Berpeluang Naik?

Kenaikan harga emas Antam pada perdagangan 4 November 2026 memperlihatkan bahwa pasar logam mulia kembali memperoleh dorongan positif setelah sempat melemah.

Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga berikutnya, mulai dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan dolar, imbal hasil obligasi, hingga perkembangan geopolitik.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang akan muncul dalam beberapa hari mendatang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter.

Jika dolar kembali melemah dan permintaan terhadap aset lindung nilai meningkat, emas berpeluang memperoleh dukungan tambahan. Sebaliknya, penguatan dolar dan perubahan ekspektasi suku bunga dapat menekan harga komoditas tersebut.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, masyarakat sebaiknya memantau pembaruan harga melalui situs resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.

Kesimpulan

Harga emas Antam ukuran 1 gram mencapai Rp2.554.000 pada perdagangan 4 November 2026, naik Rp13.000 dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback meningkat Rp33.000 menjadi Rp2.344.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp210.000 per gram. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk investasi maupun menjual kembali logam mulia miliknya.

Pergerakan harga emas domestik juga mendapat dukungan dari penguatan harga emas dunia yang kembali menembus US$4.000 per troy ounce.

Meski demikian, calon investor perlu mencermati perubahan harga, menghitung spread, dan menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan masing-masing.

Catatan: Harga dalam artikel mengacu pada data perdagangan 5 November 2026 dan dapat berubah mengikuti pembaruan resmi Logam Mulia. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi.(*

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Peluang Bisnis Ini Justru Terbuka Lebar: UMKM Ekspor dan Pariwisata Bisa Untung
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 4 November 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 5 Karat
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 November 2026: Antam, UBS, Galeri 24 dan Retro Kompak Naik
Emas atau Deposito, Mana Lebih Menguntungkan? Kenali Risiko dan Keuntungannya Sebelum Investasi
Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Rp500 Juta: Cicilan Mulai Rp9,6 Juta, Cek Bunga dan Tenor 1–5 Tahun
IHSG Anjlok 3,78% ke Level 4.904, Saham ANTM, EMTK dan HRTA Tertekan, Investor Wajib Waspada
Rupiah Bergerak di Rp18.145 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Arah Ekonomi AS
Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:31 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp33.000, Ini Selisih Terbarunya

Rabu, 4 November 2026 - 21:31 WIB

Rupiah Melemah, Peluang Bisnis Ini Justru Terbuka Lebar: UMKM Ekspor dan Pariwisata Bisa Untung

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 4 November 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 5 Karat

Rabu, 4 November 2026 - 12:31 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 November 2026: Antam, UBS, Galeri 24 dan Retro Kompak Naik

Rabu, 4 November 2026 - 09:31 WIB

Emas atau Deposito, Mana Lebih Menguntungkan? Kenali Risiko dan Keuntungannya Sebelum Investasi

Berita Terbaru